mamapedia search icon mamapedia icon

Subtotal

View Bag

Mesti Dihindari, Ini 6 Pantangan Penyakit Campak pada Anak

Mesti Dihindari, Ini 6 Pantangan Penyakit Campak pada Anak

Campak adalah penyakit yang menunjukan gejala ruam pada seluruh tubuh dan sangat menular. Campak bisa mengarah pada komplikasi yang lebih serius dan sangat mengganggu. Umumnya, gejala campak muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah tubuh terkena virus campak tersebut. 

Penularan campak umumnya terjadi melalui percikan cairan yang dikeluarkan oleh pengidap campak saat bersin dan batuk. Siapa pun yang menghirup percikan cairan tersebut maka akan tertular campak. Virus campak sendiri bisa bertahan selama beberapa jam dan bisa dengan mudah menempel pada benda-benda. Jika seseorang menyentuh benda yang terlanjur dihinggapi virus campak, maka besar kemungkinan dirinya akan tertular campak.

6 Pantangan Saat Anak Sakit Campak

Baca Juga: Campak pada Bayi, Tanda-Tandanya Mirip Ruam akibat Roseola infantum

1. Bermain di luar ruangan atau di tempat keramaian

Walaupun anak tergolong aktif atau senang bermain di luar, pantangan yang perlu diterapkan dengan baik adalah menghindari aktivitas di luar rumah. Ketika anak mengalami campak, sebaiknya anak tetap di rumah saja, hindari untuk membawanya keluar rumah seperti sekolah atau tempat keramaian.

Hal ini bertujuan untuk menjaga kebersihan serta menghindari penularan pada orang lain. Terutama, batas aktivitas anak pada empat hari pertama sejak ruam mulai muncul di tubuh. Serta, hindari pula terkena paparan cahaya yang terlalu silau.

Selain itu, perhatikan agar anak tidak kontak dengan orang lain yang rentan terinfeksi campak, seperti bayi yang masih kecil, bayi yang belum mendapatkan vaksin MMR, dan orang dengan masalah imunitas.

2. Tidak menutup mulut saat bersin atau batuk

Karena virus campak dapat sangat menular, maka pastikan anak untuk selalu menutup mulut dan hidung saat bersim maupun batuk. Kemudian, selalu sediakan sapu tangan atau tissue yang langsung buang setelah digunakan.

Namun jika tidak ada sapu tangan atau tissue, maka Moms bisa mengajarkan anak untuk menggunakan bagian dalam siku saat batuk atau bersin, hindari menutup dengan tangan karena menjadi media kontaminasi ke benda-benda yang ada di sekitar anak.

3. Mandi menggunakan air dingin

Baca Juga: Inilah 4 Daftar Obat Sakit Gigi untuk Anak Balita

Sebelumnya ada mitos yang mengatakan bahwa anak yang sedang menderita campak, sebaiknya tidak mandi terlebih dahulu karena dikhawatirkan dapat membuat campak semakin parah. Namun, sebenarnya, anak yang sedang campak diperbolehkan untuk mandi.

Namun harus menggunakan air hangat dan bukan air dingin. Anak harus tetap mandi rutin untuk menjaga kesehatan kulitnya. Kemudian, sebaiknya mandi dilakukan dengan cara membasuh badan dan tidak menggosoknya terlalu kencang.

4. Jarang mencuci tangan setelah bersin atau batuk

Selanjutnya pantangan yang paling sering dilakukan adalah anak tidak langsung mencuci tangan, saat bersin atau batuk. Sebaiknya, Mama dapat selalu ingatkan anak agar cuci tangan setiap kali ia bersin, batuk, atau memegang benda-benda di sekitarnya.

Dengan mencuci tangan, efektif untuk memastikan tidak ada bakteri atau virus yang menempel di tangan. Ingatkan anak untuk cuci tangan dengan sabun selama 20 detik, kemudian bilas menggunakan air bersih yang mengalir. Lalu dikeringkan dengan tissue atau handuk yang bersih.

5. Kurang minum hingga tubuh dehidrasi

Selain saat dalam kondisi tubuh yang sehat, anak juga perlu meningkatkan konsumsi air putih untuk menghindari tubuh dari dehidrasi. Jika tubuh anak dehidrasi atau kekurangan cairan, bisa berdampak pada kulitnya yang menjadi lebih kering.

Sehingga, rasa gatal dan tidak nyaman yang timbul karena penyakit campak dapat semakin terasa. Jika semakin gatal, ingatkan untuk tidak menggaruk bagian tubuh yang gatal atau ruam karena bisa menyebabkan kulit anak menjadi luka.

6. Menggunakan barang-barang pribadi secara bersamaan

Saat anak terkena campak, sebaiknya pisahkan kebutuhan pribadi anak dengan anggota keluarga lain di rumah. Hal ini untuk memastikan perlaku higenis serta menghindari adanya penularan pada anggota keluarga yang rentan.

Contohnya seperti sikat gigi, handuk, sendok, garpu, piring, hingga gelas. Ketika anak sudah dalam tahap pemulihan dan sudah kembali ke sekolah, sebaiknya berikan nama pada barang-barang pribadi anak untuk menghindari tertukar dengan teman sekolahnya.

Dimusim yang banyak virus, Moms bisa gunakan Oh My Orange Antibacterial Laundry Detergent.

Bagikan Artikel: