MOOIMOM Mamapedia logo
menu icon
close icon
back to MOOIMOM icon

Shop at MOOIMOM

MOOIMOM Mamapedia logo
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )

Follow us
instagram iconfacebook iconline iconyoutube icon
@ Copyright MOOIMOM PTE. LTD - All Rights Reserved

    Bayi Isap Jari, Amankah untuk Tumbuh Kembangnya?

    author icon

    Ika

    calendar icon

    05 Feb 2021

    category icon

    0-6 bulan

    category icon

    0-6 bulan

    Bayi Isap Jari, Amankah untuk Tumbuh Kembangnya?

    Apakah Si Kecil suka mengisap jari-jarinya? Apakah itu normal? Bagaimana menghentikannya, ya? Pertanyaan-pertanyaan tersebut kerap ditanyakan oleh para Ibu ketika buah hatinya memasuki fase oral pada usia 4 bulan. Dan, jawabannya adalah: itu normal, Moms.

    Apa yang dilakukan Si Kecil merupakan bentuk komunikasi kepada Ayah dan Ibunya. Kebiasaan bayi atau anak isap jari akan berkurang dengan sendirinya saat mereka berusia dua hingga empat tahun. 

    Jika mereka mulai mengisap jarinya, Si Kecil mungkin sedang berusaha memberi tahu Moms sesuatu. Ayo, Moms, cari tahu alasannya karena ternyata mengisap jari memiliki beberapa manfaat.

    1. Si Kecil Lapar

    Bayi yang mengisap jari memberi isyarat bahwa mereka lapar. Ini semacam naluri alami, coba Moms ingat, ketika awal lahir mereka mendapat puting atau botol dan mendapatkan makanan, maka mengisap jari seolah hendak memberi tahu Moms kalau sudah waktunya menyusu lagi. Pertanda lain yang mengisyaratkan bayi sedang lapar, bisa disimak dalam artikel ini, ya.

    1. Menenangkan Diri Sendiri

    Bagaimana jika Moms baru saja menyusui dan Si Kecil bersendawa tanda kenyang, tapi bayi masih saja mengisap jari? Dalam hal ini, bayi mengisap jarinya menghasilkan sensasi menenangkan yang membuat relaks. Pada bayi baru lahir, ia kerap tertidur dengan mulut melekat pada puting. Saat Si Kecil makin berumur, ia mungkin mengasosiasikan tahap awal tidur dengan mengisap jari demi mencari ketenangan.

    1. Tumbuh Gigi

    Pada bayi usia 4 hingga 7 bulan, gigi pertama akan tumbuh yang diawali dengan gusi bengkak dan sakit. Dengan menggosokkan jari ke gusi yang sakit akan membuat Si Kecil lebih nyaman.

    1. Eksplorasi

    Mungkin terdengar aneh bahwa jemari bisa menjadi hiburan bayi, tetapi bagi Si Kecil jari dan tangan sangat mempesona. Tahukah Moms apa yang membuat ini lebih menarik? Bayi menyadari ia dapat mengendalikan tangan. Pada usia bayi 2 hingga 3 bulan, ia sadar memiliki tangan yang melekat pada tubuh, sehingga dapat melambai, mengambil benda, serta menempel pada mulut. Dari jari-jarinya, bayi belajar mengenai indera bahwa berbagai hal memiliki rasa, tekstur, dan suhu yang berbeda.

    1. Merasa Bosan

    Apakah pernah terpikir di benak Moms kalau Si Kecil merasa bosan karena rutinitasnya? Faktanya, bayi bisa saja merasa bosan karena waktu yang panjang menuju waktu tidur, atau saat jauh dari Moms. Seorang bayi yang mengisap jari karena bosan hendak memberi tanda bahwa ia butuh suasana baru, mungkin ia ingin digendong, ditimang, atau diajak bicara oleh orang tuanya.  

    Pertanda yang disebutkan di atas merupakan bentuk komunikasi nonverbal.  Bagaimana Moms sebagai Ibu merespons bergantung dari apa yang disampaikan oleh Si Kecil. Jika bayi lapar, maka solusinya segera diberi ASI. Apabila bayi mengisap jari karena tumbuh gigi, maka tawarkan teether atau mainan untuk gigitan bayi, bisa juga waslap dingin guna meredakan rasa nyeri pada gusi.

    Baca juga: 3 Cara Merangsang Pertumbuhan Gigi Bayi Lebih Cepat

    Mengisap jari untuk mencari ketenangan atau menghilangkan kebosanan bukanlah situasi yang mengkhawatirkan. Namun, Moms tentu tak ingin Si Kecil jadi tertekan. Karena itu Moms perlu mencari akar masalahnya, apakah ia kurang tidur nyenyak, atau bayi terlalu terstimulasi, dan lain sebagainya.

    Risiko Mengisap Jari

    Beberapa orang tua khawatir bahwa isapan jari akan menggangu perkembangan mulut

    Si Kecil. Kemudian, orang tua memakaikan sarung tangan untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Kabar baiknya, American Dental Association (ADA) memaparkan bahwa perilaku isap jari tidak menimbulkan masalah dalam tahun pertama kehidupan bayi. Moms, cukup memastikan jari atau tangan Si Kecil bersih, kuku bayi tidak tajam dan bersih, serta bayi tidak kesakitan.

    Baca juga: Tanda-Tanda Pertumbuhan pada Bayi

    Meskipun tergolong wajar, namun Moms disarankan untuk tidak membiarkan kebiasaan ini berlangsung lama. Apalagi jika anak sudah masuk usia pra sekolah atau sekitar usia empat tahun. Kebanyakan anak menghentikan kebiasaan isap jari antara usia 2 hingga 4 tahun. Jika anak Moms masih mengisap jari, maka pergi ke dokter untuk memeriksa perkembangan mulutnya.

    Kebiasaan mengisap jari bisa membawa berbagai dampak negatif terutama pada rongga mulut, seperti gigi depan bagian atas tidak rata, gigi tonggos, dan cadel.

    perkembangan bayi
    tumbuh kembang bayi

    Bagikan Artikel


    TRENDING PRODUK

    Artikel Terkait

    free consultation iconfree consultation icon