MOOIMOM Mamapedia logo
menu icon
close icon
back to MOOIMOM icon

Shop at MOOIMOM

MOOIMOM Mamapedia logo
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )

Follow us
instagram iconfacebook iconline iconyoutube icon
@ Copyright MOOIMOM PTE. LTD - All Rights Reserved

    Masak Wortel, Bayam atau Labu ya untuk MPASI Si Kecil? Bebas, Moms, karena Semuanya Bergizi

    author icon

    Ika

    calendar icon

    01 Apr 2021

    category icon

    category icon

    Masak Wortel, Bayam atau Labu ya untuk MPASI Si Kecil? Bebas, Moms, karena Semuanya Bergizi

    Dalam skema pemberian makanan pendamping air susu ibu atau MPASI tidak memiliki urutan tertentu. Pemberian karbohidrat, protein, sayuran, dan buah-buahan sudah dapat dimulai sejak bayi berusia 6 bulan. Dari semua unsur tersebut, terkadang membuat Si Kecil menyukai sayuran bukanlah hal yang mudah. Dengan terus memperkenalkan berbagai jenis sayuran dalam piring Si Kecil, lambat laun lidahnya akan kaya berbagai rasa dan mulai menjadi penyuka sayuran.

                Untuk Si Kecil yang baru memulai MPASI, Moms dapat memperkenalkan 4 jenis sayuran berikut ini.

    1. Wortel

    Wortel yang matang dapat dikukus kemudian dihaluskan menggunakan saringan atau diblender. Kemudian, Moms dapat mencampur wortel dengan menu yang lain seperti nasi lembek dan daging giling. Wortel memiliki rasa yang tidak terlalu menonjol sehingga relatif aman diterima lidah bayi. Selain itu, buah berwarna oranye ini mengandung beta karoten yang diubah menjadi vitamin A untuk meningkatkan penglihatan dan fungsi kekebalan tubuh.

    1. Bayam

    Sayur bayam dikenal kaya akan zat besi yang sangat dibutuhkan bayi untuk menambah energi dan menunjang perkembangannya. Bayam yang dimasak sebentar, lalu dihaluskan, ditambah sedikit garam dapat menjadi campuran MPASI Si Kecil.

    1. Labu

    Tekstur labu yang halus mudah dicerna oleh bayi yang sedang belajar makan. Selain itu, sayuran ini memiliki kandungan vitamin A dan C yang baik untuk perkembangan Si Kecil.

    1. Ubi Jalar

    Ubi jalar merupakan sayuran jenis umbi yang lezat, bergizi, dan kaya manfaat. Seperti wortel dan labu, ubi jalar mengandung vitamin A yang mendukung sistem kekebalan tubuh dan penglihatan. Ubi jalan juga banyak memiliki serat, mangan, vitamin B6 dan C. Saat Moms menyajikan ubi jalar untuk MPASi pastikan telah dikupas kulitnya, matang, serta tertumbuk dengan baik.

     

    Untuk bayi yang sudah menuju 1 tahun, kenalkan jenis sayuran yang lain, ya, Moms. Misalnya, Moms dapat mengenalkan 5 sayuran berikut ini.

    1. Brokoli

    Brokoli termasuk sayuran yang cocok dikonsumsi segala usia. Di dalam sayur ini terkandung senyawa yang dapat melawan kanker dan mikronutrien berlimpah. Untuk penyajiannya, Moms dapat menambahkan brokoli kukus atau panggang secara langsung dalam piring Si Kecil, atau sebagai campuran dalam hidangan pasta, kentang panggang keju, atau sup sayuran.

    1. Kembang Kol

    Kembang kol memiliki kandungan antioksidan, serat, kalium, isothiocyanate atau senyawa sulfur dan asam folat yang cukup tinggi. Kandungan ini yang dapat membantu mencegah beragam penyakit, serta memperbaiki dan membantu pertumbuhan jaringan tubuh. Kembang kol dapat dihaluskan lebih dulu, atau dipanggang, sebelum disajikan kepada Si Kecil.

    1. Timun Jepang

    Timun Jepang atau zucchini bisa diperkenalkan kepada bayi yang tengah belajar makan. Sayuran ini memiliki rasa yang ringan, serta nutrisi seperti mangan, kalium, dan vitamin A. Sajikan secara langsung atau buat kreasi makanan dengan tambahan saus tomat, atau ditumis dengan minyak zaitun.

    1. Tomat

    Sayuran ini memiliki banyak kandungan air yang cukup menghidrasi tubuh. Selain itu, tomat kaya akan vitamin A dan C. Sajikan tomat matang secara utuh, atau campur dalam makanan seperti pizza atau spageti.

    1. Bawang

    Karena rasa bawang pekat, mungkin anak menolak mengonsumsi sayuran ini. Namun, Moms dapat mengakalinya sebagai bumbu aromatik pada MPASI.

     

    Waspadai Konsumsi Sayur Berlebihan

    Kita semua sepakat bahwa sayuran merupakan salah satu sumber makanan tersehat. Namun, untuk bayi dan anak-anak belum tentu sehat. Sayuran memiliki senyawa nitrat yang diserap dari tanah. Bayi yang mengonsumsi nitrat dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan kondisi yang disebut methemoglobinemia. Kondisi ini ditandai dengan bayi mengalami semburat biru di tangan, kaki, dan mulut. Bayi bisa mengalami kelelahan dan kesulitan bernafas.

    Sayuran umbi-umbian seperti bit dan wortel serta sayuran berdaun hijau terutama bayam, memang mengandung nitrat yang relatif tinggi. Tetapi ini tidak berarti Moms tidak boleh memberi sayuran kepada Si Kecil saat mereka mulai MPASI. Penelitian menyebutkan, jumlah nitrat yang tinggi dari sayuran sangat berbahaya bagi bayi berusia 3 bulan dan lebih muda. Tetapi karena makanan padat tidak disarankan sampai sekitar 6 bulan, hal ini kemungkinan besar bukan masalah.

    Selain itu, bayi alergi terhadap sayuran memang jarang terjadi, tetapi tidak menutup kemungkinan hal tersebut dapat terjadi. Jika bayi mengalami gejala seperti muntah, diare, mengi, gatal-gatal, atau ruam setelah makan sayuran tertentu, bicarakan dengan dokter anak tentang kemungkinan alergi atau sensitivitas makanan.


    Bagikan Artikel


    TRENDING PRODUK

    Artikel Terkait

    free consultation iconfree consultation icon