MOOIMOM Mamapedia logo
menu icon
close icon
back to MOOIMOM icon

Shop at MOOIMOM

MOOIMOM Mamapedia logo
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )

Follow us
instagram iconfacebook iconline iconyoutube icon
@ Copyright MOOIMOM PTE. LTD - All Rights Reserved

    Kenali Tanda Warna ASI yang Tidak Normal

    author icon

    Gisela Niken

    calendar icon

    30 Sep 2020

    category icon

    Tips Menyusui

    category icon

    Tips Menyusui

    Kenali Tanda Warna ASI yang Tidak Normal

    Warna ASI memang bisa menjadi indikator penting mengenai kondisi dan kualitas ASI Moms. Artinya Moms bisa mengetahui apakah ASI tersebut berkualitas dan normal atau tidak. Maka dari itu, Moms perlu mengenali beberapa tanda jika warna ASI tidak normal.

    Warna ASI

    Mengenal Perubahan Warna ASI yang Tidak Normal

    Ada banyak alasan mengapa warna ASI bisa berubah sehingga menjadi tidak normal. Umumnya perubahan ini terjadi karena beberapa hal yang terjadi di luar proses alami dalam tubuh. Meskipun warnanya tidak normal, umumnya memang tidak membahayakan bayi.

    Hanya saja beberapa tanda warna ASI ini justru menandakan ada masalah dalam tubuh Moms. Perubahan warna ASI ini bisa saja terjadi karena makanan hingga obat-obatan yang Moms konsumsi sehari-hari. Apa saja perubahan pada warna ASI yang tidak normal? Ini daftarnya.

    Warna Merah dan Oranye

    Perubahan warna ASI dengan merujuk pada merah menuju oranye ini umumnya disebabkan oleh minuman maupun makanan yang mengandung perwarna. Jika Moms habis mengkonsumsi soda, susu atau jus yang berwarna merah maka sangat mungkin warna ASI ikut berubah.

    Warna Hijau

    Warna ASI juga mungkin berubah menjadi agak kehijauan. Sesuai dengan warnanya tentu ada kemungkinan Moms terlalu sering mengkonsumsi makanan berwarna hijau misalnya rumput laut dan juga daun. Perubahan warna menjadi kehijauan juga bisa disebabkan oleh suplemen atau vitamin yang Moms konsumsi.

    Warna Cokelat

    Jika warna ASI berubah menjadi cokelat, bisa jadi ASI sudah bercampur dengan sedikit darah. Umumnya ini terjadi karena adanya luka di bagian puting. Jika terjadi seperti ini, Moms perlu merawatnya terlebih dahulu sampai kering. Biasanya kondisinya akan kembali normal bila lukanya juga sudah normal. Kondisi ini tidak akan membahayakan bayi kok, Moms.

    Untuk itu, Moms perlu memperhatikan teknik menyusui dan pumping yang aman supaya tidak terjadi luka. Salah satunya adalah dengan memilih pompa ASI yang tepat. Moms perlu mencari pompa ASI yang pas dengan ukuran payudara dan nyaman dipakai. Salah satunya adalah MOOIMOM New Natural Comfort Electric Breast Pump.

    Warna Hitam

    Perubahan warna ASI ke warna hitam ini mungkin memang jarang terjadi. Biasanya kondisi ini disebabkan oleh konsumsi obat-obatan tertentu terutama yang mengandung minosiklin. Moms sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat yang ramah dan aman untuk ibu menyusui.

    Secara umum perubahan warna ASI di atas memang tidak perlu dikhawatirkan. Hanya saja Moms mungkin harus sedikit waspada bila perubahannya terus terjadi. Apalagi jika disertai dengan rasa nyeri, gatal dan muncul pendarahan. Segera konsultasikan ke dokter jika kondisi tersebut terjadi pada Moms.

    Mengenal Warna ASI yang Normal

    Setelah memahami warna ASI yang bisa dibilang tidak biasa, Moms juga perlu mengetahui warna ASI yang umumnya normal terjadi. Tentunya warna tersebut akan berubah seiring berkembangnya usia anak.

    Warna ASI kekuningan agak oranye

    Biasanya warna ini sebagai tanda kolostrum atau ASI yang pertama kali keluar. Umumnya akan keluar setelah persalinan. ASI akan tampak berwarna kekuningan, terkadang berwarna agak oranye. Penyebab dari warna ASI ini adalah tingginya kandungan beta karoten dalam kolostrum.

    Tak hanya warna saja, terdapat perbedan tekstur. Teksturnya lebih kental dibandingkan ASI pada umumnya. Jadi jangan anggap bahwa ASI yang keluar itu kurang bersih dan membuangnya. Padahal, kolostrum sendiri memiliki kandungan gizi tinggi dan sudah menyesuaikan dengan kebutuhan bayi yang baru saja lahir.

    Warna ASI putih semburat kebiruan

    Setelah dua minggu setelah persalinan, payudara akan memproduksi ASI matang. Warna ASI tentu berubah karena dipengaruhi oleh kandungan lemak yang ada di dalamnya. Biasanya, warna ASI menjadi putih mutlak dan terdapat semburat berwarna biru samar. Umumnya, ASI ini disebut foremilk. Tekstur ASI sendiri encer dan bening dan memiliki kandungan lemak yang rendah.

    Warna ASI putih kekuningan

    Setelah foremilk muncul, tekstur ASI akan mulai menjadi lebih kental. Warna ASI juga berangsur kekuningan. Kondisi ini yang disebut dengan hindmilk. Warna kekuningan bisa muncul seiring dengan semakin pekatnya tekstur ASI. Kondisi ini terjadi kandungan lemak yang meningkat.

    Warna ASI mulai berubah putih

    Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kolostrum biasanya hanya diproduksi hingga hari kelima pasca persalinan. Setelah itu, payudara kemudian memproduksi transitional milk atau yang biasa disebut ASI transisi. Proses ini terjadi selama kurang lebih dua minggu.

    Kondisi ini mungkin berbeda bagi Moms yang sudah pernah melahirkan sebelumnya. Perubahan dari kolostrum menjadi ASI transisi bisa berlangsung lebih cepat. Bisa dibilang ASI transisi merupakan percampuran antara kolostrum dan ASI matang. Warna ASI juga akan mulai berubah dari kekuningan menjadi putih. Volumenya pun mulai meningkat dan tidak seperti kolostrum.

     

     

    ibu menyusui
    asi eksklusif
    masalah menyusui
    tips menyusui
    asi

    Bagikan Artikel


    TRENDING PRODUK

    Artikel Terkait



    free consultation iconfree consultation icon