Mamapedia Logo
Moms, Ini 5 Ciri yang Menunjukkan ASI Perah Sudah Basi

Moms, Ini 5 Ciri yang Menunjukkan ASI Perah Sudah Basi

author iconDinda Ayu Saraswati
date icon28 07 2020
category iconKehamilan & Menyusui, Menyusui,

Bagi Moms yang memiliki aktivitas padat, menyimpan stok ASI perah adalah salah satu cara untuk memberikan ASI eksklusif pada si Kecil.

Namun, menyimpan ASI perah tentu tidak bisa sembarangan agar kualitasnya tetap terjaga guna mencegah muncul ciri-ciri sudah basi.

Semuanya tidak boleh dilakukan asal-asalan, karena salah sedikit saja, bisa-bisa kualitas ASIP berkurang lho, Moms. Lebih parahnya, manajemen ASIP yang tidak sempurna bisa menyebabkan ASI basi! 

Lantas, apa ciri-ciri atau tanda-tanda yang perlu diperhatikan jika ASI perah yang Moms simpan sudah basi dan tidak bagus lagi untuk diberikan kepada bayi? 

Ciri-Ciri ASI Basi

Menurut IDAI, ASI yang dihangatkan memang terkadang berbau seperti sabun, karena hancurnya komponen lemak. Apakah ASI yang berbau sabun itu berbahaya? Tenang saja, Moms, ASI dalam kondisi ini masih aman untuk dikonsumsi anak, kok.

Lalu, seperti apa ciri-ciri ASI basi? Simak tanda di bawah ini yuk, Moms.

1. Berbau Tidak Sedap

Mengutip Modern Mom, bau ASIP basi agak mirip dengan susu sapi basi. Tetap ada aroma susu, namun agak asam.

2. Tidak Larut saat Diaduk

Walaupun ASIP memang memiliki beberapa bagian yang kurang menyatu jika dimasukkan ke kulkas, namun ASIP segera akan menyatu lagi jika Anda aduk. Jika ASI Anda tidak menyatu saat diaduk (bukan dikocok), atau jika terlihat ada gumpalan di ASI yang tidak akan larut, maka bisa dipastikan ASI Anda sudah basi.

Baca Juga: Moms, Begini Cara Menyimpan ASI Tanpa Kulkas agar Tidak Basi

3. Disimpan di Kulkas Lebih dari 3 Hari

Menurut BabyCenter, kesegaran ASIP tetap terjadi jika Moms menyimpannya di kulkas (bukan freezer) selama 3-5 hari.

Namun, itu tergantung temperatur dan lokasi penyimpanan ASI tersebut.

Jika Moms tidak menyimpannya di ‘tengah’ kulkas, Moms  menyimpannya di pintu kulkas yang sering dibuka, ASI disimpan bersama bahan makanan lain atau ASI lama, maka besar kemungkinan ASIP Anda sudah basi dalam 3 hari.

4. Botol ASIP Tidak Tertutup Rapat

Jangankan ASI, makanan yang tidak tertutup rapat saja akan lebih mudah basi.

Jadi jika ASI tidak ditutup dengan rapat sempurna, maka kemungkinan ASI Anda lebih mudah basi atau terkontaminasi bakteri lebih besar.

Mayo Clinic merekomendasikan untuk menyimpan ASI di botol plastik keras atau kaca, atau di Kantong ASI yang didesain khusus untuk menyimpan ASI.

Moms bisa gunakan Kantong ASI MOOIMOM yang memiliki bahan yang kuat dibanding wadah biasa, sehingga ASI tidak mudah basi.

Bagi Moms yang aktif bekerja. Akan sangat tenang meninggalkan Si Kecil saat bekerja ketika Moms bisa tetap menyediakan ASI yang berkualitas. Dengan bahan yang aman, Kantong ASI MOOIMOM ini sangat membantu Moms untuk menyimpan ASI di lemari pendingin maupun freezer.

Kantong ASI MOOIMOM 100% bebas Bisphenol-A (BPA). Dilengkapi dengan double resleting anti bocor, tidak berbau dan tidak mudah tumpah.

5. ASIP Terasa Asam

Tentu saja, cara terbaik dan termudah untuk mengetahui ASIP basi atau tidak adalah dengan mencobanya. Jika rasa ASIP Anda asam, agak mirip asamnya dengan rasa susu sapi basi, maka sebaiknya ASIP tersebut tidak diberikan pada anak Anda.

Share IconBagikan Artikel

Facebook ShareTwitter Share
YOU MAY ALSO LIKE