Mamapedia Logo
Vitamin yang Dibutuhkan Semasa kehamilan, Apa Saja?

Moms Tentu tak Ingin Kandungan Bermasalah, kan? Yuk Kenali Vitamin Penunjang Kehamilan

author iconIka
date icon18 04 2021
category iconMasa Kehamilan, Gizi & Kesehatan, Tips,

Saat hamil atau saat pasangan mulai merencanakan untuk memiliki buah hati, terutama sang istri akan diminta mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat atau bisa juga suplemen asam folat. Meski begitu, tahukah Moms apa saja manfaat asam folat terutama bagi ibu hamil? Kalau Moms belum tahu, yuk simak manfaatnya.

Mencegah Cacat Tabung Saraf

Asam folat berperan penting untuk membantu tabung saraf bayi berkembang dengan baik. Hal itu akan menghindarkan bayi dari risiko cacat tabung saraf, seperti anensefali dan spina bifida.

Anensefali adalah kondisi saat bayi dilahirkan tanpa otak dan tulang tengkorak. Bayi yang menderita anensefali umumnya akan meninggal setelah dilahirkan. Sementara itu, spina bifida merupakan kelainan yang membuat bayi memiliki celah pada tulang belakang dan saraf tulang belakangnya. Bayi yang mengalami kondisi ini berisiko mengalami berbagai komplikasi, mulai dari kesulitan berjalan, infeksi otak dan saraf tulang belakang, masalah tumbuh kembang, hingga kecacatan permanen.

Tak hanya tabung saraf, beberapa peneliti pun mengemukakan bahwa asam folat juga dapat mencegah terjadinya bibir sumbing dan penyakit jantung bawaan pada bayi.

Mencegah Keguguran

Mencukupi asupan asam folat harian sebelum dan selama hamil juga diyakini mampu mencegah terjadinya keguguran. Keguguran merupakan hilangnya kehamilan atau kematian janin saat usia kehamilan masih tergolong muda, yaitu kurang dari 20 minggu. Selain keguguran, asam folat juga dipercaya dapat menurunkan risiko terjadinya beberapa gangguan kehamilan lain, seperti kelahiran prematur dan gangguan pertumbuhan janin di dalam kandungan.

Menurunkan Risiko Preeklamsia

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa ibu hamil yang mendapat cukup asupan asam folat sejak trimester kedua kehamilan memiliki risiko yang lebih kecil untuk mengalami preeklamsia. Kondisi ini merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah, bengkak-bengkak, dan peningkatan kadar protein dalam urine. Menderita kondisi ini akan meningkatkan risiko ibu mengalami eklamsia atau kejang yang berbahaya saat hamil. Preklamsia juga dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan kurang.

Mencegah Anemia

Anemia atau kurang darah adalah salah satu masalah kesehatan yang masih banyak dialami oleh ibu hamil. Anemia saat hamil dapat menimbulkan berbagai komplikasi kehamilan yang berpotensi mengancam nyawa ibu dan bayi. Oleh karena itu, ibu hamil perlu mendapatkan asupan asam folat dan zat besi yang cukup.

Asam folat mampu meningkatkan produksi sel darah merah di tubuh Moms. Ini sangat penting selama masa kehamilan ketika anemia (kekurangan zat besi) yang merupakan keluhan ibu hamil. Asam folat memastikan bahwa sel darah merah dalam tubuh Anda normal meskipun mengonsumsi suplemen lain yang dapat mengisi kembali zat besi.

Membantu Tumbuh Kembang Janin

Untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, janin membutuhkan asupan nutrisi yang baik. Salah satu nutrisi yang penting untuk menunjang tumbuh kembang janin adalah asam folat. Asam folat dapat mendukung proses pembentukan jaringan dan organ tubuh janin, serta mengurangi risiko bayi terlahir dengan berat badan rendah atau cacat.

Baca juga: 5 Langkah Mengenal Asam Folat yang Baik untuk Ibu dan Janin

Mencegah Cacat Jantung Bawaan pada Bayi

Suplemen asam folat untuk ibu hamil mengurangi risiko cacat jantung bawaan. Cacat ini terjadi ketika jantung atau pembuluh darah pada bayi tidak berkembang normal sebelum lahir. Kondisi itu memengaruhi dinding dalam jantung, katup jantung, atau pembuluh dan nadi jantung.

Berapa banyak yang Harus Dikonsumsi?

Para pakar menyarankan agar mengonsumsi sedikitnya 400 mcg asam folat setiap hari sejak masa perencanaan kehamilan. Asam folat dalam bentuk suplemen bisa jadi pilihan untuk memastikan Moms mengonsumsi dalam jumlah yang disarankan. Tetapi jika sehari-hari sudah cukup mengonsumsi bahan makanan alami yang mengandung folat, Moms bisa melanjutkannya. Bagaimana pun, makanan alami juga mengandung berbagai nutrisi lain yang baik untuk perkembangan bayi.

Mengonsumsi asam folat dalam bentuk tablet sebenarnya sudah bisa dimulai sejak merencanakan kehamilan. Selain itu, asam folat aman kamu konsumsi selama berbulan-bulan, sekitar pada saat usia kehamilan menginjak 4 - 9 bulan dengan takaran 600 mcg dan 500 mcg pada saat menyusui.

Sementara itu vitamin yang bermanfaat sebelum hingga selama kehamilan, antara lain:

Zinc

Zinc atau seng berperan dalam menjaga keteraturan siklus ovulasi dan tingkat kesuburan pada organ reproduksi perempuan. Tapi tahukah Moms? Zinc tak cuma bermanfaat untuk perempuan, lho. Zinc juga berperan dalam proses produksi hormon testosteron dan kualitas air mani serta sperma pada lelaki.

Itulah mengapa perempuan disarankan setiap hari mengonsumsi zinc sebanyak 10 mg, sedangkan lelaki sebanyak 13 mg. Zinc bisa diperoleh dari gandum utuh, susu dan produk olahannya, kerang, udang, telur, kentang, dark chocolate, serta kacang-kacangan.

2. Vitamin B kompleks

Vitamin B kompleks bermanfaat untuk membantu ovarium melepaskan sel telur menjelang masa subur. Contoh vitamin B yang penting untuk menjaga kehamilan adalah vitamin B9 (folat) dan vitamin B6.

Vitamin B6 khususnya dipercaya mampu meningkatkan kadar hormon progesteron yang bermanfaat menurunkan risiko komplikasi kehamilan. Sedangkan folat berperan penting untuk menjaga kualitas sel telur dan teraturnya menstruasi.

Vitamin B kompleks bisa diperoleh dengan mengonsumsi gandum utuh, sayuran hijau, daging, telur, kacang-kacangan, ikan, daging, dan susu serta produk olahannya, seperti keju dan yoghurt.

3. Kalsium

Kalsium dipercaya membantu memaksimalkan kerja sistem reproduksi, baik pada lelaki maupun perempuan. Selain itu, mencukupi asupan kalsium juga dapat mencegah hilangnya kepadatan tulang, terutama saat menjalani kehamilan nantinya. Sebab, janin dalam kandungan akan mengambil kalsium dari tubuh sang ibu selama proses pembentukan tulang.

Kekurangan kalsium juga dapat meningkatkan risiko preeklamsia dan hipertensi dalam kehamilan. Oleh karena itu, cukupilah asupan kalsium sebanyak 1000-1200 mg setiap harinya.

Asupan tersebut bisa dipenuhi dengan mengonsumsi makanan tinggi kalsium, seperti susu, keju, yoghurt, ikan teri, almond, kacang kedelai, dan tahu.

4. Zat besi

Pastikan Moms tidak kekurangan zat besi, ya. Jika asupan nutrisi ini tidak tercukupi, Moms berpotensi terserang anemia. Anemia cenderung mengganggu siklus menstruasi. Nah, siklus menstruasi yang tidak teratur dapat mengganggu kesuburan organ reproduksi perempuan.

Zat besi banyak terkandung dalam daging, sayuran hijau, kacang polong, udang, dan oatmeal. Sementara dalam sehari, lelaki dewasa setidaknya perlu mendapat asupan 13-15 mg zat besi, sementara perempuan sekitar 25 mg.

5. Vitamin C dan E

Khusus pria yang ingin pasangannya cepat hamil, pastikan Anda mendapat asupan vitamin C dan E yang cukup setiap harinya. Kedua vitamin ini dapat menentukan kualitas sperma dan meningkatkan peluang pasangan Anda untuk hamil.

Lelaki dewasa perlu mendapat asupan vitamin C sebanyak 90 mg dan vitamin E sebanyak 15 mg setiap harinya. Perempuan pun juga perlu mendapat asupan kedua vitamin ini guna menjaga kesehatannya. Asupan harian vitamin C yang dianjurkan untuk perempuan adalah 75 mg, sedangkan vitamin E 15 mg.

Vitamin C bisa diperoleh dari jambu, kiwi, tomat, pepaya, jeruk, ubi, cabai, paprika, dan brokoli. Sementara, vitamin E bisa didapat dari kacang-kacangan, seperti kacang tanah, almond, dan hazelnut, serta buah-buahan, seperti alpukat, mangga, dan kiwi.

6. Vitamin D

Kesehatan organ reproduksi perempuan dan laki-laki tergantung pada cukup atau tidaknya asupan vitamin D setiap harinya. Kekurangan vitamin D akan meningkatkan risiko Anda mengalami gangguan kesuburan (infertilitas).

Oleh karena itu, penting bagi pasangan yang ingin cepat memiliki momongan untuk selalu menjaga asupan vitamin D sebanyak 15-20 mg setiap harinya.

Beberapa jenis makanan yang bisa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan vitamin D adalah udang, kuning telur, jamur, dan ikan atau minyak ikan. Selain itu, vitamin D juga dapat diperoleh dengan rutin berjemur di sinar matahari pagi.

Share IconBagikan Artikel

Facebook ShareTwitter Share
YOU MAY ALSO LIKE