Mamapedia Logo
Normalkah Bayi Berkeringat Saat Tidur ?

Normalkah Bayi Berkeringat Saat Tidur ?

author iconDwi Ayu Rochani
date icon19 07 2020
category iconTumbuh Kembang Anak, Keluarga,

Tubuh manusia diciptakan dengan mekanismenya yang unik agar tetap dapat bertahan dari kondisi tertentu. Berkeringat, misalnya. Mengeluarkan keringat adalah mekanisme untuk mendinginkan suhu tubuh.

Berkeringat bukan hanya karena udara panas atau pun tingginya aktivitas fisik, seperti berolahraga. Seperti anak-anak dan orang dewasa, bayi pun berkeringat. Bahkan, bayi baru lahir pun dapat berkeringat walaupun menghabiskan sebagian besar waktunya hanya dengan tidur.

Berikut beberapa penyebab umum bayi berkeringat saat tertidur seperti dilansir dari halodoc.com :

1. Sistem Saraf yang Belum Sempurna

Sistem saraf dalam tubuh manusia berperan dalam mengendalikan suhu tubuh. Sedangkan bayi memiliki sistem saraf yang masih belum berkembang secara sempurna. Jadi, bayi belum bisa mengendalikan suhu tubuhnya dengan baik seperti orang dewasa dan cenderung memproduksi banyak keringat.

2. Siklus Tidur

Siklus tidur seseorang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu periode mengantuk, periode tidur dengan gerakan mata cepat, tidur nyenyak, dan tidur sangat nyenyak. Orang yang tidur sangat nyenyak akan cenderung mengeluarkan keringat lebih banyak, bahkan bisa sampai basah kuyup. Nah, bayi diketahui sering berada dalam tahap tidur paling nyenyak. Apalagi waktu tidur bayi lebih lama dari orang dewasa pada umumnya, sehingga sangat wajar bila Si Kecil sering mengeluarkan keringat saat tertidur. Baca juga: Perhatikan Waktu Tidur Bayi untuk Tumbuh Kembang Si Kecil. 

Artikel terkait : Penyebab Biang Keringat Pada Bayi 

3. Kelenjar Keringat di Kepala

Kalau ibu perhatikan, bayi lebih sering berkeringat di bagian kepala ketimbang bagian tubuh lainnya. Ternyata hal ini disebabkan karena bayi memiliki kelenjar keringat di kepalanya, sehingga ia kadang-kadang merasa kepanasan dan kepalanya dibasahi oleh keringat.

4. Kegerahan Karena Terlalu Banyak Selimut

Membungkus bayi dengan bedong tebal, atau selimut berlapis - lapis bisa membuatnya kegerahan, bahkan kesuitan bernafas. Hindari memberinya terlalu banyak selimutr. Bayi butuh ruang untuk bernafas dengan bebas saat ia tidur. 

Share IconBagikan Artikel

Facebook ShareTwitter Share
YOU MAY ALSO LIKE