mamapedia search icon mamapedia icon

Subtotal

View Bag

Bumbu Aromatik untuk MPASI Bayi 6 Bulan, Agar Si Kecil Lahap Makan

Bumbu Aromatik untuk MPASI Bayi 6 Bulan, Agar Si Kecil Lahap Makan

Tidak dianjurkannya menambahkan gula dan garam ke dalam Makanan Pendamping ASI (MPASI) hingga anak berusia 1 tahun, sering membuat Moms baru galau dan takut jika anak tidak akan menyukai makanan yang dihidangkan. Terkhusus untuk anak-anak yang susah makan dan suka pilih-pilih makanan, tidak jarang membuat Moms stres dan kebingungan memadu padankan bahan masakan agar MPASI yang dihasilkan bisa memilki rasa yang enak dan gurih. 

Bumbu Untuk MPASI 6 Bulan

mpasi bayi 6 bulan

Bayi hanya membutuhkan kurang dari 1 gram garam setiap hari sampai usianya 12 bulan. Bahkan, saat usianya 1-3 tahun, bayi hanya memerlukan asupan garam sebesar 2 gram. Jika asupan garam bayi lebih dari ini, justru dapat membahayakan kesehatan bayi karena ginjal bayi tidak dapat menangani garam lebih banyak dari jumlah tersebut.

Gula yang dimaksud ialah gula buatan yang dibuat lewat proses kimiawi seperti gula pasir, atau gula pada makanan kemasan. Konsumsi gula jenis ini berbahaya untuk si kecil karena dibuat dengan melalui berbagai tahap penyulingan di pabrik dan menggunakan bahan kimia, menyebabkan kerusakan pada gigi, melemahnya sistem kekebalan tubuh serta memicu serangan diabetes dan obesitas (theAsianparent Indonesia)

Tanpa gula garam belum tentu hambar ya moms. Banyak bumbu aromatik dan bahan masakan yang bisa dijadikan sebagai penambah rasa gurih pada MPASI bayi 6 bulan. Yang pastinya bukan MSG dan merupakan bahan-bahan alami kaya manfaat.

Yuk simak beberapa bumbu dapur yang bisa Moms jadikan bumbu aromatik pengganti gula dan garam pada MPASI bayi 6 bulan dibawah ini:

Duo Bawang (Bawang Merah dan Bawang Putih)

Pasangan yang tak terpisahkan ini sudah menjadi bumbu aromatik wajib hampir di seluruh masakan, tidak terkecuali MPASI bayi 6 bulan. Moms bisa mencincang halus atau memarutnya, kemudian langsung ditambahkan ke dalam MPASI bayi 6 bulan yang akan dimasak. Tapi jika ingin menciptakan rasa dan aroma yang lebih kuat, bisa dengan cara menumis terlebih dahulu hingga wangi, baru dicampurkan ke dalam MPASI bayi 6 bulan yang dimasak. Dijamin rasanya jauh lebih sedap. Tapi jika stok bawang merah habis, aroma dan rasa yang kuat dari bawang putih juga sudah cukup kok untuk menambah kelezatan MPASI.

Bawang Bombay

Biasanya bawang bombay digunakan sebagai pelengkap pada menu tumisan untuk mendapatkan aroma sedap dan rasa yang lebih gurih. Jika anak sudah bisa mengunyah makanan yang dicincang kasar, maka bawang bombay bisa menjadi pilihan yang tepat untuk ditambahkan ke dalam MPASI bayi 6 bulan yang dimasak dengan cara ditumis.

Daun Bawang dan Saledri

Tambahkan potongan daun bawang dan saledri ke dalam MPASI bayi 6 bulan dapat menghasilkan rasa yang tak kalah enak. Pastikan daun bawang dan saledri dicuci bersih dari tanah yang menempel dan periksa apakah masih ada ulat atau binatang kecil di dalam rongga daun bawang. Daun ini bisa dicampurkan langsung dalam MPASI yang dimasak dengan slow cooker, MPASI bayi 6 bulan yang ditumis atau membuat sup.

Daun Jeruk

Selain menambah rasa segar dan aroma yang harum, daun jeruk juga ampuh untuk menghilangkan rasa amis dari olahan ikan atau ayam dalam MPASI bayi 6 bulan. Robek daun jeruk sebelum dicampurkan ke dalam masakan. Sesuaikan jumlah daun jeruk yang dimasukkan dengan banyaknya makanan yang dimasak, jangan sampai kebanyakan ya.


Baca Juga:
Yuk, Kenali Bahan Mpasi 6 Bulan Yang Sehat Dan Bergizi Bagi Si Kecil!


$[banner_single]$

Daun Salam

Mau dimasak langsung menjadi bubur, mau ditumis, dimasak santan, dipepes atau diungkap, semua jenis masakan MPASI bayi 6 bulan akan jauh lebih wangi dan sedap jika ditambahkan daun salam. Hanya saja Moms harus berhati-hati menakar banyaknya daun salam yang dimasukkan, karena kalau terlalu banyak akan menimbulkan rasa pahit dalam MPASI. Apalagi saat memasak MPASI untuk anak berusia 6 bulan yang jumlahnya masih sedikit, mungkin hanya perlu memasukkan sepertiga dari satu helai daun salam.

Tomat

Selain kaya akan vitamin, tomat ternyata bisa menyedapkan masakan loh. Mencampurkan cincangan daging tomat ke dalam MPASI dijamin bisa menambahkan rasa gurih. Sebaiknya buang kulit dan biji tomat jika anak baru memulai tahap MPASI agar tidak tersedak saat makan. 

Oregano

Bumbu khas Italia beraroma khas ini juga mampu menambah kelezatan dalam berbagai masakan, apalagi olahan pasta yang creamy, tentunya akan sangat lengkap jika ditaburi oregano. Meskipun dari benua lain, oregano sangat mudah ditemukan di Indonesia. Banyak dijual di supermaket dengan harga terjangkau. Cukup taburkan sejumput oregano dalam satu porsi makanan si kecil, MPASI akan terasa lebih sedap saat disantap.

Kaldu

Selain manfaatnya yang sangat bagus untuk pertumbuhan anak, air kaldu sudah menjadi hal umum yang diketahui semua Moms untuk menambahkan rasa gurih dalam MPASI. Beragam jenis kaldu seperti kaldu ayam, kaldu ceker, kaldu sapi, kaldu salmon, kaldu udang bahkan kaldu jamur, semuanya dijamin bisa menggurihkan makanan anak. Saking fenomenalnya penggunaan kaldu ini, sudah banyak yang menjual kaldu bubuk kemasan yang dicap bebas gula, garam dan MSG. Namun sebenarnya jika ingin membuat sendiri, tidak terlalu sudah kok. Hanya saja membutuhkan waktu yang sangat lama sampai benar-benar menghasilkan air kaldu yang kental dan gurih.

Serai

Menambahkan potongan serai saat menanak nasi atau menumis dan membuat menu MPASI berkuah santan akan memberikan aroma kuat dengan rasa khas yang membangkitkan selera makan. Tentunya dikombinasikan bersama bumbu aromatik lain seperti bawang, daun jeruk atau daun salam. Untuk menghindari rasa yang terlalu kuat, serai bisa digeprek dan disimpul agar tidak terlalu panjang dan sulit saat dimasak.

Minyak Wijen

Menumis bawang dengan minyak wijen atau memasukkan sedikit minyak wijen dalam MPASI akan memberikan cita rasa yang berbeda namun tetap nikmat. Jika bosan dengan rasa yang itu-itu saja, cobalah menambahkan minyak wijen saat memasak MPASI. Minyak wijen sangat cocok untuk masakan yang ditumis atau berkuah kental. Sesekali membuat nasi goreng dengan tambahan minyak wijen juga bisa menjadi solusi variasi menu makan anak. Namun perlu diingat, sebelum menambahkan minyak wijen ke dalam MPASI, pastikan dulu bahwa anak tidak memilki riwayat alergi terhadap wijen dan olahannya. 


Baca Juga:
Mengenal 5 Manfaat Edamame untuk MPASI Bayi


Jahe

Selain khasiatnya yang menyehatkan dan memberikan rasa hangat pada tubuh, jahe juga bisa menambah rasa sedap pada masakan. Amis pada ayam, ikan dan olahan seafood lainnya dapat dihilangkan dengan menambahkan irisan jahe. MPASI yang bersantan, ditumis, diungkap atau masakan manis seperti bubur kacang hijau bisa dimasak bersama irisan jahe untuk menghasilkan rasa yang lebih sedap.

Kunyit

Menambahkan sedikit kunyit yang dihaluskan ke dalam MPASI terbukti dapat menambah rasa pada masakan. Jika dicampurkan dengan nasi seperti pada nasi kuning, warna yang dihasilkan pun dapat menarik nafsu makan anak yang bosan dengan warna nasi putih. Biasanya kunyit digunakan untuk makanan bersantan atau gulai, pepes jika ingin berwarna kuning, lauk yang diungkap dan sebagai pewarna alami dalam pengolahan berbagai jenis makanan. 

Lengkuas

Moms harus tahu dong ya bedanya jahe dan lengkuas? Lengkuas ini memiliki serat yang lebih kasar dan lebih keras dari pada jahe. Kalau masalah penggunaannya sih sama, sama-sama digeprek. Walaupun ada beberapa Moms yang lebih sering menghaluskan jahe saat mencampurkannya dalam masakan. Dengan mencampurkan seiris tipis jahe geprek pada masakan MPASI yang ditumis atau dikuah santan, maka kelezatan yang dihasilkan akan lebih maksimal.

Saat si kecil sudah mulai MPASI, Moms bisa gunakan peralatan MPASI yang berkualitas agar menunjang proses belajar makan si kecil. Moms bisa menggunakan mangkok bayi dari MOOIMOM. Moms tidak perlu khawatir Si Kecil akan terkena tumpahan makanan saat ia makan sendiri karena karet di bagian bawah mangkuk menghisap kuat dan tidak akan membuat mangkuk makan bergeser kesana kemari.

$[banner_single]$


 

Bagikan Artikel: