MOOIMOM Mamapedia logo
menu icon
close icon
back to MOOIMOM icon

Shop at MOOIMOM

MOOIMOM Mamapedia logo
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )

Follow us
instagram iconfacebook iconline iconyoutube icon
@ Copyright MOOIMOM PTE. LTD - All Rights Reserved

    Pneumonia Neonatal pada Bayi Baru Lahir: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

    author icon

    Pangastryan Wisesa Pramudiah

    calendar icon

    05 Dec 2021

    category icon

    Trimester Pertama

    category icon

    Trimester Pertama

    Pneumonia Neonatal pada Bayi Baru Lahir: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

    Sebagai orang tua yang memiliki bayi, sudah seharusnya kita menjadi lebih aware dengan kesehatan si kecil, sebab berbagai macam penyakit yang menyerang si kecil bisa jadi mengancam keselamatan si kecil. Salah satu penyakit yang berbahaya dan dapat menyerang si kecil adalah pneumonia neonatal. Apa itu pneumonia neonatal? Pneumonia adalah penyakit yang menginfeksi paru-paru dan disebabkan oleh bakteri dan virus.  Selain bakteri dan virus pneumonia dapat juga  disebabkan oleh jamur. Orang yang rentan terkena pneumonia neonatal adalah bayi berusia kurang dari dua tahun. Diperkuat dengan pres rilis dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF pada tahun 2015, menyebut bahwa 20 ribu balita di Indonesia meninggal karena pneumonia, sehingga pneumonia neonatal dianggap sebagai penyebab utama pada bayi

    Mengenal Gejala Pneumonia Neonatal

    Moms perhatikan ya, gejala utama dari pneumonia neonatal adalah sesak napas, Jika moms mendapati si kecil sesak napas dengan ekstrim sampai menangis, moms perlu waspada sebab gejala tersebut merupakan gejala pneumonia neonatal. Selain itu gejala bisa jadi disertai demam atau tubuh yang dingin seperti sedang hipotermia. Moms harus pastikan juga gejala penyertanya, perhatikan bibir dan ujung kuku si kecil apakah berubah warna menjadi kebiruan atau tidak. Biasanya si kecil juga akan merintih kesakitan saat mengalami sulitnya bernapas, muncul ruam atau kulit menjadi berwarna kuning, intensitas buang air kecil jarang dan jumlahnya sedikit, perut memuncit serta turunnya gula darah.

    pneumonia neonatal

    Penyebab Pneumonia Neonatal

    Apa sebenarnya penyebab pneumonia neonatal pada bayi? Pneumonia neonatal disebabkan oleh beberapa kondisi pada bayi, diantaranya:

    • Bayi yang terlahir saat ketuban pecah dini atau sebelum waktunya,
    • Bayi yang sudah terpapar infeksi dari ibu sejak ia berada dalam kandungan,
    • Bayi yang pernah menjalani perawatan dalam waktu yang lama di ruang rawat intensif,
    • Ibu yang mengalami demam saat menjelang persalinan,
    • Ibu yang secara berulang terinfeksi saluran kemihnya,
    • Obesitas pada ibu saat mengandung si kecil
    • Ibu yang mengkonsumsi antibiotik selama kehamilan,
    • Ibu yang aktif merokok selama hamil.

    Baca juga:
    Penyebab Timbulnya Bintik Merah Pada Kulit Bayi


    bannerbanner

    Penyebab pneumonia adalah bakteri yang bersumber dari area organ intim ibu atau bakteri yang terdapat di dalam ruang perawatan bayi rumah sakit. Bakteri yang banyak ditemui adalah streptococcus grup A dan grup B, Staphylococcus aureus, dan bakteri batang gram negatif seperti Eschericia coli, Klebsiella sp, dan Proteus sp.

    Dalam beberapa kasus, pneumonia neonatal juga disebabkan oleh virus –seperti respiratory syncytial virus (RSV), adenovirus, atau virus influenza.

    Pengobatan Pneumonia Neonatal

    Jika moms mendapati si kecil dengan ciri- ciri yang sudah disebutkan di atas, moms sebaiknya membawa si kecil ke rumah sakit dan konsultasikan dengan dokter spesialis anak. Biasanya jika benar si kecil terkena pneumonia neonatal, dokter akan memberikan keputusan agar si kecil dirawat inap secara intensif di rumah sakit agar dokter bisa memantau perkembangannya. Dokter akan memberikan lebih dari satu antibiotik dengan cara disuntikkan ke dalam infus bayi, hal ini dilakukan guna membunuh kuman penyebab radang paru serta membantu si kecil untuk mengembalikan pernapasan agar normal kembali.

    Jika kondisi pernapasan si kecil sangat mengkhawatirkan, dokter akan memasang ventilator mekanik untuk membantu si kecil agar dapat bernapas dengan maksimal.

    Perawat juga akan melakukan tindakan rehabilitasi dengan menepuk-nepuk dan menggetarkan punggung bayi untuk mengeluarkan dahak yang ada pada bayi. Jika hal tersebut tidak bekerja maksimal, si kecil akan diberikan obat pengencer dahak atau penyedotan dahak dengan suction namun tidak dalam jangka waktu yang sering.


    Baca Juga: 
    Kulit Bayi yang Sensitif Perlu Perawatan Special!


    Pencegahan Pneumonia Neonatal

    Moms untuk mencegah pneumonia neonatal, selama kehamilan moms harus kontrol secara rutin ke dokter ya. Jika saat hamil moms juga mengalami demam dalam kurun waktu lebih dari 24 jam, maka segeralah melakukan pemeriksaan ke dokter agar dokter dapat melakukan penanganan yang tepat sehingga kondisi ini tidak akan berpengaruh ke bayi yang ada di dalam kandungan moms. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan moms selama kehamilan dengan mengkonsumsi makanan yang bernutrisi dan bergizi seimbang, selain itu moms juga wajib menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar untuk meminimalisir adanya berbagai bakteri, virus dan kuman. Moms juga harus rajin berolahraga ya!

    bayi baru lahir
    perkembangan bayi

    Bagikan Artikel


    TRENDING PRODUK

    Artikel Terkait



    free consultation iconfree consultation icon