MOOIMOM Mamapedia logo
menu icon
close icon
back to MOOIMOM icon

Shop at MOOIMOM

MOOIMOM Mamapedia logo
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )

Follow us
instagram iconfacebook iconline iconyoutube icon
@ Copyright MOOIMOM PTE. LTD - All Rights Reserved

    Jangan Panik! ASI Berubah Warna Karena Ini Moms

    author icon

    Danissa

    calendar icon

    23 Sep 2024

    category icon

    Menyusui

    category icon

    Menyusui

    Jangan Panik! ASI Berubah Warna Karena Ini Moms

    Setiap ibu pasti ingin memastikan bayinya bisa memperoleh ASI yang cukup dan berkualitas. Secara umum, kualitas ASI dapat diukur salah satunya dari warnanya. ASI dapat berubah-ubah warna seiring waktu dan hal ini merupakan hal yang umum terjadi ya Moms.

    Di masa awal setelah melahirkan, biasanya ASI yang diproduksi akan berbentuk kolostrum. Cairan ini merupakan bentuk ASI yang biasanya dikeluarkan 3-5 hari setelah melahirkan. Kolostrum sendiri merupakan tahap awal dari proses menyusui dan walaupun hanya diproduksi beberapa hari saja, nutrisi yang terkandung dalam kolostrum sangat luar biasa. Dengan warnanya yang cenderung kuning dan oranye, kolostrum juga memiliki tekstur yang cukup kental dibandingkan ASI yang diproduksi setelah melewati fase kolostrum. 

    Setelah fase kolostrum, ASI yang diproduksi akan mengalami perubahan baik warna maupun teksturnya. Fase ini disebut sebagai fase transisi dari kolostrum menuju ASI yang matang. ASI dalam fase transisi ini akan memiliki tekstur yang lebih encer dan cenderung berwarna putih agak bening. 


    Baca Juga : Warna ASI Bening, Apakah Harus Khawatir?


    bannerbanner

    Jika ASI sudah berubah warna menjadi putih seperti susu pada umumnya, ini berarti Moms sudah berada dalam fase ASI matang. Dalam fase ini, ASI yang dihasilkan tidak akan selalu sama baik dalam warna maupun teksturnya. Hal ini dikarenakan ASI yang pertama keluar pada saat menyusui walaupun memompa akan berbeda dengan ASI yang keluar pada sesi akhir menyusui atau memompa dan inilah yang dapat disebut dengan foremilk dan hindmilk. 

    Foremilk merupakan ASI yang keluar pada awal sesi menyusui dan warnanya cenderung putih kebiruan dan teksturnya lebih encer karena rendah lemak. Sedangkan hindmilk merupakan ASI yang keluar pada akhir sesi menyusui dan warnanya putih kekuningan dan teksturnya lebih kental karena mengandung banyak lemak. Masing-masing jenis ASI memiliki kandungan nutrisinya masing-masing sehingga Moms bisa menyesuaikan dengan kebutuhan si kecil.

    Bagaimana jika ASI berubah ke warna yang lain?

    Perubahan warna ASI merupakan hal yang wajar ya Moms. ASI dapat berubah warna tidak hanya saat proses peralihan kolostrum ke ASI matang saja tetapi juga bisa disebabkan karena beberapa hal. Berikut beberapa jenis warna ASI yang mungkin saja terjadi pada busui : 

    1. ASI berwarna kehijauan

    Moms tahu tidak? Konsumsi sayur-sayuran khususnya sayuran yang berwarna hijau dapat mempengaruhi warna ASI loh. ASI yang berubah menjadi warna kehijau-hijauan merupakan efek dari sayuran hijau yang Moms konsumsi seperti bayam, kangkung, brokoli dan sayuran lainnya.

    2. ASI berwarna pink atau kemerahan

    Sebenarnya perubahan warna ASI menjadi pink, jingga atau kemerahan juga dapat disebabkan karena konsumsi makanan seperti buah bit, buah stroberi dan makanan yang cenderung berwarna pink, merah atau jingga. 


    Baca Juga : Catat dulu Warna ASI Saat Hamil Menyusui yang Bagus


    3. ASI berwarna coklat kemerahan

    ASI berwarna merah kecoklatan atau coklat, bisa disebabkan karena ASI yang tercampur dengan darah. Hal ini dapat terjadi karena adalah pendarahan di jaringan kapiler di payudara ataupun luka luar seperti pada puting. Jika hal ini terjadi, Moms bisa melakukan pengobatan di rumah atau konsultasi ke dokter.

    4. ASI berwarna hitam

    Perubahan warna ASI ini memang yang paling jarang terjadi pada busui kecuali jika Moms mengonsumsi antibiotik minocycline. Antibiotik ini biasanya dikonsumsi oleh ibu yang baru saja melahirkan untuk mengobati infeksi bakteri pasca persalinan. Moms perlu tahu, antibiotik ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi jangka panjang oleh ibu menyusui sehingga Moms perlu mengkonsultasikan ini lebih lanjut ke dokter ya.

    Perubahan warna ASI tidak seluruhnya membahayakan, hal ini dapat disebabkan oleh makanan, suplemen atau obat yang dikonsumsi. Meskipun demikian, jika perubahan warna ASI tertentu tidak kunjung kembali ke warna biasanya seperti putih kekuningan atau bening kebiruan (foremilk & hindmilk), Moms bisa konsultasikan hal tersebut ke dokter laktasi ya. 

    Untuk membuat proses menyusui lancar, Moms bisa menggunakan alat bantu pompa ASI dari Mooimom seperti M2 Pro Electric Wireless Breast Pump atau M3 Electric Wireless Breast Pump yang sudah berteknologi canggih dan pastinya praktis untuk digunakan. 

    ibu menyusui
    asi eksklusif
    asi perah
    asi

    Bagikan Artikel


    TRENDING PRODUK

    Artikel Terkait



    free consultation iconfree consultation icon