mamapedia search icon mamapedia icon

Subtotal

View Bag

Berapa Lama Jam Tidur Ibu Hamil 9 Bulan? Simak Penjelasannya

Berapa Lama Jam Tidur Ibu Hamil 9 Bulan? Simak Penjelasannya

Agar Moms merasa lebih nyaman dan bayi di dalam kandungan tetap aman, posisi dan jam tidur ibu hamil 9 bulan pun harus disiasati. Tidur dengan posisi dan waktu yang salah dapat meningkatkan tekanan pada organ-organ tertentu, sehingga berisiko menimbulkan ketidaknyamanan dan berbagai gangguan.

Gejala umum yang dapat mengganggu jam tidur ibu hamil 9 bulan adalah:

  • Sering ingin buang air kecil: Ginjal Moms bekerja lebih keras untuk menyaring peningkatan volume darah yang bergerak melalui tubuh, dan proses penyaringan ini menghasilkan lebih banyak urin. Dan, saat bayi kita semakin tumbuh dan rahim semakin membesar, maka tekanan pada kandung kemih tentu akan meningkat. Ini berarti lebih banyak buang air kecil, baik itu siang atau malam. Jumlah buang air kecil di malam hari mungkin lebih banyak jika bayi sangat aktif di malam hari.
  • Peningkatan detak jantung: Denyut jantung kita akan meningkat untuk memompa lebih banyak darah, dan karena lebih banyak suplai darah masuk ke rahim, jantung Moms akan bekerja lebih keras untuk mengirimkan cukup darah ke seluruh tubuh kita.
  • Sesak napas: Peningkatan hormon kehamilan akan menyebabkan kita bernapas lebih dalam. Moms mungkin merasa sedang bekerja lebih keras untuk menghirup udara. Nanti, pernapasan bisa terasa lebih sulit karena rahim yang membesar membutuhkan lebih banyak ruang, yang mengakibatkan tekanan pada diafragma (otot tepat di bawah paru-paru).
  • Kram kaki dan sakit punggung: Beban ekstra yang Moms bawa dapat menyebabkan nyeri di kaki atau punggung kita. Selama kehamilan, tubuh juga membuat hormon yang disebut relaxin, yang membantu mempersiapkan untuk melahirkan. Salah satu efek relaxin adalah mengendurnya ligamen di seluruh tubuh, membuat ibu hamil menjadi kurang stabil dan lebih mudah mengalami cedera terutama pada bagian punggung.
  • Sakit maag dan sembelit: Banyak ibu hamil yang sering mengalami mulas, yaitu ketika isi lambung kembali naik ke kerongkongan. Selama kehamilan, seluruh sistem pencernaan melambat dan makanan akan bertahan di perut dan usus lebih lama. Hal inilah yang dapat menyebabkan rasa mulas atau sembelit pada perut kita. Keduanya bisa menjadi lebih buruk di kemudian hari ketika rahim yang tumbuh menekan perut atau usus besar kita.

Masalah tidur kita mungkin disebabkan karena hal lain juga. Banyak ibu hamil melaporkan bahwa mimpi mereka menjadi lebih jelas dari biasanya, dan beberapa bahkan mengalami mimpi buruk.

Baca Juga: Bolehkan Ibu Hamil Tidur Miring Ke Kanan? Ini Risikonya Moms

Posisi Tidur untuk Ibu Hamil yang Aman

Jadi, apa posisi tidur ibu hamil yang paling baik? Temukan jawabannya di bawah ini.

1. Tidur Tengkurap untuk Ibu Hamil 1 Bulan

Ingin tahu apakah Moms bisa tidur tengkurap selama kehamilan? Mungkin bisa saat kehamilan belum terlalu besar. Tidur tengkutap tidak apa-apa sampai Moms mencapai sekitar minggu 16-18. Pada saat itu, perut Moms mungkin akan membesar sedikit, membuat posisi ini semakin lama semakin tidak nyaman. Mungkin Moms akan merasa seperti tidur di atas semangka.

Selain kenyamanan, tidak banyak yang perlu dikhawatirkan jika Moms tidur dengan posisi tengkurap. Dinding rahim dan cairan ketuban akan melindungi bayi dalam rahim agar tidak terjepit.

Untuk membuat posisi ini lebih nyaman, Moms bisa mempertimbangkan untuk membeli bantal tidur perut. Ada yang tiup dan ada yang lebih seperti bantal kokoh. Apa pun yang kita pilih, yang dicari adalah Moms menutup perut sambil memberi bayi (dan kita) banyak ruang untuk bernapas.

2. Tidur Telentang untuk Ibu Hamil 2 Bulan

Moms, para ahli merekomendasikan ibu hamil menghindari tidur terlentang selama trimester kedua dan ketiga. Kenapa? Posisi tidur untuk ibu hamil telentang membuat Moms menyandarkan seluruh berat rahim dan bayi yang tumbuh ke punggung Moms, usus dan vena cava utama yang membawa darah kembali ke jantung dari tubuh bagian bawah Moms.

Tekanan ini dapat memperburuk sakit punggung, wasir dan pencernaan menjadi kurang efisien.

”Tidur telentang dapat menyebabkan sirkulasi darah menurun atau melambat, artinya Anda akan menghadapi kesulitan bernafas yang dapat menimbulkan bahaya bagi Anda dan bayi bahkan bisa membuat bayi kurang berat badannya,” terang dokter kandungan, Dr Archana Dhawan Bajaj.

Bahkan menurut sebuah jurnal dalam U.S. National Library of Medicine, tidur sepanjang malam dengan posisi telentang bisa menyebabkan bayi meninggal di dalam kandungan. Sebelum Moms menjadi khawatir, pahami bahwamungkin ada faktor penyebab lain, seperti sleep apnea atau bias ingatan, yang ikut berperan.

Makanya tidur telentang umumnya dianggap aman selama trimester pertama.

Moms bisa tidur telentang tapi dengan catatan sesekali karena bila berada di posisi tersebut untuk jangka waktu yang lama seperti berminggu-minggu dan berbulan-bulan maka bisa menimbulkan masalah saat kehamilan dan melahirkan.

Dan jangan lupa meletakkan bantal di belakang punggung kita. Dengan begitu, saat mencoba untuk berguling telentang, Moms akan berhenti pada sudut yang masih memungkinkan darah mengalir dan memberi makan bayi dalam kandungan.

3. Tidurlah dengan Menyamping ke Kiri

Posisi tidur untuk ibu hamil adalah hal yang terdengar remeh tapi ternyata penting lho Moms. Ginekolog menyarankan bahwa jika Moms hamil, maka harus tidur menyamping bahkan lebih baik bila miring ke sebelah kiri. Posisi lateral kiri akan menjadi yang terbaik untuk tidur selama kehamilan.

Menurut National Sleep Foundation, posisi tidur untuk ibu hamil ini merupakan posisi terbaik bagi ibu hamil karena memungkinkan oksigen dan nutrisi yang optimal mengalir ke janin di dalam kandungan, dan tentu cenderung akan lebih nyaman bagi ibu.

NSF juga menjelaskan bahwa tidur miring ke kiri dapat membantu memastikan bahwa ibu hamil tidak memberikan tekanan berlebih pada hati. Ini juga dapat meningkatkan kesehatan ginjal, yang membantu mengurangi pembengkakan di tangan dan kaki kita. Posisi tidur lain yang dapat di coba selama kehamilan termasuk tidur miring ke kanan, terutama jika mengalami sakit maag, tidur dengan posisi setengah berbaring.

Itu karena pembuluh darah kita, yang sejajar dengan tulang belakang tidak akan menekan jika wanita itu tidur di sisi kirinya. Jadi, rahim dan bayinya akan mendapatkan aliran darah terbaik.

Jika Moms memiliki sakit punggung, maka memilih posisi tidur untuk ibu hamil ini akan sangat membantu. Tempatkan bantal di bawah perut Moms juga. Jika Moms mengalami mulas saat tidur maka cobalah menopang tubuh bagian atas dengan bantal. Cobalah berbaring miring ketika Moms mungkin mengalami sesak napas.

Baca Juga: Waspada! Ini 4 Penyebab Susah Tidur saat Hamil

Jam Tidur Ibu Hamil 9 Bulan, Perhatikan Hal Ini

Pola tidur yang baik untuk ibu hamil tua yang terpenting adalah berkaitan dengan waktu tidur. Jam tidur ibu hamil 9 bulan ini berkaitan dengan seberapa banyak ibu hamil dengan usia kehamilan yang sudah tua untuk mengistirahatkan tubuhnya dengan cukup.  Berikut ini beberapa waktu tidur yang baik untuk ibu hamil tua.

  • Tidur siang, tidur siang ini sangat penting untuk membantu membuat ibu hamil mengembalikan energi dan tenaga selepas beraktivitas. Kebutuhan tidur siang ini sangat penting untuk menghilangkan kepenatan serta stress yang dapat muncul pada ibu hamil.
  • Tidur malam yang tidak larut, malam hari merupakan tidur wajibnya semua orang untuk beristirahat termasuk bagi ibu hamil. Agar ibu hamil mendapatkan kualitas istirahat yang baik maka sebaiknya jangan tidur terlalu larut malam. Ibu hamil sering kali mengalami insomnia yang akan menganggu waktu istirahatnya dimalam hari untuk mengatasinya, lakukan beberapa cara menanggulangi insomnia pada ibu hamil.
  • Usahakan untuk tidak tidur pada pagi hari, waktu tidur dipagi hari merupakan salah satu hal yang dilarang untuk ibu hamil. Waktu tidur pagi hari dilarang karena adanya beberapa bahaya tidur pagi bagi ibu hamil yang diantaranya seperti menyebabkan lesu, gangguan metabolisme, sakit kepala, sulit berinteraksi, Anemia, dan bebagai efek lainnya.

Gunakan bantal hamil yang nyaman dan empuk sehingga Moms senantiasa merasa memiliki tidur yang berkualitas. Eits, tidak hanya sebagai bantal hamil, usahakan untuk memilih bantal yang bisa juga Moms gunakan hingga nanti pasca melahirkan ya. Sebagai rekomendasi adalah MOOIMOM 2in1 Maternity Pillow yang berbahan halus dan empuk namun tidak mudah berubah bentuk.

Dapatkan di www.mooimom.id atau klik gambar di atas ya Moms!

Bagikan Artikel: