Mamapedia Logo
Kista Saat Hamil dan Pengaruhnya pada Kehamilan yang Harus Moms Tahu

Moms Harus Tahu! Kista Saat Hamil dan Pengaruhnya pada Kehamilan

author iconNandita Adilfi
date icon15 04 2021
category iconGaya Hidup, Masa Kehamilan, Gizi & Kesehatan,

Masa kehamilan adalah masa yang paling dinanti oleh para wanita untuk kehadiran sang buah hati di tengah-tengah keluarga. Selama masa kehamilan, para ibu hamil tentu merasa sangat khawatir dengan berbagai kemungkinan terjadinya gangguan kesehatan yang dapat dialami. Beberapa masalah kesehatan ini biasanya dialami oleh ibu dengan usia kehamilan ke trimester ketiga. Salah satu gangguan kesehatan yang kemungkinan dialami oleh ibu hamil adalah kista saat hamil.

Kemunculan kista saat hamil dapat membuat ibu hamil merasa khawatir, apalagi jika ini merupakan kehamilan pertama dan terdeteksi pada trimester pertama kehamilan. Kista saat hamil mungkin untuk muncul, dan yang paling sering ditemukan adalah kista ovarium yang terdapat di dalam indung telur. Hal ini tentu membuat para ibu hamil khawatir. Untuk memahami lebih jauh jenis kista yang dapat muncul pada ibu hamil dan pengaruhnya terhadap kehamilan, simak penjelasannya di artikel ini.

 

Baca juga: Aurel Hermansyah Pernah Mengidap Kista Rahim, Kenali Penyebab dan Peluang untuk Hamil

 

Gejala Kista Saat Hamil

Kista ovarium termasuk hal yang umum dialami oleh wanita sebagai bagian dari siklus menstruasi dan juga dialami saat hamil. Kista ini biasanya tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya tanpa perawatan khusus. Kebanyakan kista pada indung telur berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala. Namun secara umum, kista ovarium juga bisa menimbulkan gejala seperti: 

  • Nyeri panggul sebelum atau selama menstruasi dan menyebar sampai ke punggung bawah dan paha.
  • Nyeri pada perut bagian bawah di sisi kista.
  • Sakit perut dan perut kembung.
  • Sering buang air kecil.
  • Nyeri saat buang air besar dan saat berhubungan seksual.
  • Nyeri saat menstruasi. Nyeri haid dapat diredakan dengan berbagai cara ini.
  • Perdarahan dari vagina di luar siklus haid
  • Nyeri payudara

Gejala-gejala tersebut bisa sangat mirip dengan gejala kehamilan di luar kandungan atau di luar rahim (kehamilan ektopik) yang dapat mengakibatkan janin tidak berkembang. Oleh karena itu, Moms dianjurkan untuk segera periksakan diri ke dokter kandungan jika Moms merasa ada perubahan yang tidak wajar selama masa kehamilan.

 

Diagnosis Kista Saat Hamil

Menurut laman yang dilansir oleh Very Well Family, kista saat hamil pada ibu hamil seringkali dapat terdeteksi melalui pemeriksaan ultrasonografi atau USG. Untuk dapat melihat dengan jelas kista saat hamil tersebut, bisa juga menggunakan jenis USG ultrasonografi transvaginal yang dilakukan dari dalam vagina. Kista ovarium adalah kista yang paling sering terdeteksi pada wanita dan ibu hamil.

Selama masa kehamilan, pemantauan rutin menggunakan USG akan dilakukan oleh para ibu hamil untuk memantau perkembangan janin di dalam kandungan. Jadi, kista ini mungkin lebih sering didiagnosis selama kehamilan. Dokter atau bidan mungkin menganjurkan untuk menjalani USG tindak lanjut untuk memeriksa kista jika Moms terus menunjukkan gejala. Jika tidak terdeteksi kista yang berbahaya, biasanya tidak diperlukan tindak lanjut.

 

Baca juga: Moms, Ini Dia Waktu yang Tepat untuk Melakukan USG

 

Pengaruh Kista pada Kehamilan

Setelah melakukan diagnosis melalui pemeriksaan ultrasonografi atau USG dan terdeteksi adanya kista di indung telur atau ovarium, biasanya dokter akan memantau terlebih dahulu perkembangan kista tersebut untuk menentukan tindakan yang diperlukan. Pasalnya, kista saat hamil belum tentu dapat menyebabkan masalah atau komplikasi pada kehamilan. 

Jika ukuran kista ovarium pada ibu hamil kecil dan tidak berbahaya, Moms hanya akan diminta untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan dan menjalani tes ultrasonografi atau USG untuk melihat apakah kista sudah makin mengecil atau hilang seluruhnya. Kista ovarium saat hamil bisa hilang sendiri karena pecah. Biasanya, pecahnya kista yang berukuran kecil tidak akan menunjukkan gejala apapun pada ibu hamil. Namun, jika kista ovarium yang pecah berukuran cukup besar (di atas 8 cm), ibu hamil akan tiba-tiba merasakan sakit yang cukup parah. 

Pada beberapa kasus, pecahnya kista ovarium bisa menyebabkan perdarahan pada vagina. Hal ini sering kali disalahpahami sebagai keguguran. Penyebab keguguran ini paling sering terjadi. Pada kenyataannya, janin di dalam kandungan tidak akan terganggu saat kista di indung telur Moms pecah atau terpuntir. Jadi, kista saat hamil tidak berbahaya bagi janin dan ibu hamil. Meskipun begitu, Moms harus selalu berkonsultasi dengan dokter terkait kondisi selama masa kehamilan.

 

Selama masa kehamilan, Moms harus selalu menjaga kesehatan. Selain itu, moms juga dianjurkan untuk selalu mengonsumsi suplemen kehamilan yang sesuai dengan resep dokter. Salah satu suplemen kehamilan tersebut dapat dipenuhi dengan mengonsumsi PRENAVITA Milk Vanilla Flavoured Powder Drinkyaitu minuman suplemen kehamilan yang mengandung banyak nutrisi vitamin yang tentunya bermanfaat untuk kesehatan ibu hamil dan janin di dalam kandungan. Produk ini bisa didapatkan di official website MOOIMOM.

Share IconBagikan Artikel

Facebook ShareTwitter Share
YOU MAY ALSO LIKE