Homepage Loading Icon
Penyebab Biang Keringat pada Bayi

Penyebab Biang Keringat pada Bayi

author iconDinda Ayu Saraswati
date icon14 05 2020
category iconkeluarga, Gizi & Kesehatan, Tumbuh Kembang Anak,

Biang keringat pada bayi adalah kondisi kulit yang umum terjadi. Namun, Moms tak perlu khawatir karena hal ini bisa diatasi dengan pengobatan dan perawatan di rumah.  Biang keringat, atau miliaria, sering dialami ketika kondisi kulit bayi mengalami peningkatan panas dan lembap.

"Biang keringat bisa terlihat seperti tetesan kecil keringat yang tertahan di bawah kulit. Benjolan ini biasanya muncul di daerah yang paling banyak berkeringat, seperti dahi, leher, bahu, dan dada," kata Julia Orkin, dokter anak di Hospital for Sick Children Toronto, mengutip Today's Parent.

Cari tahu lebih lanjut tentang penyebab, gejala, dan perawatan biang keringat pada bayi berikut ini ya, Moms.

Jenis Biang Keringat pada Bayi

Mengutip jurnal American Academy of Family Physicians (AAFP), biang keringat pada bayi terjadi karena ketidakmatangan pada struktur kulit.

Kondisi ini diduga disebabkan oleh tersumbatnya saluran keringat.

Biang keringat memengaruhi sekitar 40 persen bayi dan biasanya muncul selama bulan-bulan pertama kehidupan.

Ada subtipe miliaria yang umum dan dapat dibedakan secara klinis, yaitu miliaria crystallina dan miliaria rubra.

  • Miliaria crystallina, disebabkan oleh penutupan saluran ekrin dengan ukuran 1-2 mm. Paling sering ada di kepala, leher, dan badan. Biang keringat jenis ini bisa bertahan selama berjam-jam hingga berhari-hari.
  • Miliaria rubra, juga dikenal sebagai ruam panas yang disebabkan oleh tingkat obstruksi kelenjar keringat yang lebih dalam. Biasanya, terjadi pada bagian kulit yang tertutup.

Baik miliaria crystallina dan miliaria rubra, merupakan biang keringat pada bayi yang jinak.

Kondisi ini bisa dicegah dengan menghindari overheating, tidak pakai pakaian berlebih, mandi air dingin, dan gunakan pendingin udara.

Penyebab Biang Keringat pada Bayi

Biang keringat pada bayi disebabkan oleh hal apapun yang mencegah kulit bernapas, seperti:

- Kulit yang terpapar panas

- Kelembapan yang berlebihan

- Mengenakan lapisan pakaian terlalu tebal

- Menggunakan krim atau losion bayi terlalu banyak.

Michele Ramien, profesor asosiasi klinis di Alberta Children’s Hospital Calgary, menjelaskan bahwa dibanding anak-anak usia lebih tua dan orang dewasa, bayi lebih rentan mengalami biang keringat karena kelenjar keringat mereka belum sepenuhnya matang.

Artikel terkait: 6 Cara Mengatasi Biang Keringat pada si Kecil

Gejala Biang Keringat pada Bayi

Menurut Mayo Clinic, biang keringat pada bayi terjadi di area terutama di bagian leher, bahu, dan dada. Bintik-bintik kecil tersebut juga bisa muncul di ketiak, lipatan siku, dan selangkangan.

Pada situs Raising Children, disebutkan bahwa sebaiknya konsultasikan Si Kecil ke dokter bila ia mengalami kondisi berikut ini:

- Lepuh pada kulit yang berisi nanah kuning atau hijau, kemungkinan menandakan infeksi dan butuh perawatan

- Ruamnya terjadi selama lebih dari tiga hari

- Selain ruam, bayi umumnya tidak sehat, demam, atau tidak dapat menyusu dengan baik.

Pengobatan dan Perawatan Biang Keringat pada Bayi

Perawatan biang keringat pada bayi bisa dilakukan dengan mengontrol panas dan lembap untuk mengurangi keringat dan menghindari iritasi pada kulit.

Melansir About Kids Health, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan.

- Mengganti pakaian sesering mungkin.

- Jangan kenakan pakaian tebal pada anak.

- Mandikan Si Kecil dengan air hangat dan sabun yang tidak membuat kulit kering.

- Setelah mandi, biarkan tubuh kering dengan udara ketimbang menggunakan handuk.

- Pastikan ada ventilasi pada kamar anak, dan jaga kamar pada suhu sedang (16-20 derajat Celcius).

- Gunakan pakaian berbahan katun yang longgar.

- Hindari menggunakan krim atau salep, yang dapat memblokir pori-pori.

Cara Mencegah Biang Keringat pada Bayi

Menurut Medical Journal Armed Forces India, satu-satunya pengobatan dan pencegahan yang efektif terhadap biang keringat adalah dengan mencegah panas atau kelembapan itu sendiri pada kulit bayi.

Bentuk perawatan dan cara mencegah biang keringat pada bayi yang lain termasuk menghindari penggunaan pakaian yang tebal, gesekan dari pakaian dan penggunaan sabun berlebihan.

Mempersiapkan obat antibakteri topikal juga dapat berperan dalam mencegah infeksi sekunder yang biasa terjadi pada biang keringat, atau miliaria.

Selain itu, Moms juga bisa menggunakan losion dan emolien yang lembut sebagai cara mencegah biang keringat pada bayi yang ampuh dan juga bermanfaat.

Mengutip Medicine Net, ada juga strategi lain untuk mencegah biang keringat pada bayi yang bisa Moms lakukan:

- Kenakan pakaian longgar yang terbuat dari kapas.

- Gunakan pendingin udara.

- Jaga kulit bersih dengan mandi sering untuk mencegah kelenjar keringat menjadi tersumbat.

- Mengurangi tumpang tindih pada kulit (misalnya kelebihan berat badan) yang bisa sebabkan kulit bergesekan.

Kapan Harus ke Dokter Saat Terjadi Biang Keringat pada Bayi

Meskipun biang keringat pada bayi dapat ditangani dengan perawatan rumahan, tetapi ada beberapa tanda biang keringat berisiko dan perlu dikonsultasikan ke dokter.

1. Demam

Jika Si Kecil mengalami ruam atau biang keringat yang disertai demam, sebaiknya hubungi dokter anak.

Penyebabnya mungkin menular dan sehingga Moms harus memeriksakan anak ke dokter.

2. Terjadi Selama Seminggu

Jika bayi memiliki ruam atau biang keringat selama lebih dari seminggu, tidak terjadi perbaikan dengan perawatan rumahan, atau menyebabkan sakit atau iritasi pada bayi, maka Moms harus menghubungi dokter.

3. Menyebar ke Daerah Lain

Jika biang keringat menjadi meluas, terutama di sekitar mulut, atau muncul rasa gatal-gatal disertai batuk, muntah, mengi, atau gejala pernapasan lainnya, bawa Si Kecil ke ruang gawat darurat.

Ini mungkin menjadi pertanda reaksi alergi yang sangat serius yang disebut anafilaksis.

4. Tanda-tanda Darurat Lainnya

Biang keringat atau ruam yang disertai demam sangat tinggi, leher kaku, sensitivitas terhadap cahaya, perubahan neurologis, atau tubuh bergetar tak terkendali, dapat disebabkan meningitis.

Jadi, itu dia Moms penjelasan tentang penyebab, gejala, pengobatan, dan pencegahan biang keringat pada bayi sekaligus cara menjaga agar kulit Si Kecil tetap terawat dengan baik.

Share IconBagikan Artikel

Facebook ShareTwitter Share
Rekomendasi Produk
[HAMAKO] Hoodie Cardigan
[HAMAKO] Hoodie Cardigan

Rp 249,900

[HAMAKO] Basic Creeper - Baju Anak
[HAMAKO] Basic Creeper - Baju Anak

Rp 149,900

[HAMAKO] Frill Creeper - Baju Anak
[HAMAKO] Frill Creeper - Baju Anak

Rp 149,900

[HAMAKO] Baju Bayi Terusan Panjang  | Basic Button Coverall
[HAMAKO] Baju Bayi Terusan Panjang | Basic Button Coverall

Rp 249,900

[HAMAKO] Baju Bayi Terusan 2Way Zip Coverall
[HAMAKO] Baju Bayi Terusan 2Way Zip Coverall

Rp 249,900

Service

E-mail cs@mooimom.id
Customer Care 081212188862
Opening Hours Mon - Fri (09.30 - 17.30)

FOLLOW US ON

Follow MOOIMOM Instagram https://www.instagram.com/mooimom.id/Follow MOOIMOM Line https://line.me/R/ti/p/%40mau7665rFollow MOOIMOM Facebook https://www.facebook.com/mooimomid/Follow MOOIMOM Youtube https://www.youtube.com/channel/UCrRvWHrQqd_lwAAwo-A2xMg

Get updates on new maternity and nursingwear products!

Copyright © MOOIMOM PTE. LTD. All Rights Reserved