Mamapedia Logo
5 Mitos Tentang Kelahiran Caesar (SC)

5 Mitos Tentang Kelahiran Caesar (SC)

author iconNovia Luciana
date icon04 07 2018
category iconGaya Hidup, Gizi & Kesehatan, Tips, Kelahiran Anak,

Kelahiran yang normal adalah dambaan setiap wanita yang hamil. Semacam ada kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bisa melahirkan normal. Namun tentu saja ukuran menjadi wanita sempurna tak sebatas hanya bisa melahirkan dengan normal saja. Apapun proses kelahirannya, kelahiran normal maupun Caesar sama – sama melibatkan nyawa sang ibu. Moms yang menempuh jalur Caesar biasanya karena memiliki suatu kendala tertentu. Berikut ini adalah mitos – mitos tentang kelahiran Caesar yang mungkin sempat membuat Moms ragu, dilansir dari The Asian Parents dan sumber lainnya.

Proses Skin To Skin jarang bisa dilakukan jika memilih jalur SC (Caesar)

Tidak ada yang tidak mungkin. Beberapa kasus di rumah sakit membuktikan bahwa Moms yang menempuh jalur Caesar masih bisa melakukan Skin To Skin Contact (SSC) dengan bantuan ahli medis setempat. Moms bisa mengkonsultasikan hal ini pada dokter kandungan, menanyakan secara detail dan lebih rinci apakah kondisinya nanti memungkinkan untuk melakukan hal ini.

Baca juga : 5 Asupan Berbahaya untuk Ibu Menyusui

Jika ingin tak merasakan sakit, Caesar saja!

Pernyataan ini tak sepenuhnya benar ya Moms. Meski saat Caesar dokter biasanya memberikan anestesi dan membuat Moms tak sadar bahwa bayi Moms sudah dikeluarkan dari Rahim, namun Moms masih akan merasakan suatu hal tertentu, semacam ada sedikit perasaan unik ketika si kecil sedang dikeluarkan dari Rahim Moms. Jahitan setelah operasi Caesar juga menyisakan rasa sedikit ngilu setelahnya. Seperti yang sudah dikatakan di atas, melahirkan itu adalah perjuangan ya Moms.

Baca juga : Pentingnya Kolostrum untuk Sang Bayi

Menginginkan adanya sesi Birth Photography? Kalau Caesar mungkin ngga ya?

Ruang operasi biasanya harus steril, seperti tak ada yang boleh masuk selain pasien dan tim dokternya, bahkan suami sendiri tak dianjurkan untuk masuk ke ruang operasi. Lalu jika ingin mengadakan sesi photography saat kelahiran apa masih bisa? Nah, Moms wajib menanyakan kembali pada dokter kandungan Moms dan pihak rumah sakit setempat, apakah boleh birth photography dilakukan saat sedang dilakukan operasi Caesar?

Baca juga : Banana & Apple Pie Smoothies, Asupan Sehat Menyusui

Kalau sebelumnya sudah pernah operasi Caesar, maka kelahiran selanjutnya tidak bisa normal

Ada banyak faktor mengapa jalur kelahiran Caesar harus ditempuh. Oleh karena itu, biasanya dokter memiliki pertimbangan tertentu jika sebelumnya Moms pernah Caesar dan ingin melahirkan normal untuk anak selanjutnya. Menurut suatu sumber, Moms boleh melahirkan normal setelah Caesar dengan beberapa persyaratan seperti berikut (dilansir dari situs Hello Sehat) :

 

  • Saat persalinan, bayi sudah dinyatakan cukup bulan untuk dilahirkan.
  • Sudah pernah melahirkan dengan jalur normal sebelumnya.
  • Proses kelahiran normal waktu itu tidak ada kendala apapun.
  • Riwayat penyakit yang membuat Moms harus Caesar waktu itu, sekarang sudah sembuh.
  • Irisan dinding Rahim saat operasi Caesar dulu berbentuk transversal

Selama operasi Caesar, Moms akan dibius hingga tak sadarkan diri

Pada kenyataannya, Moms tidak sepenuhnya akan dibius (pembiusan total) karena hal ini ternyata masih dilarang. Moms hanya akan dibius setengah badan melalui epidural atau anestesi spinal. Keduanya akan membuat Moms mati rasa saat operasi Caesar sedang dijalankan, namun Moms sepenuhnya akan tersadar saat operasi sedang berlangsung.

Share IconBagikan Artikel

Facebook ShareTwitter Share
YOU MAY ALSO LIKE