MOOIMOM Mamapedia logo
menu icon
close icon
back to MOOIMOM icon

Shop at MOOIMOM

MOOIMOM Mamapedia logo
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )

Follow us
instagram iconfacebook iconline iconyoutube icon
@ Copyright MOOIMOM PTE. LTD - All Rights Reserved

    Jangan Panik! Ini Penyebab Bayi Gumoh

    author icon

    Dinda Ayu Saraswati

    calendar icon

    18 Feb 2020

    category icon

    0-6 bulan

    category icon

    0-6 bulan

    Jangan Panik! Ini Penyebab Bayi Gumoh

    Saat ada cairan yang keluar dari mulut bayi, Moms biasanya akan langsung panik dan mengiranya sebagai muntah. Padahal bisa saja itu hanya gumoh. Apa bedanya?

    Muntah dan gumoh sangat berbeda sehingga faktor penyebab dan penanganannya pun juga berbeda. Proses ini merupakan proses yang alami untuk mengeluarkan udara yang tertelan saat bayi minum air susu. Gumoh dikeluarkan dengan cara mengalir dari mulut bayi, tanpa disertai kontraksi otot dinding perut. Sementara muntah dikeluarkan dengan cara disemburkan dari perut bayi, disertai dengan kontraksi otot dinding perut. Jumlahnya pun lebih dari 10 cc.

    Apa sih sebenarnya gumoh itu?

    Gumoh normal dialami sebagian besar bayi pada tiga bulan pertama usianya. Kebanyakan gumoh akan berhenti sendiri begitu bayi menginjak usia 1 tahun.

    Gumoh terjadi karena beberapa hal, Moms. Di antaranya:

    • Belum sempurnanya fungsi katup yang membatasi esofagus dan lambung, sehingga volume ASI berlebih yang sudah diminum bayi bisa kembali ke atas karena katup tersebut belum menutup sempurna.
    • Ukuran lambung bayi kecil, sehingga ASI yang sudah masuk bisa keluar lagi dan sering disebut juga gastroesoafageal reflux.
    • Bayi menelan terlalu banyak udara saat menyusu, biasanya karena menangis atau minum terlalu cepat. Akibatnya, ketika bersendawa ia gumoh.

    Menurut catatan Ikatan Dokter Anak Indonesia, sekitar 25 persen bayi Indonesia mengalami gumoh lebih dari 4 kali pada bulan pertama. Sekitar 50 persen, bayi juga gumoh 1-4 kali hingga usianya 3 bulan.

    Kondisi gumoh disebut normal jika:

    • Terjadi usai menyusu
    • Berlangsung dalam waktu kurang dari 3 menit
    • Tidak diikuti oleh gejala-gejala lain
    • Volume susu yang dikeluarkan saat bayi gumoh bisa berbeda, tetapi rata-rata 1-2 sendok makan atau sekitar 10 ml.

    Umumnya, bayi justru terlihat lebih nyaman usai gumoh. Ia juga tampak aktif dan pertumbuhannya baik. Maka dari itu Moms tidak perlu khawatir soal frekuensi gumoh si Kecil selama ia juga mengalami kenaikan berat badan setiap bulan dan tidak ada gangguan pernapasan.

    kesehatan bayi
    0-6 bulan
    7-12 bulan

    Bagikan Artikel


    TRENDING PRODUK

    Artikel Terkait

    free consultation iconfree consultation icon