MOOIMOM Mamapedia logo
menu icon
close icon
back to MOOIMOM icon

Shop at MOOIMOM

MOOIMOM Mamapedia logo
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )

Follow us
instagram iconfacebook iconline iconyoutube icon
@ Copyright MOOIMOM PTE. LTD - All Rights Reserved

    6 Penyebab Gerakan Janin Berkurang, Sadari Sejak Dini

    author icon

    Ika

    calendar icon

    06 Jan 2021

    category icon

    Trimester Kedua

    category icon

    Trimester Kedua

    6 Penyebab Gerakan Janin Berkurang, Sadari Sejak Dini

    Seiring bertambahnya usia kandungan, gerakan bayi kerap menjadi tanda Si Kecil sehat dalam kandungan Moms. Tidak heran banyak ibu yang khawatir saat janin tidak bergerak selincah biasanya. Namun, tidak perlu khawatir Moms, beberapa hal memang menyebabkan gerakan janin berkurang.

    Janin sedang tidur

    Janin memiliki waktu tidur selama 20 sampai dengan 40 menit, dan tidak lebih dari 90 menit. Janin tidak akan bergerak selama periode tersebut, sehingga Moms mungkin tidak bisa mendeteksi gerakan Si Kecil pada periode tersebut.

    Ibu kurang sensitif terhadap gerakan janin

    Gerakan janin bisa kurang terasa apabila ibu hamil mengalami kondisi-kondisi, seperti penurunan atau peningkatan jumlah air ketuban, posisi ibu duduk atau berdiri, punggung janin berada di sisi depan perut, plasenta atau ari-ari berada di sisi depan rahim, dan ibu sedang aktif bergerak atau sibuk.

    Efek kebiasaan sehari-hari

    Gerakan janin bisa berkurang untuk sementara waktu apabila ibu hamil mengonsumsi obat antinyeri atau obat tidur, merokok, dan atau mengonsumsi alkohol.

    Stres dan Gizi Ibu Hamil

    Hormon yang keluar pada saat stres dapat menyebabkan gerakan janin berkurang. Oleh karena itu, usahakan jangan stres agar Si Kecil bisa kembali bergerak aktif. Kondisi dehidrasi dan berpuasa tanpa diimbangi asupan yang bergizi seimbang juga dapat mengurangi jumlah gerakan janin dalam kandungan. Tidak heran, kan, kalau ibu hamil tidak dianjurkan berpuasa?

    Baca juga: Janin Bergerak dalam Kandungan? Saatnya Lakukan Ini

    Selaput ketuban pecah sebelum waktunya

    Cairan ketuban menjaga kondisi janin tetap hangat, aman, dan terlindungi. Bila selaput ketuban bocor atau pecah sebelum waktunya, janin akan mengalami stres, gangguan gizi, dan rentan infeksi sehingga dirinya pun kurang bergerak.

    Plasenta terlepas

    Plasenta merupakan organ yang memberi makan janin. Plasenta yang normal akan terus menempel pada dinding rahim hingga waktunya melahirkan. Bila plasenta terlepas dari dinding rahim, aliran oksigen dan darah ke janin akan terganggu. Keadaan ini dapat menimbulkan kematian janin bila tidak segera ditangani.

    ibu hamil
    info kehamilan
    trimester kedua
    trimester ketiga

    Bagikan Artikel


    TRENDING PRODUK

    Artikel Terkait



    free consultation iconfree consultation icon