mamapedia search icon mamapedia icon

Subtotal

View Bag

Cek Berat Badan Bayi Ideal Berdasarkan Tabel Berat Badan Bayi

Cek Berat Badan Bayi Ideal Berdasarkan Tabel Berat Badan Bayi

Kelahiran sang buah hati di tengah-tengah keluarga adalah suatu keberkahan. Memiliki bayi yang terlahir sehat dan sempurna adalah harapan bagi semua orang tua. Perkembangan bayi yang optimal setiap bulannya juga menjadi hal yang paling dinantikan oleh orang tua. Ciri-ciri bayi sehat dapat dilihat dari berbagai kondisi ini, salah satunya yaitu bayi memiliki berat badan yang sesuai dengan usianya.

Moms mungkin mendapati perbedaan berat badan bayi Moms dengan bayi lain yang seumuran. Hal ini jangan dijadikan sebagai patokan karena setiap bayi memiliki perkembangan dan pertumbuhan yang berbeda-beda. World Health Organization (WHO) telah menetapkan standar untuk pertumbuhan bayi dan anak. Berat rata-rata bayi baru lahir adalah sekitar 3,2 hingga 3,4 kg. Tabel berat badan bayi menurut WHO di bawah ini dapat menjadi patokan Moms dalam melihat perkembangan berat badan bayi.

 

Baca juga: Berat Badan Bayi Berbeda-Beda. Kok Bisa?

 

Tabel Berat Badan Bayi

Memiliki bayi yang gemuk memang tampak menggemaskan. Beberapa cara ini dapat Moms lakukan agar bayi cepat gemuk. Bayi sering menjadi patokan bayi sehat, padahal bayi gemuk belum tentu adalah tanda bahwa bayi sehat. Bayi gemuk berisiko memiliki gangguan kesehatan seperti diabetes atau gangguan pernapasan, begitu pula pada bayi dengan berat badan rendah yang membutuhkan perawatan khusus.

Bayi yang sehat bisa dicirikan salah satunya dengan memiliki berat badan yang normal sesuai umurnya. Hal ini menunjukkan jika sang bayi mendapat asupan nutrisi yang cukup dan sesuai dengan umurnya. Dilansir dari laman Healthline, tabel di bawah ini adalah patokan ukuran berat badan bayi normal, baik bayi laki-laki maupun bayi perempuan, menurut WHO.

American Academy of Pediatrics dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan tabel grafik WHO sebagai rujukan atau patokan berat badan bayi normal untuk anak-anak hingga 2 tahun. Moms juga bisa menggunakan tabel ini sebagai rujukan perkembangan berat badan bayi. Berkonsultasi ke dokter anak juga penting untuk dilakukan agar mengetahui apakah berat badan bayi Moms sesuai dengan kondisinya sekarang.

 

Faktor yang Mempengaruhi Berat Badan Bayi

Berat badan bayi, terutama berat badan bayi yang baru lahir bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berdasarkan laman yang dilansir oleh Healthline, beberapa faktor di bawah ini dapat mempengaruhi berat badan bayi, antara lain:

  • Faktor genetik. Bayi yang lahir dengan berat badan yang ideal adalah mereka yang lahir dari sang ibu yang mengandung dengan berat badan yang sesuai. 
  • Durasi kehamilan. Bayi yang lahir sebelum hari perkiraan lahir (HPL) seringkali berukuran lebih kecil. Sebaliknya, bayi yang lahir setelah hari perkiraan lahir (HPL) mungkin memiliki berat badan yang lebih besar dari rata-rata.
  • Nutrisi selama kehamilan. Pola makan yang sehat saat hamil membantu bayi tumbuh dan berkembang di dalam rahim.
  • Kebiasaan gaya hidup selama kehamilan. Merokok, minum alkohol, atau menggunakan narkoba dapat memengaruhi berat lahir bayi. Merokok atau minum alkohol juga bisa menjadi penyebab keguguran.
  • Jenis kelamin bayi. Ini adalah perbedaan dasar saat bayi lahir, tetapi anak laki-laki cenderung lebih besar dan anak perempuan lebih kecil.
  • Kondisi kesehatan ibu selama masa kehamilan. Kondisi seperti diabetes, diabetes gestasional, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan obesitas dapat memengaruhi berat badan bayi loh Moms.
  • Jumlah bayi yang sedang dikandung. Satu orang, kembar, kembar tiga, atau lebih dapat memengaruhi berat bayi. Hal ini tergantung pada seberapa banyak ruang yang mereka miliki untuk berbagi.
  • Urutan lahir. Anak sulung biasanya memiliki berat badan lebih kecil dari saudara kandung lainnya.
  • Kesehatan bayi. Ini termasuk masalah medis seperti cacat lahir dan paparan infeksi selama kehamilan.

 

Baca juga: Ibu Hamil, Ayo Perbanyak Asupan Protein demi Kesehatan Tulang Janin

 

Untuk mendukung Moms dalam pemberian ASI eksklusif untuk bayi prematur, Moms bisa mengonsumsi Prenavita ASI Booster Honey Lychee Flavoured Power Drink yaitu minuman untuk pelancar ASI dan dapat membantu pemulihan ibu pasca persalinan. Berbagai kandungan yang ada di dalamnya sangat bermanfaat, seperti misalnya Menjadikan ASI berkuantitas dan berkualitas yang kaya vitamin, merangsang sistem kekebalan tubuh, merelaksasi peredaran darah setelah melahirkan, dan lain-lain. Produk ini bisa didapatkan di official website MOOIMOM atau di official store MOOIMOM yang terdapat di berbagai e-commerce.

Bagikan Artikel: