MOOIMOM Mamapedia logo
menu icon
close icon
back to MOOIMOM icon

Shop at MOOIMOM

MOOIMOM Mamapedia logo
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )

Follow us
instagram iconfacebook iconline iconyoutube icon
@ Copyright MOOIMOM PTE. LTD - All Rights Reserved

    Fungsi & Batas Normal Biirubin pada Bayi dan Risikonya

    author icon

    Anggraini Nurul F

    calendar icon

    12 Sep 2021

    category icon

    category icon

    Fungsi & Batas Normal Biirubin pada Bayi dan Risikonya

    Moms, bayi new born selalu identik dikaitkan dengan bilirubin. Sebenarnya, bilirubin sendiri itu apa sih? Bilirubin merupakan pigmen kuning dalam darah dan tinja. Bilirubin dibuat oleh tubuh ketika sel darah merah hancur secara alami. Pada bayi baru lahir, salah satu pertanda kadar bilirubin yang tinggi yaitu kondisi bayi kuning. Bayi akan kuning jika bilirubin tidak diproses sebagaimana mestinya oleh hati. Hal ini bisa terjadi karena jumlah bilirubin yang dihasilkan dari penghancuran sel darah terlalu banyak, sehingga hati tidak sempat memprosesnya, atau memang karena ada gangguan pada organ hati. Ketika hal ini terjadi, maka permukaan kulit dan bagian putih pada mata menjadi berwarna kuning.

    Fungsi Bilirubin Pada Bayi

    Baca Juga: Mengenal Bilirubin Bayi dan Kadar Normal yang Seharusnya Ada Pada Bayi Baru Lahir

    Bilirubin adalah zat yang terbentuk secara normal dari proses penguraian sel darah merah di dalam tubuh. Zat inilah yang memberikan warna kuning pada tinja dan urine.

    Faktor Penyebab Bilirubin Bayi Tinggi

    Bayi kuning yang disebabkan oleh adanya peningkatan bilirubin ini sangat umum terjadi dan disebut juga dengan penyakit kuning fisiologis. Selain itu, bayi kuning juga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi berikut ini:

    • Sepsis pada bayi
    • Infeksi virus atau bakteri
    • Perdarahan internal
    • Kerusakan hati
    • Kekurangan enzim tertentu
    • Sel darah merah bayi yang tidak normal sehingga mudah rusak
    • Ketidakcocokan rhesus dan golongan darah antara ibu dan bayi
    • Masalah pada sistem pencernaan bayi, termasuk atresia bilier Bayi lahir prematur dan bayi yang sulit mengonsumsi ASI juga berisiko tinggi mengalami bayi kuning

    Baca Juga: Kenali Bilirubin Tinggi yang Sebabkan Bayi Kuning

    Batas Normal Bilirubin Bayi

    Bayi kuning akibat bilirubin tinggi dengan kadar sedang hingga berat, harus segera mendapat penanganan agar dapat kembali normal. Berikut kadar bilirubin tinggi sesuai usia bayi:

    • Lebih dari 10 mg/dL pada bayi usia kurang dari 1 hari
    • Lebih dari 15 mg/dL pada bayi usia 1-2 hari
    • Lebih dari 18 mg/dL pada bayi usia 2-3 hari
    • Lebih dari 20 mg/dL pada bayi usia lebih dari 3 hari.

    Risiko Bilirubin Bayi Tinggi

    Penyakit kuning pada bayi baru lahir biasanya tidak memerlukan perawatan khusus karena dapat hilang dalam 10–14 hari. Namun, jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kadar bilirubin tinggi dalam darah bayi, diperlukan penanganan khusus dari dokter.

    Berikut ini adalah penanganan utama terhadap bayi yang memiliki kadar bilirubin tinggi:

    • Fototerapi, untuk mengubah bilirubin menjadi bentuk yang mudah diurai oleh hati dengan menggunakan cahaya khusus
    • Exchange transfusion (transfusi tukar), yaitu proses pengeluaran darah bayi menggunakan kateter yang ditempatkan di pembuluh darah dan diganti dengan darah dari donor yang cocok

    Anda bisa mencegah kenaikan bilirubin yang dapat menyebabkan bayi kuning dengan memberinya asupan makanan yang cukup. Bayi yang mengonsumsi ASI harus menyusu 8–12 kali dalam sehari selama beberapa hari pertama kehidupannya.

    Pada bayi yang mengonsumsi susu formula, Anda harus memberikan 30–60 ml susu setiap 2–3 jam selama minggu pertama setelah dilahirkan untuk mencegah kenaikan kadar bilirubin dalam darah bayi.

    Asupan makanan yang cukup juga mampu mengatasi kelebihan bilirubin dalam darah bayi, yang nantinya akan dikeluarkan melalui tinja.

    Jika Si Kecil mengalami bayi kuning, Anda harus memeriksakan kondisinya secara berkala, terutama di bagian putih bola mata dan kulit. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan sebanyak 2 kali sehari untuk melihat apakah kondisinya sudah kembali normal atau justru bertambah parah.

    Apabila kondisi bayi kuning tidak membaik setelah 14 hari, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan. Perawatan yang cepat dan tepat akan menurunkan risiko bayi yang sakit kuning mengalami kerusakan otak permanen.

    Jangan lupa kunjungi website kami di www.mooimom.id yah Moms!


    Bagikan Artikel


    TRENDING PRODUK

    Artikel Terkait

    free consultation iconfree consultation icon