MOOIMOM Mamapedia logo
menu icon
close icon
back to MOOIMOM icon

Shop at MOOIMOM

MOOIMOM Mamapedia logo
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )

Follow us
instagram iconfacebook iconline iconyoutube icon
@ Copyright MOOIMOM PTE. LTD - All Rights Reserved

    8 Cara Membantu Bayi Cepat Gemuk

    author icon

    Ika

    calendar icon

    27 May 2021

    category icon

    0-6 bulan

    category icon

    0-6 bulan

    8 Cara Membantu Bayi Cepat Gemuk

    Beberapa bayi mengalami kesulitan makan. Kesusahan itu membuat berat badannya sulit naik. Ada pelbagai yang mencegah kalori—salah satu zat penopang pertumbuhan berat badan bayi—terserap tubuh. Misalnya bayi mengalami kesulitan menelan, muntah di antara waktu makan, memiliki alergi, mengalami refluks, atau mengalami diare berkepanjangan. Untuk mengatasi hal ini, tentunya Moms harus berkonsultasi dengan dokter anak, supaya mendapat intervensi medis yang tepat.

    Apabila setelah berkonsultasi ternyata kondisi bayi aman dan kurva pertumbuhan berat badan sesuai, Moms tak perlu khawatir. Berupaya meningkatkan berat badan bayi saat tidak diperlukan justru meningkatkan risiko perilaku makan kurang sehat di kemudian hari. Namun, jika kurva pertumbuhan berat badan bayi menunjukkan informasi waspada, langkah-langkah evaluasi berikut ini bisa membantu Moms meningkatkan berat badan Si Kecil.

    1. Teruslah Menyusui

    Apabila saat ini bayi baru belajar menyusu, begitu juga dengan ibunya. Teruslah belajar tentang seluk beluk menyusui. Hubungi konselor laktasi untuk membantu apakah Moms sudah menyusui dengan benar. Selain itu, konselor akan membantu memberi saran jika terjadi keluhan pada payudara.

    1. Tingkatkan Suplai ASI

    Moms mungkin ketakutan suplai ASI tidak cukup untuk Si Kecil. Kekhawatiran ini adalah wajar dan dialami kebanyakan ibu menyusui. Untuk meningkatkan suplai, jaga bayi dekat dengan Moms, susui setiap 1-2 jam sekali, dan perbanyak istirahat. Imbangi dengan makan makanan bergizi dan hindari stres.

    1. Ganti Susu Formula

    Pada bayi yang minum susu formula, jika terjadi kenaikan berat badan yang tidak signifikan, maka perlu dipertimbangkan ganti merek. Konsultasikan dengan dokter jika bayi mengalami refluks, eksim, diare, sembelit, atau masalah lainnya. Ada indikasi bayi tidak cocok dengan merek susu formula tertentu, atau memang ia memiliki alergi dan intoleransi laktosa.

    1. Pastikan Pembuatan Sufor Tercampur dengan Benar

    Moms perlu memastikan pembuatan susu formula mengikuti petunjuk yang tepat. Keseimbangan antara air dan bubuk susu bisa memengaruhi kalori yang didapat oleh bayi. Terlalu banyak air berarti bayi hanya sedikit mendapat kalori.

    Baca juga: Sumber Lemak untuk Bayi 1 Tahun

    1. Beri Lemak pada Makanan Bayi

    Bayi yang sudah makan makanan padat membutuhkan lemak dalam asupannya. Lemak sehat yang terkandung dalam minyak zaitun dan alpukat baik untuk perkembangan otak bayi.

    1. Beri Makanan Berkalori Tinggi

    Pilihlah makanan yang mengandung kalori tinggi, seperti daging sapi, kaki ayam, dan daging kalkun giling.

    1. Pilih Buah Berkalori Tinggi

    Tawarkan kepada Si Kecil buah-buahan dengan kandungan kalori lebih tinggi, seperti pisang, pir, dan alpukat.

    1. Beri Vitamin dan Suplemen

    Meskipun sebagian bayi dilahirkan dengan simpanan zat besi, namun hanya cukup bertahan di dalam tubuh selama 4 bulan pertama. Setelah bayi makan, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bayi perlu tambahan suplemen zat besi. Selain suplemen, Moms diimbau memasak bahan makanan yang kaya zat besi seperti hati ayam atau sapi.

               Baca juga: Tips Memenuhi Zat Besi pada Bayi

    Selain soal asupan, ada hal-hal terkait perilaku makan yang memengaruhi Si Kecil doyan makan atau tidak. Beberapa hal tersebut, seperti:

    • Untuk bulan-bulan pertama belajar makan, ingatlah untuk menyelaraskan waktu makan dengan kebutuhan biologis bayi. Buatlah jadwal makan yang nyaman untuk Si Kecil. Seiring bertambahnya usia, Si Kecil akan terbiasa dengan jadwal makan yang telah ditentukan.
    • Setelah bayi mulai mengenal makan, jadwal makan yang teratur akan mendorong kebiasaan bayi makan secara tepat waktu. Pastikan untuk membedakan kapan makan makanan ringan atau camilan, dan kapan makan besar. Buatlah jeda waktu yang berkesadaran supaya perut bayi tidak kekenyangan karena jarak makan yang terlalu dekat.
    • Ciptakan situasi makan bersama keluarga yang kondusif sehingga bayi semakin semangat makan. Minimalkan gangguan dengan mematikan ponsel atau televisi.
    • Buatlah waktu makan menjadi momen yang menyenangkan. Jangan paksa jika anak menolak untuk makan menu tertentu. Tetap tawarkan namun tidak memaksa agar tidak menimbulkan rasa trauma.
    • Terakhir, Moms harus bersabar karena belajar makan adalah pembelajaran yang tidak mudah bagi bayi. Rencanakan berbagai menu baru agar lidahnya semakin kaya rasa. Mungkin, bayi akan menolak menu baru karena rasanya yang asing. Beri Si Kecil waktu agar terbiasa, dan terus tawarkan di beberapa kesempatan berbeda.

    Sembari mengecek pertambahan berat badan bayi, Moms bisa memilihkan produk-produk terbaik untuk Si Kecil. Website Mooimom menawarkan perlengkapan bayi yang aman dan terjamin kualitasnya. Selamat memilihkan yang terbaik untuk Si Kecil, ya.

    pola asuh
    tips parenting
    perkembangan bayi
    kesehatan bayi
    bayi sehat
    0-6 bulan
    7-12 bulan

    Bagikan Artikel


    TRENDING PRODUK

    Artikel Terkait

    free consultation iconfree consultation icon