Homepage Loading Icon
4 Jenis Kontraksi saat Hamil, Bumil Wajib Tahu!

4 Jenis Kontraksi saat Hamil, Bumil Wajib Tahu!

author iconDinda Ayu Saraswati
date icon23 06 2020
category iconKehamilan & Menyusui, Masa Kehamilan, Kelahiran Anak,

Kontrasi selalu indentik dengan tanda persalinan. Tapi, kenyataannya tidak seperti itu lho Moms. Kontraksi bisa terjadi di awal kehamilan, bahkan ketika Moms baru dinyatakan positif hamil.

Namun tentu saja kontraksi di awal kehamilan tidak berarti tanda persalinan. Selama hamil, Moms mungkin akan mengalami beberapa jenis kontraksi yang penyebabnya berbeda-beda.

Jenis Kontraksi saat Hamil

Nah, apa saja jenis kontraksi yang mungkin dialami selama hamil? Yuk simak ulasannya di bawah ini!

1. Kontraksi Awal Kehamilan

Moms dapat mengalami kontraksi bahkan pada trimester pertama. Jenis kontraksi satu ini terjadi saat tubuh menyesuaikan diri dengan kehamilan. Peregangan ligamen di sekitar rahim dapat menyebabkan kontraksi, begitu juga dehidrasi, sembelit, dan nyeri gas.

Jika disertai dengan bercak, perdarahan, dan atau sakit perut, Moms perlu memeriksakan ke dokter untuk mengecek kemungkinan kehamilan ektopik atau keguguran.

2. Kontraksi Palsu (Braxton-Hicks)

jenis kontraksi saat hamil yang selanjutnya adalah kontraksi palsu. Kontraksi yang terjadi setelah usia kandungan memasuki minggu ke-34 secara acak dan tidak teratur dikenal sebagai kontraksi Braxton-Hicks atau kontraksi palsu.

Jika kontraksi datang secara teratur (setiap 10 menit atau kurang), bisa jadi Moms mengalami persalinan prematur. Namun, jika kontraksi yang dirasakan tidak teratur, cobalah untuk minum banyak air, mandi air hangat, mengosongkan kandung kemih, dan bernapas dengan teratur.

Artikel terkait: Moms, Seperti Ini Lho Rasanya Kontraksi

3. Kontraksi setelah Berhubungan Seksual

Jenis kontraksi saat hamil lainnya adalah kontraksi setelah berhubungan seksual. Kontraksi rahim setelah berhubungan seks adalah hal yang normal.

Pada penelitian yang diterbitkan National Center for Biotechnology Information,U.S. National Library of Medicine, stimulasi pada puting dan alat kelamin bisa memicu orgasme dan prostaglandin dalam air mani dapat menyebabkan rahim berkontraksi.

Adanya bercak setelah berhubungan seksual juga bisa menjadi sesuatu yang normal, karena pembuluh darah di leher rahim lebih halus selama kehamilan, dan penis dapat merusaknya dengan lebih mudah. Kondisi tersebut akan mereda dalam beberapa jam.

Untuk meredakan kontraksi ini, minumlah beberapa gelas air dan angkat kaki. Selama kehamilan bebas komplikasi dan lancar, seks benar aman dan tidak akan membahayakan ibu atau bayi.

Namun, jika disertai dengan gejala yang mengganggu (seperti perdarahan, nyeri, keputihan, atau penurunan gerakan janin), hubungi dokter atau bidan.

4. Kontraksi Persalinan

Jenis kontraksi ini adalah tanda Moms akan segera melahirkan. Kontraksi persalinan dapat menyebabkan sakit punggung, mulai dari kram yang menjalar ke rahim hingga ketidaknyamanan yang lebih parah di punggung bagian bawah. Jika hanya di punggung, kemungkinan mengalami sakit punggung.

Kontraksi persalinan dengan nyeri punggung yang hebat dikarenakan posisi bayi saat bergerak ke jalan lahir. Bayi yang datang dengan kepala menghadap ke atas (disebut oksiput posterior) sering memberi tekanan lebih besar pada saraf di punggung ibu, yang menyebabkan rasa sakit.

Bart Putterman, M.D., ob-gyn di Texas Children's Pavilion for Women di Houston menjelaskan, nyeri persalinan tergantung pada banyak faktor, yakni bagaimana posisi bayi, posisi ibu bersalin, dan persepsi tentang rasa sakit.

"Beberapa orang mengalami kontraksi Braxton Hicks yang membuat mereka berlipat kesakitan, sementara yang lain bahkan tidak menyadari bahwa mereka sedang dalam proses persalinan, mereka hanya merasa sedikit kram atau sakit punggung. Rasa sakit tersebut bisa berbeda-beda bagi setiap ibu," kata Dr. Putterman.

Setelah persalinan, Moms masih akan mengalami kontraksi untuk mengembalikan ukuran rahim seperti sebelum mengandung. Hal tersebut butuh waktu sekitar enam minggu, akan tetapi kontraksi akan paling terlihat untuk beberapa hari pertama hingga satu minggu setelah kelahiran.

Namun, kebahagiaan atas kehadiran buah hati menjadikan kontraksi pascapersalinan terasa lebih ringan.

Itulah beberapa jenis kontraksi yang terjadi saat hamil. Jangan lupa untuk mempersiapkan kebutuhan hamil hingga menyusui hanya di mooimom.id ya, Moms!

Share IconBagikan Artikel

Facebook ShareTwitter Share
Rekomendasi Produk
MOOIMOM White Maternity Belt
MOOIMOM White Maternity Belt

Rp 199,000

MOOIMOM - Belly Cream - Krim Selulit Ibu Hamil & Pasca Melahirkan
MOOIMOM - Belly Cream - Krim Selulit Ibu Hamil & Pasca Melahirkan

Rp 209,000

NEW Natural Comfort Electric Breast Pump Pompa ASI Elektrik
NEW Natural Comfort Electric Breast Pump Pompa ASI Elektrik

Rp 1,390,000

MOOIMOM Multifunction Pregnancy Pillow Bantal Hamil
MOOIMOM Multifunction Pregnancy Pillow Bantal Hamil

Rp 599,000

MOOIMOM Bamboo Postpartum Belly Band Corset
MOOIMOM Bamboo Postpartum Belly Band Corset

Rp 756,000

Service

E-mail cs@mooimom.id
Customer Care 081212188862
Opening Hours Mon - Fri (09.30 - 17.30)

FOLLOW US ON

Follow MOOIMOM Instagram https://www.instagram.com/mooimom.id/Follow MOOIMOM Line https://line.me/R/ti/p/%40mau7665rFollow MOOIMOM Facebook https://www.facebook.com/mooimomid/Follow MOOIMOM Youtube https://www.youtube.com/channel/UCrRvWHrQqd_lwAAwo-A2xMg

Get updates on new maternity and nursingwear products!

Copyright © MOOIMOM PTE. LTD. All Rights Reserved