MOOIMOM Mamapedia logo
menu icon
close icon
back to MOOIMOM icon

Shop at MOOIMOM

MOOIMOM Mamapedia logo
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )
Tentang
Tentang Mooimom
Lokasi Toko
MOOIMOM Wholesale
MOOIMOM Affiliate Program
Bantuan
Hubungi Kami
Pengiriman
Penukaran Produk
Garansi Produk
Kebijakan Privasi
Informasi Cicilan
MOOIMOM Rewards
Refer a Friend
Installlment (0%)
Logo HSBCLogo DanamonLogo Standard CharteredLogo Permata
Payment Method
Logo MandiriLogo BCALogo ShopeePayLogo AtomeLogo MasterCardLogo ATM BersamaLogo GoPay
Service
E-mail: cs@mooimom.id
Layanan Pelanggan: (021) 24520868
Jam Operasional:
08:00 - 16:00 ( Senin - Jum'at )
08:00 - 13:00 ( Sabtu )
Minggu ( OFF )

Follow us
instagram iconfacebook iconline iconyoutube icon
@ Copyright MOOIMOM PTE. LTD - All Rights Reserved

    Ini dia Manfaat, Jenis, dan Efek Vaksin Polio pada Anak

    author icon

    anisyukur

    calendar icon

    22 Aug 2021

    category icon

    category icon

    Ini dia Manfaat, Jenis, dan Efek Vaksin Polio pada Anak

    Pemerintah Indonesia telah menetapkan vaksin polio menjadi salah satu vaksin yang wajib diberikan kepada bayi sejak ia baru lahir. Vaksin polio diberikan untuk mencegah terkena penyakit poliomyelitis atau polio. Polio merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio yang dapat merusak sistem saraf motorik yang menyerang sistem saraf pusat. 

    Manfaat vaksin polio pada anak

    Orang yang terkena polio akan mengalami kelumpuhan otot yang bisa bersifat sementara hingga permanen. Akibatnya, penderita umumnya tidak dapat menggerakkan salah satu bagian tubuhnya yang terserang penyakit ini, umumnya terjadi pada salah satu atau bahkan kedua bagian kaki.

    Baca Juga: Menghindari Bayi Terluka, Ini Manfaat Playmat Bayi bagi Perkembangan Si Kecil

    Dikutip dari situs resmi CDC (Center of Disease Control and Prevention) menyatakan bahwa virus polio dapat menyerang otak dan juga sumsung tulang belakang. Oleh karena itu pemberian vaksin ini bertujuan untuk mencegah penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan dan bahkan kematian. Vaksin polio wajib untuk diberikan sebelum bayi masuk usia 6 bulan, bersamaan dengan vaksin DPT, hepatitis B, dan HiB. 

    Jenis Vaksin Polio

    Vaksin yang diberikan kepada anak-anak ada 2 jenis yakni vaksin polio oral (OPV) dan vaksin polio suntik (IPV). Lalu apa bedanya dari kedua jenis vaksin tersebut? Semak ulasan berikut!

    Vaksin Polio Oral (OPV)

    Vaksin polio oral atau (OPV) mengandung virus polio hidup yang dilemahkan. Hal ini membuat virus ini masih kemungkinan berkembang biak di dalam usus dan dapat merangsang usus dan darah untuk membentuk zat antibodi atau kekebalan tubuh terhadap virus polio liar.  Secara teknis vaksin polio berfungsi mencegah virus polio liar yang masuk ke dalam tubuh untuk berkembak biak dan tidak membahayakan tubuh dan menular ke anak lain.   

    Vaksin Polio Suntik (IPV)

    Berbeda dengan vaksin polio oral, vaksin polio suntik atau Inactive Polio Vaccine (IPV) mengandung virus polio yang sudah mati atau tidak aktif . Virus polio yang sudah mati yang masuk ke dalam usus sudah tidak mampu lagi untuk berkembang biak dan tidak dapat membuat kekebalan. 

    Baca Juga: Tips Menghentikan ASI Tanpa Rasa Sakit Saat Menyapih Si Kecil

    Namun, masih terdapat kemungkinan terdapat kekebalan di dalam darah. Hal inilah yang kemudian membuat virus polio liar berkembang biak di dalam usus, namun tidak membuat si anak merasa sakit karena terdapat kekebalan di dalam darah. Sebelum menerima vaksin polio, Moms harus memerhatikan beberapa hal berikut ini:

    • Informasikan kepada dokter apakah anak Moms tengah mengalami demam atau tidak atau mengalami penyakit infeksi lain.
    • Informasikan kepada dokter apakah anak Moms memiliki riwayat alergi 
    • Informasikan kepada dokter apakah anak Moms menderita sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti akibat HIV/AIDS
    • Informasikan kepada dokter apakah anak Moms tengah mengkonsumsi suplemen atau obat tertentu

    Jadwal Pemberian Vaksin Anak-anak

    Sesuai dengan anjuran Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)  pemberian vaksin polio kepada anak-anak akan diberikan sebanyak 4 kali sejak bayi baru lahir, yaitu 

    Usia 0-1 bulan
    Usia 2 bulan 
    Usia 3 bulan
    Usia 4 bulan
    Usia 18 bulan (pengulangan atau vaksin booster
    )

    Pada vaksin pertama yang diberikan setelah bayi lahir adalah vaksin dengan jenis tetes mulut (OPV). Lalu untuk vaksin selanjutnya si kecil akan mendapatkan jenis vaksin suntik (IPV) atau vaksin OPV kembali. Anak-anak pada dasarnya harus mendapatkan vaksin IPV satu kali.

    Efek vaksin polio pada Anak

    Pemberian imunisasi polio atau vaksin polio juga meninggalkan efek samping di tubuh, yakni

    • Demam ringan
    • Nyeri atau kemerahan di area suntikan
    • Anak rewel atau terlihat lelah
    • Pusing 
    • Muntah

    biasanya dampak pada imunisasi tersebut akan berangsur-angsur hilang dalam waktu 2 hingga 3 hari. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika anak Moms mengalami kondisi yang berlebihan seperti demam tinggi, pingsan, hingga kejang setelah vaksin polio. 

    Saat vaksin ada baiknya Moms mempersiapkan segala sesuatu keperluan si kecil dan tenangkan si kecil dengan menggendongnya.  Moms dapat menggunakan gendongan yang nyaman agar si kecil tidak merasa sakit setelah di vaksin. Mooimom Lightweight Hipseat bisa menjadi salah satu pilihan Moms untuk menggendong si kecil. Moms bisa mendapatkan dengan mudah hanya di website MOOIMOM. 


    Bagikan Artikel


    TRENDING PRODUK

    Artikel Terkait



    free consultation iconfree consultation icon