MOOIMOM Mamapedia logo
menu icon
close icon
back to MOOIMOM icon

Shop at MOOIMOM

MOOIMOM Mamapedia logo
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )

Follow us
instagram iconfacebook iconline iconyoutube icon
@ Copyright MOOIMOM PTE. LTD - All Rights Reserved

    Bayi Sering Tertawa Sendiri, Pertanda Apa?

    author icon

    Ika

    calendar icon

    07 Feb 2021

    category icon

    0-6 bulan

    category icon

    0-6 bulan

    Bayi Sering Tertawa Sendiri, Pertanda Apa?

    Pagi belum terlalu terang. Si Kecil, yang sudah terbangun, tiba-tiba tertawa. Kencang dan rasa-rasanya sulit berhenti. Awalnya Moms merasa senang. Sungguh menggemaskan. Lama-kelamaan mulai berpikir: "Anakku tidak sedang kenapa-kenapa, kan?"

    Tenang saja, Moms. Bayi yang tertawa, dengan suara kencang dan terus-menerus, justru mendapat perhatian dari sejumlah peneliti, loh. Tentu penelitian yang menghadirkan pertanyaan serta jawaban menyenangkan.

    Moms mengenal nama Charles Darwin, bukan? Dahulu, Darwin sempat mempelajari cara tertawa bayi laki-lakinya. Ia penasaran akan pelbagai cara tertawa yang ditunjukkan oleh putranya, disertai nada serta bahasa tubuh yang berbeda-beda.

    Seorang psikolog yang mengkhususkan penelitian pada perkembangan kehidupan manusia, Jean Piaget namanya, berpendapat bahwa, sebetulnya, orang tua dapat "melihat" ke dalam pikiran Si Kecil ketika mereka tertawa. Asalkan, orang tua mau menyelidikinya.

    Itulah mengapa, papar Piaget, mempelajari tawa bayi dapat memberikan wawasan yang lebih luas lagi bagi orang tua mengenai bagaimana anak mereka memahami dunia. gagasan Piaget akan dunia tawa bayi terpaparkan pada tahun 1940. Kini, kita sudah memasuki tahun 2021. Adakah penelitian terbaru tentang makna tawa bayi, apalagi ketika seolah-olah mereka sulit berhenti terbahak-bahak?

    Ada. Caspar Addyman, seorang peneliti dari Inggris, menyurvei lebih dari 1.000 orang tua dari pelbagai negara di dunia. Ribuan orang tua itu belum lama memiliki anak. Entah anak pertama, kedua dan seterusnya. Yang pasti, setidak-tidaknya mereka baru memiliki seorang anak (lagi). Bayi mereka sedang pelan-pelan bertumbuh. Mulai memperlihatkan geliat dalam rupa bahasa tubuh. Seperti dalam artikel ini.

    Dalam survei, ia menanyakan soal kapan, di mana serta mengapa, kira-kira, bayi mereka tak habis-habisnya tertawa. Hasilnya cukup menghangatkan hati. Sejumlah responden memaparkan senyuman pertama bayi mereka bermula pada enam pekan sesudah lahir. Senyum, ya, bukan tawa.

    Baca juga: Ajak Bayi Bermain, Yuk!

    Tiga bulan kemudian, bayi mereka mulai belajar tertawa. Salah satu stimulasi sederhana adalah bermain cilukba. Moms atau ayah yang menjadi responden penelitiannya berupaya menutup kedua mata dengan kedua tangan. Saat itu terjadi, bayi mereka mulai tertawa. Bahkan hingga terbahak-bahak.

    Sejumlah besar responden menyatakan bayi mereka akan tertawa ketika bersama orang lain. Si Kecil lebih mudah tertawa sesudah melihat apa yang orang tua mereka, atau siapapun yang berada di dekat mereka, melakukan sesuatu. Bagi bayi, apa yang orang-orang lakukan di sekitar ranjangnya sungguh menggelitik. Sehingga, mereka pun mulai tertawa. Tawa yang bersifat sosial.

    Baca juga: 5 Cara Sederhana Membuat Bayi Bahagia

    Tepuk tangan dan suara melengking dapat memicu tawa bayi. Bunyi-bunyian, bagi bayi, lebih menarik ketimbang mendengarkan orang-orang berbicara dengan suara yang normal. Unik, ya?

    Begitu pula dengan sentuhan. Meski menurut Moms, sentuhan tangan kita pada tubuhnya terasa biasa-biasa saja, tetapi tidak demikian dengan bayi. Bagi mereka, beberapa cara menyentuh termasuk menggelitik. Sehingga mereka, kembali lagi, tertawa.

    perkembangan bayi
    peralatan bayi
    tumbuh kembang bayi

    Bagikan Artikel


    TRENDING PRODUK

    Artikel Terkait

    free consultation iconfree consultation icon