Mamapedia Logo
Efek Samping Aspirin untuk Ibu Hamil, Kenali ya Moms

Kenali Efek Samping Aspirin agar Tak Mengganggu Kehamilan

author iconIka
date icon19 03 2021
category iconKehamilan & Menyusui, Masa Kehamilan, Gizi & Kesehatan,

Aspirin merupakan nama generik dari obat penghilang rasa sakit atau nyeri yang ditemukan di pasaran dengan berbagai macam merek. Dalam beberapa kasus kesehatan pada ibu hamil, aspirin masih sah-sah saja dikonsumsi. Asal, sesuai petunjuk dokter.

Selain aspirin, Moms bisa mencoba metode pereda nyeri alami, seperti menghirup bunga arnika atau menggunakan jahe (bisa diolah jadi wedang jahe), mengonsumsi teh gingseng, teh mint, atau bisa juga mengompres area yang sakit dengan plastik yang berisi es batu. Jika rasa sakit tetap berlanjut dan sulit dikendalikan, segera hubungi dokter atau tenaga medis terdekat untuk solusi lebih lanjut.

Kalaupun benar-benar memerlukan aspirin, ibu hamil bisa menggunakannya selama trimester kedua kehamilan (minggu ke-14 sampai 26). Yang penting, ibu hamil harus menghindari penggunaan aspirin selama trimester pertama (sampai minggu ke 13) dan trimester ketiga (dari minggu ke 27 sampai kelahiran), kecuali jika direkomendasikan oleh dokter.

Selain membahayakan janin, ibu hamil juga tidak disarankan untuk minum aspirin karena dapat memengaruhi persalinan. Konsumsi aspirin pada seminggu sebelum bersalin dapat memperpanjang proses persalinan dan meningkatkan risiko perdarahan. 

Untuk ibu hamil, aspirin bukanlah pilihan obat pereda nyeri yang tepat. Sebab efeknya begitu besar terhadap janin. Sebagai gantinya, Moms dapat memilih paracetamol yang lebih aman dengan efek samping ringan. Gunakan dosis yang paling kecil dan perhatikan jumlahnya. Jika rasa nyeri tidak kunjung hilang atau merasakan efek samping lain, berkonsultasilah dengan dokter untuk menemukan obat yang lebih sesuai.

Aspirin pada Trimester I dan II

Dokter kandungan biasanya tidak akan memperbolehkan ibu hamil untuk mengonsumsi aspirin pada usia kehamilan ini, kecuali terdapat kondisi kesehatan tertentu yang mengharuskannya. Pasalnya, obat ini sudah bisa memengaruhi kehamilan sejak trimester awal.

Konsumsi aspirin pada trimester pertama dapat meningkatkan risiko keguguran. Selain itu, janin juga berisiko mengalami kelainan jantung, kelainan posisi testis, serta kecacatan pada dinding perut. Salah satu hasil penelitian yang dimuat turut menemukan hubungan antara konsumsi aspirin dengan beberapa penyakit lain. Di antaranya spina bifida (kecacatan pada tulang belakang), bibir sumbing, dan kelainan plasenta. Efek aspirin untuk ibu hamil pada trimester awal cukup bervariasi dibandingkan trimester akhir. Penyakit tertentu yang diderita ibu hamil juga bisa memengaruhi proses kehamilan.

Efek Sampingnya

Meskipun tergolong dalam obat-obatan yang aman dikonsumsi, aspirin bisa menyebabkan beberapa efek samping. Pada ibu hamil, aspirin bisa menyebabkan reaksi alergi, seperti gatal, sesak napas, bengkak di wajah dan bibir dan tenggorokan. Juga nyeri dada, bicara melantur mirip orang mabuk, lemas, penglihatan berkunanng-kunan atau jadi berbayang, atau hilang keseimbangan.

Selain itu, aspirin juga bisa menyebabkan batuk darah atau muntah berwarna hitam seperti kopi, feses berwarna hitam dan berdarah, susah buang air kecil atau terasa sakit, dan telinga berdening. Tidak cuma itu, memar, lemah otot, kesemutan berat, sakit kepala berat, menggigil, kaku leher, peningkatan sensitivitas pada cahaya, dan kejang atau konvulsi. Jika melihat tanda-tanda diatas, segera hentikan penggunaan obat dan konsumsi banyak air putih. Segera hubungi dokter untuk pertolongan lebih lanjut.

Baca juga: Jaga Dosis Ibuprofen Semasa Menyusui

Dampak konsumsi aspirin saat hamil bisa menyebabkan penutupan prematur dari duktus arteriosus bayi. Ini adalah pembuluh darah yang harus tetap terbuka selama kehamilan agar bayi bisa menerima nutrisi dan oksigen yang cukup. Jika pembuluh darah ini tertutup lebih dini, maka bisa menyebabkan tekanan darah tinggi pada paru-paru bayi.

Risiko Kelainan pada Janin akibat Konsumsi Aspirin

Penelitian menyebutkan konsumsi aspirin selama kehamilan dapat meningkatkan risiko bayi mengalami masalah-masalah kesehatan krusial, bibir sumbing, spina bifida, gastroskisis, hipospadia, dan stenosis katup paru. Mengonsumsi aspirin setelah usia kehamilan 30 minggu dapat menyebabkan masalah jantung pada bayi dan mengurangi cairan ketuban yang dibutuhkan untuk melindungi bayi dan tali pusar, serta menghambat perkembangan paru-paru. Namun, aspirin tidak menyebabkan bayi lahir mati, berat badan lahir rendah, atau masalah perilaku pada anak-anak.

Share IconBagikan Artikel

Facebook ShareTwitter Share