MOOIMOM Mamapedia logo
menu icon
close icon
back to MOOIMOM icon

Shop at MOOIMOM

MOOIMOM Mamapedia logo
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )

Follow us
instagram iconfacebook iconline iconyoutube icon
@ Copyright MOOIMOM PTE. LTD - All Rights Reserved

    4 Jenis Kontraksi saat Hamil, Bumil Wajib Tahu!

    author icon

    Dinda Ayu Saraswati

    calendar icon

    23 Jun 2020

    category icon

    Trimester Ketiga

    category icon

    Trimester Ketiga

    4 Jenis Kontraksi saat Hamil, Bumil Wajib Tahu!

    Kontrasi selalu indentik dengan tanda persalinan. Tapi, kenyataannya tidak seperti itu lho Moms. Kontraksi bisa terjadi di awal kehamilan, bahkan ketika Moms baru dinyatakan positif hamil.

    Namun tentu saja kontraksi di awal kehamilan tidak berarti tanda persalinan. Selama hamil, Moms mungkin akan mengalami beberapa jenis kontraksi yang penyebabnya berbeda-beda.

    Jenis Kontraksi saat Hamil

    Nah, apa saja jenis kontraksi yang mungkin dialami selama hamil? Yuk simak ulasannya di bawah ini!

    1. Kontraksi Awal Kehamilan

    Moms dapat mengalami kontraksi bahkan pada trimester pertama. Jenis kontraksi satu ini terjadi saat tubuh menyesuaikan diri dengan kehamilan. Peregangan ligamen di sekitar rahim dapat menyebabkan kontraksi, begitu juga dehidrasi, sembelit, dan nyeri gas.

    Jika disertai dengan bercak, perdarahan, dan atau sakit perut, Moms perlu memeriksakan ke dokter untuk mengecek kemungkinan kehamilan ektopik atau keguguran.

    2. Kontraksi Palsu (Braxton-Hicks)

    jenis kontraksi saat hamil yang selanjutnya adalah kontraksi palsu. Kontraksi yang terjadi setelah usia kandungan memasuki minggu ke-34 secara acak dan tidak teratur dikenal sebagai kontraksi Braxton-Hicks atau kontraksi palsu.

    Jika kontraksi datang secara teratur (setiap 10 menit atau kurang), bisa jadi Moms mengalami persalinan prematur. Namun, jika kontraksi yang dirasakan tidak teratur, cobalah untuk minum banyak air, mandi air hangat, mengosongkan kandung kemih, dan bernapas dengan teratur.

    Artikel terkait: Moms, Seperti Ini Lho Rasanya Kontraksi

    3. Kontraksi setelah Berhubungan Seksual

    Jenis kontraksi saat hamil lainnya adalah kontraksi setelah berhubungan seksual. Kontraksi rahim setelah berhubungan seks adalah hal yang normal.

    Pada penelitian yang diterbitkan National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine, stimulasi pada puting dan alat kelamin bisa memicu orgasme dan prostaglandin dalam air mani dapat menyebabkan rahim berkontraksi.

    Adanya bercak setelah berhubungan seksual juga bisa menjadi sesuatu yang normal, karena pembuluh darah di leher rahim lebih halus selama kehamilan, dan penis dapat merusaknya dengan lebih mudah. Kondisi tersebut akan mereda dalam beberapa jam.

    Untuk meredakan kontraksi ini, minumlah beberapa gelas air dan angkat kaki. Selama kehamilan bebas komplikasi dan lancar, seks benar aman dan tidak akan membahayakan ibu atau bayi.

    Namun, jika disertai dengan gejala yang mengganggu (seperti perdarahan, nyeri, keputihan, atau penurunan gerakan janin), hubungi dokter atau bidan.

    4. Kontraksi Persalinan

    Jenis kontraksi ini adalah tanda Moms akan segera melahirkan. Kontraksi persalinan dapat menyebabkan sakit punggung, mulai dari kram yang menjalar ke rahim hingga ketidaknyamanan yang lebih parah di punggung bagian bawah. Jika hanya di punggung, kemungkinan mengalami sakit punggung.

    Kontraksi persalinan dengan nyeri punggung yang hebat dikarenakan posisi bayi saat bergerak ke jalan lahir. Bayi yang datang dengan kepala menghadap ke atas (disebut oksiput posterior) sering memberi tekanan lebih besar pada saraf di punggung ibu, yang menyebabkan rasa sakit.

    Bart Putterman, M.D., ob-gyn di Texas Children's Pavilion for Women di Houston menjelaskan, nyeri persalinan tergantung pada banyak faktor, yakni bagaimana posisi bayi, posisi ibu bersalin, dan persepsi tentang rasa sakit.

    "Beberapa orang mengalami kontraksi Braxton Hicks yang membuat mereka berlipat kesakitan, sementara yang lain bahkan tidak menyadari bahwa mereka sedang dalam proses persalinan, mereka hanya merasa sedikit kram atau sakit punggung. Rasa sakit tersebut bisa berbeda-beda bagi setiap ibu," kata Dr. Putterman.

    Setelah persalinan, Moms masih akan mengalami kontraksi untuk mengembalikan ukuran rahim seperti sebelum mengandung. Hal tersebut butuh waktu sekitar enam minggu, akan tetapi kontraksi akan paling terlihat untuk beberapa hari pertama hingga satu minggu setelah kelahiran.

    Namun, kebahagiaan atas kehadiran buah hati menjadikan kontraksi pascapersalinan terasa lebih ringan.

    Itulah beberapa jenis kontraksi yang terjadi saat hamil. Jangan lupa untuk mempersiapkan kebutuhan hamil hingga menyusui hanya di mooimom.id ya, Moms!

    ibu hamil
    info kehamilan
    trimester ketiga
    kesehatan ibu hamil
    kesehatan kehamilan

    Bagikan Artikel


    TRENDING PRODUK

    Artikel Terkait



    free consultation iconfree consultation icon