MOOIMOM Mamapedia logo
menu icon
close icon
back to MOOIMOM icon

Shop at MOOIMOM

MOOIMOM Mamapedia logo
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )

Follow us
instagram iconfacebook iconline iconyoutube icon
@ Copyright MOOIMOM PTE. LTD - All Rights Reserved

    4 Penyebab Busui Kesulitan Memberi ASI Eksklusif

    author icon

    Dinda Ayu Saraswati

    calendar icon

    02 Dec 2020

    category icon

    category icon

    4 Penyebab Busui Kesulitan Memberi ASI Eksklusif

    Pekan ASI Sedunia yang dirayakan setiap tanggal 1-7 Agustus adalah upaya untuk mendorong para ibu agar makin banyak yang dapat memberikan ASI eksklusif dengan sukses demi meningkatkan kesehatan bayi di seluruh dunia.

    Sayangnya, di Indonesia angka pemberian ASI eksklusif masih tergolong rendah. Data dari Kemenkes RI di tahun 2017 mencatat hanya 35%, angka ini dibawah rekomendasi WHO sebesar 50%.

    Kira-kira apa aja faktor penyebabnya, ya, Moms? Apakah salah satu faktor berikut juga pernah Moms alami?

    1. Kurangnya Dukungan Orang Sekitar

    Masih banyak yang belum tahu bahwa kesuksesan menyusui didukung oleh orang terdekat.

    Terutama pentingnya dukungan dari suami untuk mendorong sang istri sukses menyusui dengan ASI. Selain suami, support system ini juga seharusnya didapat dari keluarga, sahabat maupun komunitas.

    Baca Juga: Manfaat ASI Eksklusif Menurut WHO

    2. Tidak Mencari Informasi Lebih Dini

    Banyak ibu yang baru mencari tahu seputar ASI dan menyusui ketika bayinya sudah atau baru lahir.

    Semestinya, calon ibu dan calon ayah membekali diri dengan pengetahuan ini sejak masa kehamilan. Misalnya, cara menyusui yang benar, posisi yang nyaman, makanan bergizi untuk memperlancar ASI, teknik relaktasi, dan sebagainya.

    3. Kesalahpahaman Soal Menyusui

    Meski ketika Si Kecil lahir kita menerima banyak nasihat dari lingkungan sekitar, anggapan dan mitos-mitos turun-temurun, tapi kecemasan membuat ibu baru merasa sulit bisa menyusui ASI eksklusif secara langsung.

    Apalagi jika timbul omongan-omongan seperti ini: ASI sedikit tidak bikin bayi kenyang karena masih menangis jadi harus dibantu sufor, jangan makan pedas agar ASI tidak terasa pedas, dan banyak lagi.

    Mau tak mau hal itu malah menghambat ibu untuk bisa menyusui dengan ASI eksklusif secara benar.

    4. Faktor Psikologis

    Ibu baru tentu merasakan emosi naik turun seperti gelisah, bingung, senang sekaligus sedih ditambah lagi letih secara fisik setelah melahirkan.

    Hal-hal ini bisa memicu stres yang kemudian menghambat produksi ASI.

    Relaktasi Agar Bisa Kembali Menyusui

    Saat hal itu terjadi, Moms disarankan melakukan relaktasi. Yakni ketika tidak lagi memproduksi ASI selama 2 minggu berturut-turut dalam masa 6 bulan pertama ASI eksklusif, terutama ketika bayi tidak berusia lebih dari 4 bulan.

    Caranya antara lain:

    1. Moms harus lebih intens menyusui bayi secara langsung
    2. Lakukan pijat laktasi atau pijat oksitosin setiap hari agar rileks dan memperlancar produksi ASI
    3. Bagi ibu pekerja, harus disiplin memompa ASI dan menyimpan ASIP saat mereka sedang di kantor. Kemudian selalu susui langsung setiap kali ada di rumah bersama bayi mereka
    4. Lakukan teknik menyusui yang benar, misalnya menyusui hingga payudara terasa 'kosong' dan bayi mendapatkan ASI awal hingga ASI akhir
    5. Penuhi kebutuhan nutrisi lewat asupan bergizi
    6. Usahakan selalu mengedukasi support system untuk mendapat dukungan dari mereka, yaitu suami (terutama), orang tua dan keluarga besar, lingkungan sosial atau coblah bergabung dalam komunitas

    Itulah faktor penyebab mengapa pemberian ASI eksklusif di Indonesia harus terus ditingkatkan.

    Bagaimana, apakah Moms termasuk yang mengalami kesulitan saat memberi ASI untuk Si Kecil, atau justru tak mengalami hambatan sama sekali?


    Bagikan Artikel


    TRENDING PRODUK

    Artikel Terkait

    free consultation iconfree consultation icon