Mamapedia Logo
Bolehkah bayi tidur tengkurap? Moms Wajib Tahu!

Bolehkah bayi tidur tengkurap? Simak Disini, Moms!

author iconKenhari
date icon17 03 2021
category iconGaya Hidup, Tumbuh Kembang Anak, Tips, Kelahiran Anak,

Tidur yang yang berkualitas amat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi. Agar bayi dapat tidur dengan nyenyak, serangkaian pengaturan lingkungan harus dilakukan oleh orang tua. Lalu, posisi tidur apa yang paling cocok untuk bayi? Bolehkah bayi tidur tengkurap? Klik Disini!

Beberapa bayi mungkin merasa nyaman apabila tidur tengkurap. Hal ini harus diwaspadai karena menimbulkan berbagai risiko. Terutama pada bayi yang baru lahir. Sebaiknya hindari bayi tidur tengkurap sampai bayi mama bisa berguling dan tengkurap sendiri. Moms ini 5 Resiko Jika bayi Tidur Tengkurap. Klik Disini!

Dilansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), posisi tidur ini berkaitan dengan sudden infant death syndrome(SIDS). SIDS merupakan kematian bayi mendadak yang tidak diketahui penyebabnya setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk pemeriksaan tempat kejadian, autopsi, dan riwayat penyakit. Selain SIDS, penyebab kematian bayi yang berkaitan dengan tidur misalnya kejadian terbekap, terperangkap, infeksi, penyakit metabolik, gangguan irama jantung, dan trauma.

Read more : Jadi Perdebatan, Bolehkah Bayi Tidur Tengkurap?

Apabila dijaga, bolehkan bayi tidur tengkurap? Tidak. Sebaiknya Moms menempatkan bayi pada posisi telentang saat atau menjelang tidur, meskipun Moms sempat menjaganya! Ingat, kehilangan oksigen beberapa detik saja bisa sangat fatal untuk bayi! Hindari juga meletakkan bayi tengkurap di dada atau di perut saat Moms berbaring. Jika Mama bermaksud untuk menyusui maka letakkan bayi telentang di tempat tidur dan Moms berbaring di sampingnya dengan posisi siap menyusui.

Melihat poin-poin bahaya bayi tidur tengkurap di atas, maka jelaslah bahwa sebaiknya bayi ditidurkan dalam posisi telentang. Sebaiknya menunggu bayi berusia 1 tahun untuk menidurkannya dalam posisi tengkurap. Bayi usia 1 tahun umumnya bisa berguling sendiri dari posisi tengkurap, sehingga relatif aman. Ketika merasa tidak nyaman akibat hidungnya tertutup oleh barang, bayi dapat dengan aktif mengubah posisinya.

Selain itu, bila ingin menidurkan bayi berusia 1 tahun dalam posisi tengkurap, perhatikan juga lingkungannya. Hindari menaruh boneka, bantal, atau selimut di sekitar tempat tidur bayi. Selain itu, jangan gunakan sprei yang longgar. Sprei yang berlipat juga dapat menyebabkan hidung bayi tertutup ketika tidur tengkurap.

Pastikan juga suhu ruangan terasa nyaman bagi bayi. Bila suhu terasa panas, hindari penggunaan pakaian yang terlalu tebal. Segera ganti baju bayi ketika bayi berkeringat dan gelisah, serta sesuaikan kembali suhu ruangan. Sekali lagi, ingatlah bahwa suhu panas juga berkaitan dengan SIDS.

Bila disimpulkan, tidur dalam posisi telentang merupakan rekomendasi posisi paling aman untuk bayi di bawah usia 1 tahun. Selain memperhitungkan posisi tidur yang aman, orang tua juga diharapkan untuk mengkondisikan lingkungan tidur bayi. Dengan begitu, bayi dapat tidur dengan nyenyak, berkualitas, serta tumbuh kembangnya berlangsung dengan baik.

Bayi yang dibiarkan tidur tengkurap akan menghadapi risiko ini:

1. Asupan oksigen terbatas

Ketika bayi tidur tengkurap, posisi wajahnya dekat dengan kasur sehingga menyebabkan sirkulasi udara menjadi buruk. Oksigen yang dihirupnya terbatas, yang dihirup hanya karbondioksida yang dihembuskannya. Ini bisa mengurangi jumlah oksigen yang mencapai paru-paru bayi, dan sel-sel tubuh.

2. Pernapasan terganggu

Tidur tengkurap juga akan membahayakan pernapasan bayi. Hal ini menyebabkan bayi kesulitan bernapas bahkan mati lemas.  

3. Panas berlebih

Tubuh bayi baru lahir peka terhadap perubahan suhu. Jika dibandingkan dengan orang dewasa, bayi dapat menghasilkan dan kehilangan panas tubuh sebanyak 4 kali lebih banyak. Posisi tidur tengkurap dapat mengganggu pembuangan panas tubuh sehingga menyebabkan peningkatan suhu tubuhnya. Panas berlebih pada bayi dapat menyebabkan demam atau dehidrasi.

Moms boleh membiarkan bayi tidur tengkurap ketika bayi mama sudah bisa tengkurap dan berguling sendiri. Jika bayi sudah mampu melakukan itu sendiri, biasanya kemampuan motorik kasarnya sudah lebih kompleks. Mereka sudah bisa menahan atau mengatur posisi perutnya jika merasa tidak nyaman. Biasanya ini terjadi saat bayi berumur enam bulan. Namun jika bayi mama belum bisa tengkurap dan berguling sendiri, jangan dibiarkan tidur tengkurap ya, Ma.

Posisi tidur yang aman dapat mencegah terjadinya sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Rekomendasi posisi tidur bayi yang disarankan oleh American Academy of Pediatrics adalah:

1. Bayi diposisikan telentang setiap kali tidur sampai usia satu tahun. Posisi telentang mengurangi risiko bayi mama tersedak saat tidur.
2. Singkirkan benda lembut seperti boneka atau mainan lainnya. Biarkan tempat tidurnya bersih dari mainan.
3. Dot dapat digunakan saat menidurkan bayi. Jangan pasang rantai atau tali pada dot ya, Ma.
4. Pastikan suhu kamar bayi tidak terlalu panas. Bayi sebaiknya menggunakan pakaian yang tidak terlalu tebal. Jika bayi tampak berkeringat, gelisah, serta panas saat disentuh, maka pakaian perlu diganti atau suhu ruangan perlu diturunkan. Ruangan panas juga dapat meningkatkan risiko terjadinya SIDS pada bayi.
5. Jangan gunakan alas tidur yang empuk atau lembut. Disarankan untuk menggunakan kasur padat yang dibungkus oleh seprai dengan ukuran pas.

Read more : Apa Bayi Tidur Tengkurap di Dada Ibu Berbahaya?

Share IconBagikan Artikel

Facebook ShareTwitter Share
YOU MAY ALSO LIKE