Mamapedia Logo
Dampak Mengonsumsi Kafein Pada Kesuburan, Baik atau Buruk?

Dampak Mengonsumsi Kafein Pada Kesuburan, Baik atau Buruk?

author iconDinda Ayu Saraswati
date icon29 03 2021
category iconGaya Hidup, Kecantikan, Keluarga,

Bagi Moms dan Dads suka mengonsumsi kopi, teh, atau minuman berenergi, pasti pernah timbul kekhawatiran apakah kafein memberikan efek buruk pada kesuburan?

Mari kita lihat apa yang diungkapkan oleh penelitian tentang bagaimana kafein memengaruhi kesuburan manusia!

Kafein dan Infertilitas Pada Wanita

Sebuah penelitian yang dilakukan di The University of Nevada School of Medicine di Reno menunjukkan bahwa kafein mengganggu kontraksi otot tuba falopi.

Tuba falopi bertanggung jawab untuk memindahkan telur dari ovarium ke uterus. Tuba falopi merupakan tempat di mana pembuahan terjadi. Karena itu, jika kontraksi otot polos berkurang, telur tidak akan berada di area optimal untuk pembuahan.

Penelitian ini memberikan peneliti lebih banyak wawasan tentang bagaimana tuba falopi bekerja pada manusia dan dapat menyebabkan penyembuhan untuk jenis infertilitas tertentu. Kafein mengurangi peluang seorang perempuan untuk hamil sekitar 27 persen. Para peneliti merekomendasikan bahwa perempuan yang mencoba hamil harus berhenti mengonsumsi kafein.

Kafein dan Jumlah Sperma

Para peneliti di Departemen Pertumbuhan dan Reproduksi Universitas di Rigshospitalet di Kopenhagen, Denmark mengungkapkan hasil penelitian yang menyelidiki apakah konsumsi kafein tinggi tidak memengaruhi jumlah sperma.

Beberapa peserta mengonsumsi cola sebagai kafein harian 800mg mereka, sementara yang lain minum kopi dan teh sebagai sumber utama kafein.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang mengonsumsi minuman ringan berbasis soda memiliki 30% jumlah sperma yang lebih rendah. Sedangkan orang-orang yang terutama mengonsumsi kopi dan teh tidak memiliki perubahan dalam jumlah sperma mereka.

Studi yang lebih baru menunjukkan bahwa kafein tidak memengaruhi kualitas semen atau jumlah sperma. Namun, penelitian di Massachusetts General Hospital di Boston menemukan bahwa pria yang mengonsumsi 265 mg kafein atau lebih memiliki kesempatan lebih rendah untuk menjadi seorang ayah.

Kabar baiknya adalah bahwa pria yang merupakan pecandu kafein masih bisa bereproduksi. Tapi jika kafein ada dalam minuman energi, maka banyak pria dapat terkena masalah. Kafein yang dikonsumsi dalam produk alami seperti kopi dan teh biasanya paling baik.

Bagaimana Moms? Mari kurangi asupan kafein supaya tidak menganggu kesuburan!

Share IconBagikan Artikel

Facebook ShareTwitter Share
YOU MAY ALSO LIKE