Mamapedia Logo
Bolehkah Ibu Hamil Makan Timun?

Bolehkah Ibu Hamil Makan Timun?

author iconFarhan Emerald
date icon29 04 2021
category iconKehamilan & Menyusui, Gizi & Kesehatan,

Tak sedikit wanita yang menolak makan timun saat hamil, karena dianggap dapat meningkatkan risiko keguguran. Benarkah? Ini faktanya!

Mungkin Anda sering mendengar bahwa timun tidak baik dikonsumsi oleh ibu hamil. Makan timun saat hamil dikaitkan dengan terjadinya keguguran. Bagaimana pandangan medis terhadap informasi ini? Sesungguhnya, bolehkah ibu hamil makan timun?

Jawabannya, boleh. Sebab, hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan kaitan antara timun dan keguguran. Dengan begitu, mitos tersebut tidak perlu dipercaya lagi. Justru, makan timun saat hamil bisa mendatangkan berbagai manfaat.

Manfaat Timun untuk Ibu Hamil

Konsumsi timun saat hamil bisa mendatangkan banyak manfaat, berkat kandungan yang ada di dalam timun. Berikut adalah daftar manfaat timun untuk ibu hamil:

  • Menjadi Sumber Asupan Cairan untuk Tubuh

Sekitar 96 persen kandungan timun terdiri dari air. Oleh karena itu, timun dapat menjadi sumber asupan cairan yang baik bagi ibu hamil. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya dehidrasi.

Memenuhi asupan cairan yang cukup bisa jadi tantangan bagi ibu hamil, terutama pada trimester pertama. Sebab, banyak ibu hamil yang kesulitan minum air putih atau susu karena merasa mual. Oleh sebab itu, timun dapat menjadi alternatif sumber cairan yang dibutuhkan ibu maupun janin.

  • Meringankan Keluhan Mual

Rasa segar dari timun dapat membantu meringankan keluhan mual. Tergantung preferensi masing-masing, banyak yang menyukai timun akibat cita rasanya yang sederhana. Aromanya juga tidak menyengat.

  • Sebagai Sumber Serat

Timun juga kaya akan serat. Dalam satu buah timun ukuran sedang, terdapat sekitar dua gram serat. Kandungan serat di dalam timun bermanfaat untuk melancarkan buang air besar.

  • Mengurangi Risiko Sembelit

Makan timun saat hamil diyakini bisa mengurangi risiko sembelit yang sering dialami oleh ibu hamil. Trimester pertama dan ketiga adalah waktu tersering di mana ibu hamil mengeluhkan sembelit.

  • Menjadi Sumber Vitamin dan Mineral

Lebih lanjut, timun juga mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan yang dibutuhkan agar sel-sel di dalam tubuh dapat bekerja dengan baik. Vitamin yang terkandung di dalam timun terutama adalah vitamin C dan K.

Sementara itu, mineral yang bisa didapat dari makan timun adalah magnesium dan mangan.

Agar nutrisi timun dapat masuk dan diserap oleh tubuh dengan optimal, sebaiknya timun dikonsumsi bersama dengan kulitnya. Selain itu, lebih baik jika timun dikonsumsi dalam keadaan mentah. Misalnya digunakan sebagai lalapan atau pelengkap salad.

 

Perhatikan Juga Efek Sampingnya

Makan timun saat hamil secara berlebihan juga bisa mendatangkan efek samping.  Berikut adalah efek samping timun untuk ibu hamil:

  • Meningkatkan Risiko Tertular Penyakit

Salah satu efek sampingnya adalah adanya peningkatan risiko ibu hamil tertular penyakit yang bersumber dari kuman. Hal ini berkaitan dengan cara konsumsi timun yang lebih baik dilakukan dalam kondisi mentah.

Makanan yang dikonsumsi tanpa melewati proses pemasakan memang bisa menimbulkan risiko tertular kuman seperti Salmonella typhi, E. coli, Vibrio cholerae, dan lain-lain. Nah, satu-satunya cara untuk menghindari hal ini adalah dengan mencuci timun secara menyeluruh sebelum dikonsumsi.

  • Perut Kembung dan Sering Bersendawa

Makan timun saat hamil secara berlebihan dapat menimbulkan banyak gas di saluran cerna. Karena itulah, ibu hamil bisa merasakan perut kembung sehingga lebih sering bersendawa.

  • Buang Air Besar Encer

Meskipun belum tentu terjadi pada semua orang, kandungan air yang banyak dalam timun dapat menyebabkan terjadinya buang air besar yang lebih lunak.

  • Potensi untuk Menjadi Toksik

Studi terbaru menunjukkan bahwa senyawa kukurbitasin dan triterpenoid tetrasiklik dalam timun berpotensi untuk menjadi racun. Senyawa kukurbitasin diyakini yang memberikan rasa pahit pada tanaman, seperti timun. Meskipun belum dapat ditentukan seberapa besar dosisnya untuk menjadi toksik, peneliti menyarankan untuk tidak mengonsumsi timun terlalu banyak demi menghindari senyawa ini. Demikian penjelasan seputar manfaat yang bisa diperoleh dari makan timun saat hamil, disertai dengan efek sampingnya. Maka, bila Anda merupakan ibu hamil penyuka timun, Anda tidak perlu ragu mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar. Selain timun, jangan lupakan pula sumber gizi bermanfaat lainnya yang penting untuk ibu hamil. Selamat menjalani kehamilan yang sehat! Jika moms sedang mencari keperluan suplemen kehamilan, moms bisa langsung mengunjungi website Mooimom serta dapatkan penawaran dengan harga terbaik!

Share IconBagikan Artikel

Facebook ShareTwitter Share
YOU MAY ALSO LIKE