mamapedia search icon mamapedia icon

Subtotal

View Bag

Cara Mengobati Tampek pada Bayi, Moms Perlu Waspada Nih!

Cara Mengobati Tampek pada Bayi, Moms Perlu Waspada Nih!

Apakah Moms pernah mendengar istilah tampek pada bayi? Penyakit ini adalah salah satu penyakit yang cukup sering dialami bayi. Tampek sebenarnya adalah istilah lain dari campak (rubeola, measles), yang merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus yang tumbuh di sel-sel yang melapisi tenggorokkan dan paru-paru.

Tampek pada bayi termasuk penyakit yang sangat menular dan menyebar melalui udara setiap kali orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Apa itu tampek pada bayi dan apa saja sih Moms gejala tampek pada bayi yang wajib diwaspadai?

Dilansir dari Kids Health, tampek pada bayi adalah infeksi saluran pernapasan yang sifatnya menular. Ketika virus ini masuk ke dalam tubuh, virus tersebut akan menyebabkan ruam kulit pada seluruh tubuh bayi dan menimbulkan gejala seperti flu.

Tampek pada bayi bisa dibilang sangat jarang terjadi di Amerika Serikat karena imunisasi yang tersebar luas. Namun, terdapat jutaan kasus tampek pada bayi yang terjadi di seluruh dunia pada setiap tahunnya.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Bayi Menangis saat Ditidurkan

Cara Penularan Tampek pada Bayi

Tampek pada bayi menyebar saat Si Kecil menghirup atau bersentuhan langsung dengan cairan yang terinfeksi dengan virus tampek.

Penularan virus tampek bisa melalui droplet, alias cairan dari mulut penderita tampek yang menyebar lewat udara dan juga menempel pada benda-benda di sekitarnya karena bersin dan juga batuk.

Ketika virus tampek sudah masuk ke dalam tubuh, Si Kecil tidak akan langsung terkena dampaknya atau terlihat. Karena gejala tampek pada bayi akan terlihat 7 hingga 14 hari kemudian.

Penderita tampek sendiri sudah bisa menularkan penyakit atau virus tersebut pada 4 hari sebeum timbulnya ruam sampai 4 hari setelahnya. Si pengidap tampek akan di tahap paling menular saat demam, pilek, dan juga batuk. Sementara itu, jika pengdap memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah karena kondisi lain seperti HIV dan AIDS, maka ia bisa menyebarkan virus tampek hingga sembuh.

Cara Pencegahan Tampek pada Bayi

Dilansir dari The American Academy of Pediatrics untuk anak-anak, perlindungan tampek adalah dengan melakukan vaksin tampek, gondok, dan juga rubella (MMR). Selain itu, Si Kecil juga bisa diberikan vaksin campak, gondok, rubella dan varicella atau MMRV yang diberikan ketika berusia 12 sampai 15 bulan dan diberikan kembali saat Si Kecil berusia 4 sampai 6 tahun.

Vaksin ini bisa diberikan pada bayi yang berusia 6 bulan jika Si Kecil melakukan perjalanan yang bersifat internasional. Jadi, jangan lupa untuk bicara dan diskusi dengan dokter untuk mengetahui waktu yang tepat untuk mendapatkan vaksin.

  • Istirahat yang Cukup

Ketika Si Kecil terjangkit tampek, cobalah untuk memintanya beristirahat dengan cukup. Tak hanya itu, cobalah untuk mengurangi aktivitas fisik Si Kecil agar kebutuhan waktu istirahat terpenuhi.

Waktu tidur yang cukup bagi anak adalah 8 hingga 1- jam agar bisa memulihkan sistem kekebalan tubuh yang berfungsi untuk melawan virus yang sedang berkembang biak dalam tubuh.

  • Protein Bisa Jadi Obat Campak Bayi

Sangatlah penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Si Kecil agar bisa melawan virus serta bakteri yang tengah berkembang biak.

Agar tampek pada bayi bisa hilang, berikan vitamin protein imun yang juga disebut imunoglobin yang dapat dikonsumsi enak hari usai mengalami gejala tampek pada bayi.

  • Hindari Dehidrasi

Tampek pada bayi bisa membuat Si Kecil demam tinggi. Ketika demam, tubuh akan menguras cairan dan elektrolit.

Jadi, agar tubuh Si Kecil terhindar dari dehidrasi, berikanlah minuman yang cukup agar cairan tubuh yang hilang bisa langsung digantikan.

Bukan hanya demam, tampek pada bayi juga bisa membuat Si Kecil mengalami muntah dan juga diare.

  • Selalu Jaga Kebersihan

Bukanlah sebuah hal yang aneh ketika orang tua menjadi khawatir untuk memandikan anak yang sakit tampek. Pemikiran bahwa tampek bisa semakin parah karena mandi adalah sebuah hal yang umum.

Namun perlu diketahui, anggapan tersebut salah besar, Moms! Bercak yang timbul akibat tampek sangatlah gatal dan biasanya akan digaruk oleh Si Kecil. Tak jarang, banyak bayi yang perlu meminum obat khusus demi mengatasi masalah kulit tersebut.

Baca Juga: 10 Penyebab Bayi Menangis, Tak Perlu Panik!

Cara Mengobati Tampek

Penyakit tampek pada bayi dapat sembuh sendiri secara bertahap dalam beberapa hari. Namun untuk membantu meredakan gejala, penderita bisa banyak minum air putih dan minum obat pereda nyeri. Asupan suplemen vitamin A juga bisa membantu meredakan gejala.

Kunci mengatasi penyakit tampek pada bayi anak adalah dengan memperbanyak istirahat. Oleh karena itu, pastikan anak mengurangi aktivitas fisik dan bermainnya untuk sementara waktu.

Selain itu, memerhatikan asupan makanan bergizi memegang peranan penting untuk mengatasi campak pada bayi dan anak. Konsumsilah makanan bergizi seimbang dari buah dan sayuran yang banyak mengandung vitamin.

Banyak orang percaya jika campak pada bayi dan anak tidak boleh kena air karena dapat memperparah bercak merah di kulitnya. Akibatnya, tidak sedikit orangtua yang tidak memperbolehkan anaknya untuk mandi.

Padahal faktanya, setelah anak sudah tidak demam lagi, kamu dapat memandikannya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi gatal karena ruam sekaligus memberikan kenyamanan untuk si Kecil. Apabila si Kecil kerap rewel karena merasa tubuhnya tidak nyaman dengan memberikan  MOOIMOM Baby Pillow.

Dapatkan di www.mooimom.id atau klik gambar di atas ya Moms!

 

Bagikan Artikel: