Mamapedia Logo
Cara Alami Agar Cepat Hamil, Tidak Perlu Pakai Obat!

Cara Alami Agar Cepat Hamil, Tidak Perlu Pakai Obat!

author iconDinda Ayu Saraswati
date icon26 04 2021
category iconKehamilan & Menyusui, Gizi & Kesehatan, Masa Kehamilan,

Apakah Moms termasuk yang ingin cepat hamil? Jika iya, cara alami agar cepat hamil yang paling penting adalah menjaga kesehatan organ reproduksi. Nah, kondisi organ ini pun sangat dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari, termasuk pola makan harian. Supaya kesuburan tetap terjaga, pilihlah makanan dan minuman yang mengandung sumber vitamin serta mineral.

Hindari mengonsumsi makanan berpengawet dan terlalu banyak mengandung zat pemanis serta pewarna buatan. Hal ini bisa mengganggu kesehatan kesuburan Moms.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Aplikasi Menghitung Masa Subur

Cara Alami Agar Cepat Hamil

Berikut ini berbagai cara alami agar cepat hamil, bagi Moms yang ingin segera memiliki momongan:

1. Memperbanyak Konsumsi Sayur dan Buah

Terlalu banyak mengonsumsi daging merah membuat wanita dua kali lebih mungkin terkena fibroid rahim yang dapat ganggu kesuburan. Banyak makan sayur dan buah dapat menurunkan risiko terkena penyakit tersebut hingga 50%. Inilah yang membuat konsumsi sayur dan buah sebagai cara menyuburkan kandungan.

Sayuran seperti brokoli, kembang kol, dan kol juga mengandung indole 3 carbinol yang baik untuk metabolisme estrogen yang merupakan hormon seks di dalam tubuh wanita, dan menyeimbangkannya. Konsumsilah sayur dan buah yang tinggi antioksidan untuk bantu mengurangi radikal bebas, mempertahankan kesehatan sel telur dan memengaruhi kondisi kesehatan reproduksi. 

2. Ketahui Masa Subur

Jangan melakukan kesalahan umum karena tidak mengetahui waktu ovulasi yang tepat. Ini bisa dipelajari dari waktu periode haid kamu. Ini adalah waktunya melepaskan sel telur dari ovarium di setiap siklus haid Moms. Ini adalah hari pertama masa subur yang juga dikenal sebagai masa ovulasi, yang berlangsung selama dua hingga empat hari. Moms dapat menggunakan berbagai metode untuk memprediksi hari-hari ovulasi.

Baca Juga: Moms, Begini Cara Menghitung Siklus Haid yang Benar

3. Berhubungan Seks Sebelum Waktu Berovulasi

Sperma dapat bertahan di dalam rahim dan tuba falopi selama dua atau tiga hari tetapi sel telur hanya bertahan selama 12 hingga 24 jam setelah dilepaskan. Berhubungan seks sehari sebelum kamu berovulasi akan meningkatkan peluang sperma bertemu sel telur segera setelah dilepaskan.

Untuk siklus haid 28 hari, di mana kamu diharapkan untuk berovulasi pada hari ke-14, Moms harus menjadikannya titik untuk berhubungan seks mulai dari hari 10 hingga hari 15. Ini adalah hari-hari terbaik bagi Moms untuk hamil dalam siklus bulanan Moms.

4. Sarapan

Sarapan dipercaya dapat membantu wanita mengatasi masalah kesuburan. Satu studi menemukan bahwa wanita yang sarapan lebih banyak dapat meningkatkan efek hormonal sindrom ovarium polikistik (PCOS) yang menjadi penyebab utama pembentukan kesuburan.

Pada akhir studi, para wanita ini pun tercatat mengalami ovulasi lebih banyak, dan menunjukkan peningkatan kesuburan daripada yang makan sarapan lebih sedikit dan makan malam lebih banyak lho, Moms. Namun penting untuk diperhatikan, meningkatkan porsi sarapan ini harus seimbang dengan porsi makan malam. Karena jika tanpa mengurangi porsi makan malam, maka kemungkinan besar akan menyebabkan penambahan berat badan yang berlebihan.

5. Hindari Lemak Trans

Makan lemak sehat setiap hari penting untuk meningkatkan kesuburan, dan kesehatan secara keseluruhan. Lemak trans dikaitkan dengan peningkatan risiko infertilitas ovulasi karena efek negatifnya pada sensitivitas insulin.

Biasanya lemak trans ini dapat ditemukan dalam minyak nabati terhidrogenasi, margarin, makanan yang digoreng, produk olahan, dan makanan yang dipanggang lainnya. Selain itu, studi menemukan bahwa diet tinggi lemak trans, dan rendah lemak tak jenuh dikaitkan dengan infertilitas baik pada pria maupun wanita.

6. Kurangi Makan Karbohidrat Olahan

Karbohidrat memang penting, namun tidak untuk karbohidrat olahan. Karbohidrat olahan pun memiliki indeks glikemik (GI) yang tinggi. Selain itu, ini juga diserap dengan sangat cepat, sehingga dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan kadar insulin secara signifikan.

Insulin secara kimiawi mirip dengan hormon ovarium. Hormon-hormon ini bekerja membantu sel telur wanita menjadi matang. Peningkatan insulin yang konsisten dapat menyebabkan tubuh memproduksi lebih sedikit hormon reproduksi karena dianggap tidak membutuhkannya.

Apabila hal tersebut terjadi, maka ini dapat berkontribusi pada kurangnya pematangan sel telur dan ovulasi. Mengingat bahwa sindrom ovarium polikistik atau PCOS juga dikaitkan dengan tingkat insulin yang tinggi, maka karbohidrat olahan benar-benar dapat memperburuk keadaan.

7. Ganti Sumber Protein

Mengganti beberapa protein hewani seperti daging, ikan, dan telur dengan sumber protein nabati seperti biji-bijian, dan kacang-kacangan terkait dengan penurunan risiko infertilitas.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ketika 5 persen dari total kalori berasal dari protein nabati, maka risiko infertilitas ovulasi menurun hingga lebih dari 50 persen. Lalu pada studi pada 2018 menyimpulkan bahwa makan lebih banyak ikan rendah merkuri juga berkorelasi dengan probabilitas yang lebih tinggi untuk melahirkan hidup setelah perawatan infertilitas.

8. Berhenti Khawatir Tentang Orgasme

Orgasme adalah puncak kenikmatan dan bagian dari hubungan seks yang memuaskan tetapi ketika mencoba untuk hamil, Moms bisa sedikit atau bahkan tidak memerhatikan hal ini. Kadang-kadang, berspekulasi bahwa orgasme dapat meningkatkan kemampuan untuk menarik lebih banyak sperma ke dalam vagina dan rahim, adalah hal yang belum pasti  karena ini merupakan teori yang tidak memiliki bukti ilmiah.

Cobalah untuk relaks, nikmati setiap detik saat bercinta, biarkan Dads merasakan ketenangan dan dia bisa mengeluarkan sperma hingga nantinya bertemu dengan sel telur. Ini adalah cara cepat hamil yang alami dalam dua bulan.

9. Jangan Memakai Pelumas Tambahan ke Vagina

Jika Moms mengira menambahkan pelumas dapat membantu sperma bergerak dengan cepat, ini tidak benar. Pelumas dapat menghambat upaya untuk bisa cepat hamil. Formula dalam kebanyakan pelumas dapat mengubah keseimbangan pH di vagina dan malah akan mengurangi mobilitas sperma. Jika Moms harus menggunakan pelumas, minta dokter kamu untuk merekomendasikan pelumas yang ramah kesuburan.

10. Bersiap untuk Tes Kehamilan

Saat Moms mencurigai Moms sedang hamil, segera pergi ke dokter untuk konfirmasi kondisi yang dirasa. Jika benar sudah hamil, segera memulai perawatan prenatal. Beberapa alat tes kehamilan di rumah juga cukup membantu untuk memulai pengujian segera 10 hari setelah ovulasi, Moms kemungkinan besar akan mendapatkan hasil yang paling akurat jika sudah menunggu sampai hari menstruasi pada bulan berikutnya.

Pengujian terlalu dini dapat menghasilkan apa yang para ahli sebut sebagai hasil "false negative". Ketika ini terjadi, tes akan mengatakan Moms tidak hamil tetapi sebenarnya Moms benar-benar hamil. Menguji lagi setelah beberapa hari menstruasi Moms lewat waktu yang semestinya.

Terakhir, yang paling tidak boleh Moms lewatkan adalah mengonsumsi suplemen kehamilan untuk menunjang kesehatan dan memenuhi nutrisi Moms. Mamapedia menyarankan untuk mengonsumsi PRENAVITA Milk Vanilla yang memiliki banyak nutrisi untuk menunjang kebutuhan Moms dalam upaya cara alami agar cepat hamil.

Share IconBagikan Artikel

Facebook ShareTwitter Share
YOU MAY ALSO LIKE