MOOIMOM Mamapedia logo
menu icon
close icon
back to MOOIMOM icon

Shop at MOOIMOM

MOOIMOM Mamapedia logo
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )

Follow us
instagram iconfacebook iconline iconyoutube icon
@ Copyright MOOIMOM PTE. LTD - All Rights Reserved

    Do's and Don'ts dalam Menyimpan ASI Perah

    author icon

    Dinda Ayu Saraswati

    calendar icon

    16 Nov 2020

    category icon

    Tips Menyusui

    category icon

    Tips Menyusui

    Do's and Don'ts dalam Menyimpan ASI Perah

    Menyusui menjadi awal yang paling menyehatkan dalam kehidupan bayi. Menyusui eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi adalah waktu yang optimal.

    Melakukan perawatan khusus untuk meningkatkan produksi ASI dan juga menghindari kebiasaan yang bisa mengurangi nutrisi bermanfaat merupakan tindakan sangat penting bagi Mama.

    Namun, terkadang kesibukan dan alasan lainnya membuat Moms tidak bisa menyusui si Kecil secara langsung. Maka dari itu, ASI perah menjadi pilihan yang tepat untuk tetap memberikan ASI eksklusif kepada si Kecil.

    Meskipun demikian, terdapat beberapa hal penting yang penting Mama ketahui mengenai cara menyimpan ASI perah yang benar. Apa yang boleh dan dilarang dalam menyimpan ASI perah?

    Baca Juga: Alasan Moms Harus Harus Selalu Bersihkan Pompa ASI Sebelum dan Sesudah Memompa

    Do's

    • Pastikan hanya mengisi plastik penyimpanan ASI perah dengan jumlah maksimum yang tercantum pada plastik ASI.
    • Letakkan plastik ASI ke dalam freezer. Bisa juga dengan menggunakan wadah terpisah di freezer untuk membuat ASI perah lebih cepat beku.
    • Pastikan membuang kelebihan udara sebelum mengisi maupun menutup plastik atau botol ASI yang Mama gunakan.
    • Pastikan untuk menutup rapat plastik atau botol ASI dan kembali memeriksanya apakah sudah benar-benar tertutup sebelum menyimpannya ke dalam freezer.
    • Tandai menggunakan spidol permanen agar Mama tahu ASI perah mana yang terlebih dahulu harus diberikan kepada si kecil, sesuai tanggal ASI tersebut dipompa.
    • Termasuk juga perkiraan jumlah takaran ASI perah yang ada dalam plastik atau botol tersebut.
    • Jika Mama ingin mendonorkan ASI, pastikan sudah menandai masing-masing plastik dan botol ASI dengan tanggal ASI dipompa, nama ibu dan anak penerima donor ASI.

    Don’ts

    • Jangan simpan plastik dan botol ASI satu tempat dengan makanan atau minuman lain di dalam freezer. Selain itu, jangan simpan plastik dan botol ASI perah di pintu freezer atau pintu kulkas.
    • Jangan mengisi plastik dan botol ASI perah melebihi kapasitas yang dianjurkan. Cukup isi dengan kapasitas maksimal sesuai yang tercantum pada plastik atau botol ASI.
    • Jangan lupa periksa kembali plastik dan botol ASI perah yang akan Mama simpan. Pada masing-masing plastik dan botol ASI perah pastikan sudah dillengkapi tanggal ASI perah dipompa. Terlebih lagi jika Mama berniat untuk memberikannya sebagai donor.
    • Jangan mengabaikan kebersihan. Mulai dari kebersihan tangan, alat pompa ASI, plastik atau botol ASI yang digunakan untuk menyimpan hingga proses pompa ASI harus benar-benar Mama perhatikan kebersihannya. Termasuk freezer yang Mama gunakan untuk menyimpan ASI perah.

    Mengapa beberapa hal di atas harus benar-benar diperhatikan dalam menyimpan ASI perah? Di saat tempat menyimpan ASI perah, khususnya plastik ASI mengalami kebocoran karena terlalu banyak diisi, maka bukan hanya volume ASI saja yang akan berkurang. Di waktu yang sama, ASI perah yang Mama simpan komposisinya juga berubah seperti protein, lemak dan nutrisinya.

    Selain itu, jika plastik dan botol ASI tidak tertutup rapat atau justru bocor dan berlubang, maka kemungkinan bakteri dan kuman bisa masuk dengan bebas ke dalam ASI perah yang disimpan. Padahal kuman dan bakteri tersebut bisa menjadikan ASI perah mudah basi dan sudah tentu sangat berbahaya bagi kesehatan si kecil.

    Nah, ada “Dos and Don’ts” lain seputar cara menyimpan ASI perah yang bisa Moms tambahkan?

    ibu menyusui
    tips menyusui
    menyusui

    Bagikan Artikel


    TRENDING PRODUK

    Artikel Terkait



    free consultation iconfree consultation icon