MOOIMOM Mamapedia logo
menu icon
close icon
back to MOOIMOM icon

Shop at MOOIMOM

MOOIMOM Mamapedia logo
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )

Follow us
instagram iconfacebook iconline iconyoutube icon
@ Copyright MOOIMOM PTE. LTD - All Rights Reserved

    Hipertensi dalam Kehamilan, Bagaimana Pengaruhnya dalam Kandungan?

    author icon

    Ika

    calendar icon

    06 Jan 2021

    category icon

    Trimester Pertama

    category icon

    Trimester Pertama

    Hipertensi dalam Kehamilan, Bagaimana Pengaruhnya dalam Kandungan?

    Hipertensi alias darah tinggi cukup berbahaya baik untuk lelaki dan perempuan, apalagi ibu hamil. Ketika mengandung, hipertensi berdampak bukan hanya selama masa kehamilan, namun juga sesudahnya. Meski begitu, hipertensi pada ibu hamil masih bisa dicegah. Terlebih lagi kalau diketahui sejak dini. Moms bisa mengurangi dampak negatif yang disebabkan hipertensi. Apa saja dampak tersebut? Yuk, simak bersama!

    1. Cedera hingga kematian pada ibu dan janin

    Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan cedera pada otak, jantung, paru-paru, ginjal, hati, dan organ utama lainnya. Dalam kasus yang parah, kondisi ini bahkan dapat mengancam nyawa ibu dan janin. Akibat darah tinggi, plasenta tidak mendapatkan cukup darah, bayi mungkin menerima lebih sedikit oksigen dan lebih sedikit nutrisi, hingga kematian bayi.

    Kondisi ini bisa saja terjadi pada masa hamil lima bulan atau lebih. Bayi meninggal dalam kandungan karena tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan. Sementara pada ibu, nyawa terancam akibat pendarahan hebat yang mungkin terjadi, karena terpisahnya plasenta dengan dinding rahim.

    2. Kelahiran prematur

    Tekanan darah tinggi juga menyebabkan pertumbuhan lambat (pembatasan pertumbuhan intrauterin), berat badan lahir rendah atau kelahiran prematur. Prematuritas dapat menyebabkan masalah pernapasan, peningkatan risiko infeksi, dan komplikasi lain untuk bayi. Terkadang persalinan dini diperlukan untuk mencegah komplikasi yang berpotensi mengancam nyawa saat ibu memiliki tekanan darah tinggi selama kehamilan.

    3. Penyakit kardiovaskular

    Darah tinggi pada ibu hamil akan berdampak menjadi preeklamsia sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) di masa depan. Risiko Moms terkena penyakit kardiovaskular di masa depan lebih tinggi jika ibu mengalami preeklamsia lebih dari satu kali atau memiliki kelahiran prematur karena memiliki tekanan darah tinggi selama kehamilan.

    Untuk mengurangi semua risiko di atas, selalu konsultasikan kesehatan selama kehamilan. Jangan ragu untuk mendiskusikan berbagai hal, termasuk kemungkinan tekanan darah yang naik selama masa kehamilan hingga bengkak di kaki yang tidak wajar.

    ibu hamil
    info kehamilan
    penyakit ibu hamil

    Bagikan Artikel


    TRENDING PRODUK

    Artikel Terkait

    free consultation iconfree consultation icon