MOOIMOM Mamapedia logo
menu icon
close icon
back to MOOIMOM icon

Shop at MOOIMOM

MOOIMOM Mamapedia logo
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )

Follow us
instagram iconfacebook iconline iconyoutube icon
@ Copyright MOOIMOM PTE. LTD - All Rights Reserved

    Mengenal Henoch Schonlein Purpura (HSP) Penyakit Peradangan Pembuluh Darah pada Anak

    author icon

    Anggraini Nurul F

    calendar icon

    31 Oct 2021

    category icon

    0-6 bulan

    category icon

    0-6 bulan

    Mengenal Henoch Schonlein Purpura (HSP) Penyakit Peradangan Pembuluh Darah pada Anak

    Henoch-Schonlein purpura (HSP) atau vaskulitis imunoglobulin A (IgAV) adalah peradangan pembuluh darah kecil di kulit, sendi, usus, dan ginjal. Gangguan ini dapat menyebabkan munculnya gejala ruam merah atau ungu (purpura) pada kulit di area tungkai bawah atau bokong.  

    HSP cukup jarang terjadi. Kondisi ini umumnya dialami oleh anak-anak berusia di bawah 11 tahun. HSP tidak menular dan tidak diturunkan dalam keluarga. Sebagian besar penderita HSP dapat pulih dalam waktu beberapa minggu.

    Penyebab Henoch-Schonlein Purpura 

    henoch schonlein purpura

    Henoch-Schonlein purpura atau vaskulitis imunoglobulin A (IgAV) merupakan peradangan pembuluh darah yang paling sering terjadi pada anak-anak, terutama yang berusia 2–11 tahun atau berjenis kelamin laki-laki.

    Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya Henoch-Schonlein purpura (HSP). Meski demikian, peradangan pembuluh darah pada HSP diduga berkaitan erat dengan respon sistem imun yang abnormal terhadap infeksi.

    Respon sistem imun yang tidak normal ini akan menyebabkan peradangan pada pembuluh darah. Selanjutnya akan terjadi perdarahan dan munculnya ruam merah atau ungu (purpura) pada kulit.


    Baca Juga:

    Kretinisme Adalah Gangguan Gizi, Kenali Lebih Dalam Penyakit Ini


    Pada banyak kasus, HSP terjadi setelah penderitanya mengalami infeksi saluran pernapasan atas. Selain itu, kondisi ini juga dikaitkan dengan cacar air, campak, hepatitis, vaksinasi, gigitan serangga, penggunaan obat-obatan, atau paparan suhu dingin.

    Gejala Henoch-Schonlein Purpura

    Gejala utama HSP adalah munculnya ruam merah atau ungu pada kulit (purpura), peradangan dan pembengkakan pada sendi (arthritis), gangguan pada sistem pencernaan, dan gangguan pada ginjal.

    Berikut adalah rincian gejala dan keluhan yang bisa terjadi saat seseorang mengalami HSP:

    • Ruam kulit berwarna merah atau ungu (purpura) yang paling sering muncul di lengan dan tungkai
    • Nyeri dan bengkak pada sendi
    • Nyeri atau kram perut
    • Mual atau muntah
    • Buang air besar (BAB) berdarah
    • Diare atau sembelit
    • Nafsu makan menurun
    • Urine berdarah
    • Sakit kepala
    • Demam
    • Kelelahan yang tidak diketahui sebabnya

    Kapan harus ke dokter

    Lakukan pemeriksaan ke dokter jika muncul gejala atau keluhan yang disebutkan di atas. Segera ke dokter jika mengalami ruam pada kulit yang disertai nyeri dan pembengkakan sendi, serta nyeri perut.


    Baca Juga:

    Jenis Penyakit Kulit pada Bayi yang Umum Terjadi, Moms Harus Waspada!


    Karena HSP dapat kambuh, penderita HSP perlu tetap melakukan kontrol rutin ke dokter meskipun sudah sembuh. Pemeriksaan ke dokter juga perlu dilakukan jika keluhan HSP muncul kembali.

    Diagnosis Henoch-Schonlein Purpura

    Untuk mendiagnosis Henoch-Schonlein purpura (HSP), dokter akan melakukan tanya jawab mengenai gejala yang dialami, kemudian melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat ruam kulit purpura, pembengkakan sendi, dan gangguan pada perut.

    Untuk memastikan diagnosis dan mengetahui tingkat keparahan penyakit, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang berikut:

    • Pemeriksaan urine, untuk mengetahui ada tidaknya protein dan darah di dalam urine
    • Pemeriksaan tinja, untuk mengetahui ada tidaknya darah di dalam tinja
    • Pemeriksaan darah, untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi dan menilai fungsi ginjal
    • Pemindaian dengan USG perut dan ginjal, untuk melihat kondisi sistem pencernaan dan ginjal, termasuk untuk mengidentifikasi penyebab nyeri perut dan ada tidaknya komplikasi, seperti perdarahan di usus
    • Biopsi kulit dan ginjal, untuk mendeteksi penumpukan protein imunoglobin A (IgA)

    Pengobatan Henoch-Schonlein Purpura

    Keluhan yang dialami oleh penderita Henoch-Schonlein purpura (HSP) biasanya akan reda dan hilang dengan sendirinya setelah 6–8 minggu. Oleh karena itu, dokter hanya akan menyarankan pasien untuk beristirahat, minum air putih yang cukup, dan mengonsumsi obat pereda nyeri.

    Beberapa jenis obat yang bisa diberikan oleh dokter untuk meredakan keluhan dan gejala HSP adalah:

    • Obat antipiretik-analgetik, seperti paracetamol dan obat antiinflamasi nonsteroid, untuk meredakan demam dan nyeri sendi
    • Obat golongan kortikosteroid, seperti prednison, untuk meredakan nyeri perut dan radang sendi

    Walaupun bisa sembuh dengan sendirinya, HSP dapat kambuh kembali. Itulah sebabnya, penderita HSP dianjurkan untuk tetap kontrol ke dokter serta menjalani tes urine dan tes darah secara rutin. Tujuannya adalah untuk menilai fungsi ginjal dan memantau kondisi penderita. Pemeriksaan tersebut akan dilakukan selama 6–12 bulan dan dapat dihentikan jika tidak ditemukan adanya masalah.

    Jika HSP yang dialami sudah cukup parah atau telah menyebabkan komplikasi, penderita mungkin perlu dirawat inap di rumah sakit. perasi juga mungkin perlu dilakukan jika HSP sudah mengakibatkan usus terlipat (intususepsi) atau pecah.

    info kesehatan
    kesehatan anak
    kesehatan bayi
    tips kesehatan
    penyakit anak
    virus

    Bagikan Artikel


    TRENDING PRODUK

    Artikel Terkait



    free consultation iconfree consultation icon