MOOIMOM Mamapedia logo
menu icon
close icon
back to MOOIMOM icon

Shop at MOOIMOM

MOOIMOM Mamapedia logo
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )

Follow us
instagram iconfacebook iconline iconyoutube icon
@ Copyright MOOIMOM PTE. LTD - All Rights Reserved

    Air Ketuban Bocor saat Hamil, Cek Penjelasannya di Sini!

    author icon

    Dinda Ayu Saraswati

    calendar icon

    18 Jan 2021

    category icon

    Trimester Ketiga

    category icon

    Trimester Ketiga

    Air Ketuban Bocor saat Hamil, Cek Penjelasannya di Sini!

    Cairan ketuban atau cairan amnion adalah cairan pada selaput ketuban yang jika divisualisasikan seperti cairan dalam balon.

    Cairan ketuban merupakan bantalan cairan hangat yang melindungi dan menopang bayi saat mereka tumbuh di dalam rahim.

    Jika selaput ketuban mengalami robekan yang disebabkan trauma atau secara spontan dapat mengakibatkan bocor air ketuban saat hamil melalui vagina Moms.

    Pahami ciri-ciri, risiko, dan pencegahan saat terjadi bocor air ketuban saat hamil.

    Ciri-Ciri Bocor Air Ketuban

    Saat Moms sedang hamil, biasanya akan sangat biasa mengeluarkan cairan dari vagina dengan lebih beragam.

    Oleh karena itu, Moms akan sulit membedakan antara urin atau ketuban merembes, serta cairan lainnya.

    Moms perlu mengetahui bahwa air ketuban memiliki warna bening, namun juga terkadang akan terlihat kekuningan.

    Cairan ketuban meninggalkan bercak putih dalam pakaian, dan tidak berbau seperti urin.

    Kejadian bocor air ketuban saat hamil dapat disertai sedikit darah atau lendir.

    Menurut Medical News Today, kadang kantung ketuban pecah atau bocor sebelum persalinan dimulai.

    Jika kantung ketuban bocor sebelum minggu ke 37 masa kehamilan, dokter menyebutnya sebagai PROM prematur.

    Cairan ketuban ini biasanya keluar tanpa diprediksi.

    Bocor air ketuban saat hamil dapat terjadi dalam berbagai posisi, entah ketika berbaring, duduk, atau bahkan ketika sedang berjalan.

    Cairan ini akan merembes terus menerus.

    Baca Juga: Ketuban Pecah Dini, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Risiko Bocor Air Ketuban

    Pada trimester pertama dan kedua, bocornya air ketuban yang keluar dari vagina Moms dapat memicu komplikasi serius.

    Contohnya adalah keguguran, cacat lahir, bayi lahir prematur, hingga yang paling fatal adalah kematian pada bayi.

    Sementara jika bocor air ketuban saat usia kehamilan menginjak trimester ketiga berdampak cukup bahaya, karena akan menyulitkan proses persalinan

    Dalam kondisi kekurangan air ketuban akan membuat tali pusar dapat terjepit dan melilit leher bayi, sehingga akan mengurangi aliran oksigen kepada bayi.

    Kondisi ini pula akan memicu risiko dilakukannya operasi caesar, serta nantinya bayi dapat mengalami keterlambatan tumbuh kembang.

    Pencegahan Bocor Air Ketuban

    Jika Moms tidak ingin mengalami bocor air ketuban saat hamil, Moms perlu mengetahui apa saja yang harus dan tidak boleh dilakukan.

    Moms perlu membersihkan organ genital dengan tepat dan benar.

    Usahakan untuk menghindari guncangan, berhenti melakukan hubungan seksual untuk sementara.

    Moms harus melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, gaya hidup sehat, dan mengurangi aktivitas atau meluangkan waktu untuk istirahat total di akhir trimester kedua atau awal trimester ketiga.

    Saat cairan berwarna kehijauan atau kuning kecoklatan, Moms perlu segera menghubungi dokter kandungan.

    Sebab, hal ini dapat menjadi tanda bayi mengalami komplikasi di dalam kandungan.

    Tetap berhati-hati memeriksa cairan yang keluar dari vagina saat sedang hamil.

    Moms perlu memperhatikan tekstur, warna, dan bau dari cairan yang keluar.

    (Sumber: orami)

    ibu hamil
    masalah kehamilan
    persiapan melahirkan
    trimester ketiga
    tips kehamilan
    kesehatan ibu hamil

    Bagikan Artikel


    TRENDING PRODUK

    Artikel Terkait



    free consultation iconfree consultation icon