Mamapedia Logo
Moms, Kenali Penyebab dan Ciri-ciri Hamil Anggur

Moms, Kenali Penyebab dan Ciri-ciri Hamil Anggur

author iconDinda Ayu Saraswati
date icon11 05 2021
category iconKehamilan & Menyusui, Gizi & Kesehatan, Masa Kehamilan,

Mola hydatidosa atau hamil anggur adalah pembentukan ari-ari (plasenta) yang abnormal saat kehamilan. Hamil anggur tergolong komplikasi kehamilan yang jarang terjadi. Plasenta atau ari-ari yang terbentuk pada penderita hamil anggur tidak normal dan terbentuk seperti sekumpulan anggur. Sering kali janin sama sekali tidak terbentuk, hanya jaringan plasenta yang abnormal. Kondisi yang disebut hamil anggur ini tergolong sebagai penyakit trofoblastik gestasional.

Untuk penjelasan lebih lengkapnya, yuk, simak ulasan berikut ini Moms!

Baca Juga: Preeklampsia Ringan, Yuk Moms Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya!

Apa Itu Hamil Anggur

Menurut Mayo Clinic, hamil anggur (molar pregnancy) adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan perkembangan tumor jinak (nonkanker) atau kista di dalam rahim. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut dengan mola hidatidosa. ‘Hidatidosa’ berarti kantung atau kista berisi cairan, sedangkan ‘mola’ artinya massa sel. Terkadang kondisi ini juga disebut sebagai penyakit trofoblas.

Perempuan yang mengalami molar pregnancy menunjukkan hasil positif hamil pada test pack dan tetap mengalami gejala hamil pada umumnya. Namun, yang berkembang dalam rahim adalah pertumbuhan jaringan abnormal khas tumor atau kista, bukan bukan janin. Itu kenapa kondisi ini juga akrab disebut sebagai “kehamilan palsu”.

Mola hidatidosa termasuk dalam komplikasi kehamilan yang dapat mengancam nyawa. Maka, Moms perlu perawatan dan pengobatan medis yang tepat agar bisa hamil lagi. Hamil anggur sulit terdeteksi pada awal kehamilan, karena pada awalnya mirip dengan kehamilan normal. Hamil anggur akan terdeteksi oleh dokter kandungan saat pemeriksaan rutin kehamilan. Seseorang yang pernah mengalami hamil anggur akan lebih berisiko mengalami hamil anggur kembali di kemudian hari.

Gejala Hamil Anggur

Tanda-tanda hamil anggur awalnya sama dengan kehamilan normal. Namun seiring pertambahan usia kehamilan, hamil anggur (mola hydatidosa) bisa ditandai dengan gejala khusus, seperti:

  • Perdarahan pada trimester pertama. Terkadang perdarahan ini bisa mirip dengan perdarahan implantasi.
  • Mual dan muntah yang sangat parah.
  • Perut terlihat membesar melebihi usia kehamilan.
  • Keluarnya cairan berwana kecoklatan atau gumpalan-gumpalan seperti anggur dari dalam vagina.
  • Nyeri panggul.

Baca Juga: 8 Manfaat Pisang Selama Hamil, Salah Satunya Redam Keluhan Morning Sickness

Ciri-ciri Hamil Anggur

Wanita yang mengalami hamil anggur tetap akan merasakan gejala-gejala hamil pada umumnya, seperti dua garis pada test pack karena memang kadar kehamilan (hCG) di dalam tubuhnya meningkat drastis. Kehamilan anggur juga akan mengakibatkan morning sickness layaknya kehamilan normal pada umumnya.

Dalam beberapa kasus, kehamilan anggur dideteksi dengan pemeriksaan USG rutin pada minggu ke 8–14 atau akan didiagnosis ketika pemeriksaan pascakeguguran. Meski demikian, terdapat kehamilan anggur yang memiliki beberapa tanda spesifik. Ciri-ciri hamil anggur yang dapat Moms kenali sendiri, antara lain:

  • Keluarnya bercak darah berwarna cokelat gelap maupun merah terang dari vagina pada trimester pertama kehamilan
  • Mual dan muntah yang sangat parah
  • Nyeri pinggul atau rasa seperti tertekan
  • Dalam beberapa kasus, Moms juga bisa melihat ada gumpalan darah berbentuk mirip anggur yang keluar dari vagina
  • Janin tidak bergerak atau tidak menunjukkan tanda kehidupan
  • Mengalami gejala hipertiroidisme seperti gugup, detak jantung tidak teratur dan keluar keringat berlebihan
  • Tekanan darah tinggal normal

Jika Moms merasakan ciri-ciri hamil anggur di atas, segera periksakan diri pada dokter kandungan. Untuk memastikan diagnosis hamil anggur, dokter bisa melakukan beberapa pemeriksaan tambahan demi menemukan gejala hamil anggur lainnya, seperti:

  • Ukuran rahim yang terlalu besar untuk usia kehamilan Anda saat itu
  • Tekanan darah tinggi, kadang kala disebabkan oleh preeklampsia dini
  • Kista ovarium
  • Anemia
  • Hipertiroidisme, yakni aktivotas kelenjar tiroid yang berlebihan
  • Munculnya protein di urin setelah 20 minggu masa kehamilan

Dokter juga bisa menyarankan Moms untuk melakukan tes darah atau memeriksa kadar hCG demi memastikan kondisi hamil anggur ini. Pada kehamilan anggur, kadar hCG ibu akan berada jauh di atas normal dan hal tersebut hanya bisa dideteksi lewat pemeriksaan laboratorium. Tidak jarang, ibu hamil tidak merasakan ciri-ciri hamil anggur di atas hingga ia melakukan pemeriksaan ultrasonografi di dokter kandungan. Dalam kasus lain, wanita hamil baru mengetahui bahwa dirinya hamil anggur setelah mengalami keguguran.

Penyebab Hamil Anggur

Hingga saat ini, diketahui bahwa penyebab hamil anggur karena adanya pembuahan telur yang tidak sempurna atau abnormal. Pada umumnya, sel manusia mengandung 23 pasang kromoson yang setiap pasanganya berasal dari sang ayah dan dari sang ibu. Pada kasus hamil anggur, terdapat dua kemungkinan yaitu, sel telur kosong dapat saja dibuahi oleh sperma atau adanya dua sperma yang membuahi satu sel telur. Kondisi ini menyebabkan embrio memiliki 69 kromosom yang seharusnya hanya 46 kromosom. Kondisi ini terjadi akibat dua sperma yang membuahi satu sel telur tadi, sehingga materi genetik sang ayah diproduksi secara berlebih atau diduplikasi.

Ada dua kondisi hamil anggur, yaitu hamil anggur lengkap dan hamil anggur sebagian. Dalam kasus hamil anggur lengkap, terjadi ketika sel telur kosong dibuahi oleh sel sperma. Sel ini akan terbentuk hanya dari materi genetik sang ayah dan menyebabkan janin tidak akan terbentuk maupun berkembang. Meski begitu, ari-ari akan tetap tumbuh, namun akan mengalami pertumbuhan yang tidak normal.

Hamil anggur sebagian terjadi ketika satu sel telur dibuahi oleh dua sel sperma. Dalam kasus seperti ini, pembuahan akan mendapatkan tambahan dari materi genetik ayah. Kondisi ini akan membuahkan janin, namun tidak dapat bertahan lama. Umumnya, hamil anggur sebagian akan menyebabkan keguguran di awal kehamilan.

Penanganan Hamil Anggur

Mayoritas kehamilan anggur akan gugur dengan sendirinya. Tanda hamil anggur yang menyertainya adalah dengan keluarnya jaringan dari vagina yang berbentuk seperti buah anggur.Jika Anda merasakan ciri-ciri hamil anggur, namun jaringan tersebut masih berada di dalam rahim, dokter akan merekomendasikan prosedur sebagai berikut:

1. Kuret

Tindakan medis ini merupakan penanganan standar pada keguguran karena berbagai alasan. Selama melakukan prosedur kuret, dokter akan membuka leher rahim dengan alat khusus dan mengambil jaringan yang berada di dalam rahim.

2. Histerektomi

Operasi ini dilakukan untuk mengangkat rahim sehingga akan membuat Moms tidak lagi memiliki kandungan secara permanen. Tindakan ini hanya dilakukan bila Moms tidak ingin hamil lagi di masa mendatang.

3. Kemoterapi

Dalam kasus yang jarang, kehamilan anggur komplet bisa mengakibatkan Moms terkena penyakit trofoblastik gestasional (GTD). Artinya, ada pertumbuhan jaringan abnormal di luar rahim dan lapisan otot di bawahnya.Ketika dokter memvonis Anda dengan GTD, kuret saja tidak cukup sehingga Moms akan disarankan melakukan kemoterapi atau histerektomi. Kemoterapi juga harus dilakukan bila hamil anggur mengakibatkan munculnya sel kanker yang dinamakan choriokarsinoma.

Untuk menjaga kesehatan tubuh selama masa kehamilan, Moms bisa mengonsumsi PRENAVITA Milk Vanilla secara rutin. Mengandung asam folat yang baik untuk tumbuh kembang janin dan juga kesehatan Moms selama masa kehamilan.

Dapatkan di www.mooimom.id ya!

Share IconBagikan Artikel

Facebook ShareTwitter Share
YOU MAY ALSO LIKE